<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>M. Djaenudin bin Mochtar</title>
	<atom:link href="http://jaen2006.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jaen2006.wordpress.com</link>
	<description>Sesungguhnya kewajiban lebih banyak dari waktu yang kita miliki</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Mar 2011 14:09:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jaen2006.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>M. Djaenudin bin Mochtar</title>
		<link>http://jaen2006.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jaen2006.wordpress.com/osd.xml" title="M. Djaenudin bin Mochtar" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jaen2006.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Setetes Cicipan Syurga</title>
		<link>http://jaen2006.wordpress.com/2011/02/09/setetes-cicipan-syurga/</link>
		<comments>http://jaen2006.wordpress.com/2011/02/09/setetes-cicipan-syurga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 02:44:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jaen2006</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISAH ISLAMI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaen2006.wordpress.com/?p=410</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah…di Kufah ada seorang pemuda tampan, serta sangat rajin beribadah, wajahnya selalu penuh dengan linangan air mata, karena begitu takutnya dengan Allah, dan begitu gembiranya atas segala karunia Allah. Suatu hari, karena ada suatu keperluan, pemuda tersebut berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha’, lisannya tidak pernah berhenti dari zikir, selalu mengagungkan nama Allah, derap langkahnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&amp;blog=472976&amp;post=410&amp;subd=jaen2006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jaen2006.files.wordpress.com/2011/02/cincin1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-411" title="cincin" src="http://jaen2006.files.wordpress.com/2011/02/cincin1.jpg?w=253&#038;h=199" alt="" width="253" height="199" /></a>Alkisah…di Kufah ada seorang pemuda tampan, serta sangat rajin beribadah, wajahnya selalu penuh dengan linangan air mata, karena begitu takutnya dengan Allah, dan begitu gembiranya atas segala karunia Allah. Suatu hari, karena ada suatu keperluan, pemuda tersebut berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha’, lisannya tidak pernah berhenti dari zikir, selalu mengagungkan nama Allah, derap langkahnya bijaksana, setiap ada orang dia sapa dengan ramah, di saat sedang berjalan, pemuda itu bertemu dengan seorang wanita dengan kecantikan seindah bidadari surga, jilbab yang lebar, wajah yang rupawan, derap langkah yang mempesona, sungguh menjadi pesona tiap pemuda yang merindukan istri yang shalehah, di saat mata mereka saling menatap, ada sebuah gejolak rasa yang aneh melintas di dalam dada, perasaan aneh yang semakin bergelora, semakin lama semakin menyiksa, dan akhirnya berpuncak pada suatu kesadaran kepada keduanya, <em>Astagfirullah</em>, rupanya syaitan sudah mulai menancapkan godaan sesatnya, keduanya menunduk, mengalihkan pandangan demi menjaga kemuliaan.</p>
<p>Malamnya sungguh menjadi malam yang sangat menyiksa bagi sang pemuda, entah kenapa shalat malamnya menjadi terganggu, setiap dia mengangkat takbir, maka bayangan wanita tersebut kembali muncul, merasuki pikirannya, menghantui jiwanya, air mata pemuda semakin deras, ketika dia kehilangan kekhusukan shalatnya, setelah sekian lama berkecamuk, mencoba melawan bayangan si wanita, pemuda itu jatuh, tersungkur, dan akhirnya pingsan, dengan lelehan air mata yang terus mengalir.</p>
<p>Sedangkan di tempat yang berlainan, sapu tangan wanita basah kuyup akibat menahan air matanya, dia tidak bisa menahan kerinduan yang berkecamuk di dalam dada, setiap cerita dan pendapat dari orang-orang yang mengenal tentang keshalehan dan kemuliaan akhlak sang pemuda sudah membuatnya cukup untuk merasakan cinta, apalagi ketampanan pemuda yang bisa di kategorikan nabi yusuf zaman sekarang semakin membuatnya menggila, rasa rindu semakin menyiksanya.<span id="more-410"></span></p>
<p>Di saat batin sudah menjerit, hati tidak bisa menahan, dan kerinduan tidak terbantahkan, berangkatlah sang pemuda untuk menemui sang ayah wanita yang menarik hatinya, dengan tujuan melamar untuk memuliakan wanita, dan untuk menjaga pandangannya serta menyempurnakan separuh agama, tetapi jawaban sang ayah wanita, seperti guntur yang menggelora, siap mencabik siapa saja yang dekat dengannya, apalah daya, jika si wanita, telah di jodohkan dengan sepupunya, pemuda pulang dengan tangan hampa, hanya iman di dalam dada, yang bisa membuatnya sekuat baja, meskipun tangan seakan menggenggam bara, tetapi baginya, cobaan adalah bentuk dari kasih sayangNya.</p>
<p>Walau demikian, ternyata cinta di antara keduanya benar-benar semakin bergelora, akhirnya sang wanita mengirim surat dengan bantuan seseorang kepada sang pemuda, begitu tahu surat tersebut dari pujaan hatinya, sang pemuda gembira seakan memiliki dunia, di genggamnya surat tersebut, lalu di bacanya dengan perlahan.</p>
<p><em>“Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku”.</em></p>
<p>Batin pemuda semakin tersiksa, dia mempunyai dua pilihan, antara bersenang-senang dengan wanita yang di cintainya meskipun mendapat laknat Allah, atau menolak permintaan pujaan hatinya demi menjaga kemuliaan dirinya, pesona positif dan negatif di dalam dirinya, bertarung sengit, tapi dia yakin, bahwa Allah akan melaknatnya dengan hina, jikalau dia menerima ajakan si wanita, lalu pemuda membalas suratnya.</p>
<p><em>“Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu, “sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar.” (Yunus:15) ,Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobarannya.”</em></p>
<p>Setelah membaca surat dari pemuda, luluhlah hati sang wanita, dia menyadari bahwa syaitan sudah menguasai dirinya, si wanita berkata <em>“Walau demikian, rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertaqwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu.” </em>Dia tebus kesalahannya dengan meningkatkan ketakwaannya, dia jauhi urusan dunia, akan tetapi, dia masih memendam rindunya kepada pemuda, tubuhnya mulai semakin kurus dan kurus menahan rindunya, sampai akhirnya, sang wanita menutup mata untuk selama-lamanya, meninggalkan dunia yang fana. Sang pemuda sering datang menziarahi kuburnya, dia menangis dan mendoakan kebaikan bagi wanita yang di cintainya, suatu hari sang pemuda tertidur di atas kuburannya, dia bermimpi bertemu sang wanita yang dicintainya dalam penampilan yang sangat baik, dalam mimpi, sang pemuda bertanya kepada wanita, <em>“Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kamu dapatkan setelah meninggal?”</em></p>
<p>Sang wanita menjawab <em>“Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya, adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat mengiring menuju kebaikan.”</em></p>
<p>Pemuda itu bertanya,<em> “Jika demikian, kemanakah kau menuju?”</em> Dia jawab, <em>“Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak.”</em></p>
<p>Pemuda itu berkata, <em>“Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu.”</em> Dia jawab, <em>“Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu</em> (Allah <em>Subhanahuwataala</em>) <em>agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah.”</em></p>
<p>Si pemuda bertanya, <em>“Kapan aku bisa melihatmu?”</em> Jawab si wanita: <em>“Tak lama lagi kau akan datang melihat kami.” </em>Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, si pemuda dipanggil oleh Allah menuju kehadiratNya, meninggal dunia.</p>
<p>Begitu indahnya, jikalau cinta, menjadikan seseorang dalam ketaatan, begitu indahnya, jikalau cinta, bersatu dalam ikatan, dan kembali bertemu dalam surgaNya, kekal selama-lamanya dalam kebahagiaan, oh cinta, begitu suci dan mulianya, sebuah cinta yang terjalin dalam ketaatan.</p>
<p>Ketika kita membaca perkataan dari sang wanita <em>“Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya, adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat mengiring menuju kebaikan.”</em> Betapa mulianya jikalau cinta sebagus itu, tapi ketika melihat fenomena di depan mata, sungguh kesucian cinta begitu ternoda, kesucian cinta telah ternoda dengan aktifitas zina, “pacaran” merajalela, dan menjadi menu wajib bagi para kawula muda, andai mereka sadar, betapa terbahak-bahaknya syaitan melihat kelakuan mereka, jikalau cinta bisa di dapatkan melalui “pacaran”, maka siap-siaplah mereka menderita, siap-siaplah mereka tertipu. Ketahuilah saudaraku, tidak ada yang namanya cinta dalam aktifitas pacaran, semuanya embel-embel zina yang di kemas syaitan menjadi perilaku yang menyenangkan, yang namanya zina, itu tidak hanya pada bagian antara pusar sampai lutut, semua anggota tubuh bisa jadi terdakwa, zina mata karena melihat, zina kata-kata karena rayuan gombal, zina hati karena berangan-angan, dan sebagainya, saudaraku, tundukkanlah pandanganmu demi kemulian, jangan biarkan kulitmu di tembus oleh besi dari neraka karena bersentuhan dengan yang bukan mahram, cukuplah Allah sebagai penolongmu dan tempat berserah diri.</p>
<p>Kita lihat, orang pacaran paling alim pegangan tangan, begitu mudahnya cinta di ungkapkan, aku mencintaimu, tetapi dia mengajak pasangannya ke dalam kemaksiatan, apakah seperti itu yang di katakan cinta, bahkan banyak para muslimah yang dulunya penuh ketaatan, tetapi berubah drastis karena aktifitas pacaran, tidak sedikit teman-teman muslimah yang saya kenal terperangkap oleh belenggu seperti itu, meskipun dia memakai kerudung, sering belajar agama, tetapi karena aktifitas pacaran, semuanya menjadi kabur, mereka senang-senang saja saat tangan sang pemuda menyentuh tubuhnya, menyentuh kulitnya, masya Allah, mudah-mudahan kita semakin istiqomah di jalan ketaatan, dan bagi saudara-saudariku yang sedang melakukan hal itu, semoga Allah melembutkan hatimu, menyadarkanmu dari belenggu syaitan.</p>
<p>Sebaik-baik cinta adalah cinta yang di balut dalam ikatan suci pernikahan, saudaraku, bila engkau mencintai seseorang, bingkailah dirimu dan dirinya dengan tali yang di rahmatiNya, sambutlah dirimu dan dirinya dengan keindahan cinta di atas cinta, mohonlah kemantapan untuk membingkai cintamu dalam ikatan suci pernikahan. (<em>http://myhoney.isgreat.org/2010/05/setetes-cicipan-syurga)</em></p>
<p><em>Wallahu ‘alam</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaen2006.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaen2006.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaen2006.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaen2006.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jaen2006.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jaen2006.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jaen2006.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jaen2006.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaen2006.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaen2006.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaen2006.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaen2006.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaen2006.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaen2006.wordpress.com/410/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&amp;blog=472976&amp;post=410&amp;subd=jaen2006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaen2006.wordpress.com/2011/02/09/setetes-cicipan-syurga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa5ef8da2e4f7a84dfda60f6d11cf8eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jaen2006</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jaen2006.files.wordpress.com/2011/02/cincin1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cincin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perpustakaan Nasional Israel Ternyata Menjarah Buku-buku Warga Palestina</title>
		<link>http://jaen2006.wordpress.com/2010/12/29/perpustakaan-nasional-israel-ternyata-menjarah-buku-buku-warga-palestina/</link>
		<comments>http://jaen2006.wordpress.com/2010/12/29/perpustakaan-nasional-israel-ternyata-menjarah-buku-buku-warga-palestina/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Dec 2010 06:59:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jaen2006</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepustakawanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaen2006.wordpress.com/?p=399</guid>
		<description><![CDATA[AMSTERDAM&#8211;Sineas asal Belanda, Benny Brunner, segera meluncurkan film dokumenter terbarunya yang berkisah soal penjarahan buku-buku milik cendekiawan Palestina oleh tentara Israel dalam Perang Arab-Israel 1948. Menurut Brunner, diperkirakan ada 30 ribu buku dan naskah dalam bahasa Arab, termasuk yang langka dan mahal, yang dijarah tentara Israel. Naskah-naskah itu lantas dijadikan koleksi Perpustakaan Nasional Israel. &#8220;Perpustakaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&amp;blog=472976&amp;post=399&amp;subd=jaen2006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><a href="http://jaen2006.files.wordpress.com/2010/12/om-jay.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-400" title="Om Jay" src="http://jaen2006.files.wordpress.com/2010/12/om-jay.jpg?w=318&#038;h=238" alt="" width="318" height="238" /></a>AMSTERDAM&#8211;Sineas asal Belanda, Benny Brunner, segera meluncurkan film dokumenter terbarunya yang berkisah soal penjarahan buku-buku milik cendekiawan Palestina oleh tentara Israel dalam Perang Arab-Israel 1948.</p>
<p style="text-align:left;">Menurut Brunner, diperkirakan ada 30 ribu buku dan naskah dalam bahasa Arab, termasuk yang langka dan mahal, yang dijarah tentara Israel. Naskah-naskah itu lantas dijadikan koleksi Perpustakaan Nasional Israel.</p>
<p style="text-align:left;">&#8220;Perpustakaan Nasional Israel &#8220;mengumpulkan&#8221; buku-buku ini dari pelbagai perpustakaan pribadi orang Palestina yang kabur karena diusir dari rumah mereka pada tahun 1948,&#8221; kata Brunner, Selasa (27/12).<span id="more-399"></span></p>
<p style="text-align:left;">Menurut Brunner, karyawan Perpustakaan Nasional berkoordinasi dengan tentara Israel. Mereka masuk rumah-rumah orang Palestina yang sudah dikosongkan dengan paksa. Kadang-kadang, demikian Benny berlanjut, buku-buku itu sudah dijarah ketika pertempuran masih belum reda.</p>
<p style="text-align:left;">Brunner saat ini dalam proses menghubungi para cendekiawan Palestina pemilik buku-buku tersebut. Salah satu saksi mata yang sudah dihubunginya adalah Nasser Eldin Al Nashashibi, seorang keturunan cendekiawan Arab terkemuka di Yerusalem.</p>
<p style="text-align:left;">Ketika pecah perang tahun 1948, Nasser baru berusia 20 tahunan. Katanya, &#8220;Buku-buku kami dicuri dari rumah ini. Orang-orang Yahudi menjarahnya. Saya lihat dengan mata kepala sendiri.&#8221;</p>
<p style="text-align:left;">Aziz Shehadah, seorang pengacara Arab-Israel dari Nazareth yang sempat magang di Perpustakaan Nasional Israel mengakui penjarahan ini. Ketika tahun 1960-an, Shehadah sempat melihat sejumlah buku langka berbahasa Arab Kuno tentang Islam. &#8220;Semua orang juga tahu, buku-buku itu berasal dari kota Arab, ada beberapa yang masih ada dalam karung.&#8221;</p>
<p style="text-align:left;">Seorang sumber Brunner menambahkan, memang ada karyawan perpustakaan yang bertugas menghapus nama pemilik orang Arab dari sebagian besar buku yang ada. &#8220;Ini menjelaskan mengapa hanya 6.000 buku yang disebut sebagai hak milik yang diabaikan, padahal pada dokumen asli tertera sebanyak 30 ribu buku,&#8221; katanya</p>
<p style="text-align:left;">Tuduhan penjarahan ini dibantah oleh Perpustakaan Nasional Israel. Oren Weiberg, jurubicara Perpustakaan Nasional menyatakan bahwa lembaganya hanya mengelola buku-buku atas nama Dinas Hak Milik Yang Diabaikan di bawah Kementerian Keuangan Israel.</p>
<p style="text-align:left;">Pejabat Kementerian Keuangan Israel juga mengklaim buku-buku di Perpustakaan Nasional Israel bukan buku jarahan. Namun mereka mengatakan pada tahun 1948, mereka bekerja sama dengan Universitas Haifa untuk mengumpulkan buku dari pihak ketiga. &#8220;Pemilik asli buku-buku ini, demikian tertera dalam reaksi tertulis Kementerian Keuangan Israel, tidaklah diketahui,&#8221; demikian pernyataan Kementerian Keuangan.</p>
<p style="text-align:left;">Tidak hanya itu rupanya. Brunner bertemu dengan seorang warga Israel yang pada tahun 1960-an pernah membeli buku bekas di Perpustakaan Nasional Israel. Lucunya, buku bekas itu ternyata punya rekan si warga Israel, yang kebetulan orang Palestina.<br />
&#8220;Kalau ada buku-buku yang tidak menarik bagi perpustakaan, seperti buku pelajaran sekolah, maka buku itu akan mereka jual. Bayangkan saja menjual barang curian kepada pemilik barang yang dicuri itu!&#8221; kata si warga Israel.</p>
<p style="text-align:left;">Sumber:RepublikaOnline</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaen2006.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaen2006.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaen2006.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaen2006.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jaen2006.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jaen2006.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jaen2006.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jaen2006.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaen2006.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaen2006.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaen2006.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaen2006.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaen2006.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaen2006.wordpress.com/399/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&amp;blog=472976&amp;post=399&amp;subd=jaen2006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaen2006.wordpress.com/2010/12/29/perpustakaan-nasional-israel-ternyata-menjarah-buku-buku-warga-palestina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa5ef8da2e4f7a84dfda60f6d11cf8eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jaen2006</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jaen2006.files.wordpress.com/2010/12/om-jay.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Om Jay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Toleransi dalam Islam: Akidah, Bukan Soal Strategi atau Pura-pura</title>
		<link>http://jaen2006.wordpress.com/2010/09/25/pedia-islam-%c2%bb-hikmah-toleransi-dalam-islam-akidah-bukan-soal-strategi-atau-pura-pura/</link>
		<comments>http://jaen2006.wordpress.com/2010/09/25/pedia-islam-%c2%bb-hikmah-toleransi-dalam-islam-akidah-bukan-soal-strategi-atau-pura-pura/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Sep 2010 05:57:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jaen2006</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL ISLAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaen2006.wordpress.com/?p=393</guid>
		<description><![CDATA[Islam adalah ajaran yang bersumber dari wahyu Allah SWT yang nilai kebenarannya bersifat mutlak absolut dan tidak perlu diragukan lagi (QS 2: 2, QS 2: 147, QS 3: 60). Ia adalah ajaran yang jika dilaksanakan secara istikamah dalam kehidupan sehari-hari, akan memberikan rahmat, kasih sayang, dan kenyamanan. Bukan saja pada umat manusia tanpa membedakan agama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&amp;blog=472976&amp;post=393&amp;subd=jaen2006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Islam adalah ajaran yang bersumber dari wahyu Allah SWT yang nilai kebenarannya bersifat mutlak absolut dan tidak perlu diragukan lagi (QS 2: 2, QS 2: 147, QS 3: 60). Ia adalah ajaran yang jika dilaksanakan secara istikamah dalam kehidupan sehari-hari, akan memberikan rahmat, kasih sayang, dan kenyamanan.</p>
<p>Bukan saja pada umat manusia tanpa membedakan agama dan ras, melainkan juga bagi seluruh alam semesta (QS 21: 107). Betapa tidak, orang yang merusak tanaman dan hewan tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan, dianggap sebagai orang yang berbuat fasik dan berbuat jahat yang sangat dimurkai Allah SWT (QS 2: 205).<span id="more-393"></span></p>
<p>Adalah dianggap sebagai perbuatan ihsan (sangat terpuji) jika seseorang yang membunuh seekor binatang, melakukannya dengan cara-cara yang baik. Dan, ketika menyembelih, disembelih pula dengan cara yang baik dengan menggunakan pisau yang tajam dan mengistirahatkan terlebih dahulu binatang yang disembelihnya sampai benar-benar mati sebelum diolah atau dimasak (HR Muslim).</p>
<p>Apalagi terhadap manusia sebagai makhluk paling mulia, yang diberikan akal untuk berpikir, hati untuk merasa, telinga untuk mendengar, mulut untuk berbicara, dan mata untuk melihat (QS 16: 78, QS 55: 4). Manusia diberikan kebebasan untuk memeluk sesuatu agama sesuai dengan keyakinannya tanpa ada paksaan sedikit pun (QS 2: 256).</p>
<p>Pemaksaan hanyalah akan mengundang kebencian Allah SWT. Perhatikan firman-Nya dalam QS 10: 99. &#8220;Dan, jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka, apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?&#8221;</p>
<p>Secara empiris, telah terbukti dalam sejarah bahwa umat Islam sangat toleran terhadap penganut agama lain. Bahkan, ketika umat Islam berkuasa pun tidak ada yang dipaksa untuk memeluk ajaran Islam, termasuk umat Islam di Indonesia yang jumlahnya mayoritas, terkenal sangat toleran pada umat lain, bahkan melindungi mereka.</p>
<p>Toleransi kepada umat lain, bagi umat Islam, merupakan persoalan akidah, bukan persoalan strategi atau berpura-pura untuk mencari kelemahan dan kelengahan umat lain. Karena itu, jika terjadi pertentangan antarumat beragama di Indonesia, dipastikan sumbernya bukan berasal dari umat Islam, melainkan dari umat lain yang sombong dan takabur dengan harta dan kekuasaannya.</p>
<p>Walaupun merupakan mayoritas dan yang lain minoritas, umat Islam bersedia diatur dalam peraturan bersama, yaitu SKB dua menteri, demi kepentingan nasional dan kebersamaan. Justru, sekarang terlihat dengan jelas umat lainlah yang ingin mencabut SKB tersebut agar mereka leluasa menyebarkan agamanya, walaupun kepada umat Islam sekalipun. Jika ini dikabulkan oleh pemerintah (SKB tersebut dicabut), akan terjadi kekacauan dan pertentangan yang sangat merugikan dan melemahkan keutuhan bangsa dan negara serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).</p>
<p>Mudah-mudahan para pemimpin bangsa dan negara serta para pemimpin umat semakin arif dalam menangani kasus-kasus yang berbau SARA tersebut, untuk tidak selalu menyudutkan kelompok-kelompok dalam tubuh umat Islam. Wallahu a&#8217;lam bishawab.</p>
<p>Sumber: http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah<br />
Red: Budi Raharjo<br />
Rep: Oleh KH Didin Hafidhuddin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaen2006.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaen2006.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaen2006.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaen2006.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jaen2006.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jaen2006.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jaen2006.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jaen2006.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaen2006.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaen2006.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaen2006.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaen2006.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaen2006.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaen2006.wordpress.com/393/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&amp;blog=472976&amp;post=393&amp;subd=jaen2006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaen2006.wordpress.com/2010/09/25/pedia-islam-%c2%bb-hikmah-toleransi-dalam-islam-akidah-bukan-soal-strategi-atau-pura-pura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa5ef8da2e4f7a84dfda60f6d11cf8eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jaen2006</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makna Silaturahim Dalam Pandangan Islam</title>
		<link>http://jaen2006.wordpress.com/2010/09/22/makna-silaturahim-dalam-pandangan-islam/</link>
		<comments>http://jaen2006.wordpress.com/2010/09/22/makna-silaturahim-dalam-pandangan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Sep 2010 08:05:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jaen2006</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL ISLAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaen2006.wordpress.com/?p=391</guid>
		<description><![CDATA[Kalimat silaturahmi berasal dari bahasa Arab, tersusun dari dua kata silah yaitu, alaqah (hubungan) dan kata al-rahmi yaitu, Al-Qarabah (kerabat) atau mustauda Al-Janin artinya “rahim atau peranakan”. (Al-Munawwir, 1638, 1668) kata Al-Rahim seakar dengan kata Al-Rahmah dari kata rahima “menyayangi-mengasihi”. Jadi secara harfiyah Silaturahmi artinya “Menghubungkan tali kekerabatan, menghubungkan kasih sayang”. Al-Raghib (ayat 191) mengkaitkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&amp;blog=472976&amp;post=391&amp;subd=jaen2006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalimat silaturahmi berasal dari bahasa Arab, tersusun dari dua kata silah yaitu, alaqah (hubungan) dan kata al-rahmi yaitu, Al-Qarabah (kerabat) atau mustauda Al-Janin artinya “rahim atau peranakan”. (Al-Munawwir, 1638, 1668) kata Al-Rahim seakar dengan kata Al-Rahmah dari kata rahima “menyayangi-mengasihi”. Jadi secara harfiyah Silaturahmi artinya “Menghubungkan tali kekerabatan, menghubungkan kasih sayang”.</p>
<p>Al-Raghib (ayat 191) mengkaitkan kata rahim dengan rahim Al-marah (rahim seorang perempuan) yaitu tempat bayi di perut ibu. Yang bayi itu punya sifat disayangi pada saat dalam perut dan menyayangi orang lain setelah keluar dari perut ibunya. Dan kata rahim diartikan “kerabat” karena kerabat itu keluar dari satu rahim yang sama.</p>
<p>Al-Raghib juga mengutip sabda Nabi, yang isinya menyebutkan, ketika Allah SWT  menciptakan rahim, Ia berfirman, “Aku al-Rahman dan engkau Al-Rahim, aku ambil namamu dari namaku, siapa yang menghubungkan padamu Aku menghubungkannya dan siapa yang memutuskan denganmu Aku memutuskannya”.</p>
<p>Ini memberi isyarat bahwa rahmah-rahim mengandung makna Al-Riqqatu (belas-kasihan) dan al-Ihsân (kedermawanan, kemurahan hati).</p>
<p>Ini sejalan dengan pendapat Abdurrahman Faudah (13) yang menyebutkan, “Rahmah adalah belas kasihan dalam hati yang menghendaki keutamaan dan kebaikan”.<span id="more-391"></span></p>
<p>Dengan makna di atas, secara harfiyah arti silaturahmi dapat dikatakan pula, menyambungkan kasih-sayang atau kekerabatan yang menghendaki kebaikan. Dan secara istilah makna silaturahmi, antara lain dapat dipahami dari apa yang dikemukakan Al-maraghi (1971, V:93) yang menyebutkan, “Yaitu menyambungkan kebaikan dan menolak sesuatu yang merugikan dengan sekemampuan”.</p>
<p>Selain itu kalimat silaturahmi merupakan uslub Qur’ani, bahasa Al-Qur’ân, bahasa yang digunakan oleh Rasul Saw. Tentu tidak ada bahasa Arab yang lebih baik kecuali bahasanya Al Quran, bahasanya yang digunakan oleh Nabi, bukan bahasa Arab Ashriyah (modern) bukan pula bahasa Arab Amiyah (bahasa Arab pasar) Alquran telah mengisyaratkan tentang hal itu, antara lain firman Allah SWT, dalam Al-Ra’du 21.<br />
Terhadap lafadz Yashiluna para mufashir, seperti Al-Maraghi (V:93) Mahmud Hijazi (II:228) dan Shawi (II:336) Jalaludin al-Syuyuthi (IV:637) tidak berbeda pendapat, bahwa yang dimaksud adalah yashiluuna arrahmi menyambungkan kekerabatan, kasih sayang yang merupakan haq semua hamba.</p>
<p>Dan kata Arrahmi ditunjukan pula oleh al-Kahfi dalam ayat 81 dengan kalimat Aqrabu rahman lebih dalam kasih sayangnya) Jadi silaturahmi itu bahasa Al Quran. Sementara kalimat silaturahmi yang disabdakan oleh Nabi dan sebagai bahasanya Nabi, banyak kita jumpai dalam hadits-hadits, antara lain: “Asra’ul khaira tsawaaban albirra wa shilatur rahmi.” kebaikan yang paling cepat balasannya, yaitu berbuat kebaikan dan silaturahmi.</p>
<p>Seperti telah disebutkan di atas, kata al-rahmi erat kaitannya dengan wanita, yaitu, rahimnya seorang ibu, tempat janin dalam perut seorang wanita. Wanita pada masa Arab Jahili dipandang rendah tidak bernilai, karena itu bayi wanita yang baru lahir dari perut seorang ibu, mereka bunuh. Dan seorang ibu yang ditinggal mati oleh suaminya, dipandang harta pusaka yang dapat diwariskan kepada ahli warisnya.</p>
<p>Silaturahmi yang diperintahkan Allah Swt, tidak dapat dilepaskan dari tugas Rasul untuk melakukan (tazkiyah) pembersihan, yaitu dalam hal ini tazkiyah al-akhlak (Pembersihan prilaku) yang kotor yang dilakukan Arab Jahili, yang memandang wanita tidak benilai Maka untuk itu, Allah dan Rasulnya melarang membunuh anak wanita atau laki-laki, dalam firmannya Al-Anam: 151, dan melarang menjadikan wanita sebagai harta pusaka, dalam firmannya An-Nisa: 19.<br />
Dalam hal berbakti, berbuat kebaikan, menghubungkan tali kekerabatan/silaturahmi, Islam memperhatikan terlebih dahulu kepada wanita. Dengan kata lain silaturahmi mengandung makna “Mengangkat derajat wanita” yang dulu direndahkan oleh orang Arab Jahili.</p>
<p>Hal ini sebagaimana terungkap dalam beberapa hadits Nabi, antara lain, Khalid bin Ma’dan berkata: Saya mendengar Rasulullah Saw bersabda, sesungguhnya Allah mewasiatkanmu (berbuat baik) kepada ibumu (3X) Kemudian beliau bersabda: Sesungguhnya mewasiatkanmu (berbuat baik) kepada bapakmu (2X) kemudian bersabda, Ia wasiatkan kepadamu (berbuat baik) kepada yang lebih dekat lalu pada yang lebih dekat. (Ibnu Majah)</p>
<p>Dan dalam keterangan lain dari Abi Ramtsah ia berkata: Aku sampai pada Rasulullah, lalu aku mendengar ia bersabda: Berbuat baiklah kepada ibumu, dan bapakmu dan saudara perempuanmu dan saudara laki-lakimu kemudian kepada yang lebih dekat padamu lalu kepada yang lebih dekat padamu (Shahihain).</p>
<p>Dalam Islam, diajarkan pula silaturahmi kepada orang yang telah meninggal, yaitu dengan cara menghubungkan kasih sayang kepada saudara orang yang telah mati yang masih hidup. Dalam sebuah hadits Ibnu Hibban dari Abi Burdah dijelaskan, Ash-Shiddiqi (1977, Al-Islam, II:374) membagi silaturahmi kepada dua bagian, silaturahmi umum dan silaturahmi khusus Silaturahmi umum yaitu, silaturahmi kepada siapa saja; seagama datidak seagama, kerabat dan bukan kerabat. Di sini kewajiban yang harus dilakukan diantaranya menghubungi, mengasihi, berlaku tulus, adil, jujur dan berbuat baik dan lain sebagainya yang bersifat kemanusiaan. Silaturahmi ini disebut silaturahmi kemanusiaan.</p>
<p>Silaturahmi khusus yaitu, silaturahmi kepada kerabat, kepada yang seagama, yaitu dengan cara membantunya dengan harta, dengan tenaga, menolong, menyelesaikan hajatnya, berusaha menolak kemadharatan yang menimpanya, dan berdo’a, dan membimbing agamanya karena takut adzab Allah. Al-Maraghi (V:93) menyebutkan silaturahmi kepada kerabat mu’min, yaitu menghubungkan karena imannya, ihsan, memberi pertolongan, mengasihi, menyampaikan salam, menengok yang sakit, membantu dan memperhatikan haknya.</p>
<p>“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan:dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros”. (QS. 17:26)</p>
<p>“Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk”. (QS. 13:21)<br />
Dengan memperhatikan dan membandingkan dua hal di atas (Silaturahmi dan Halal bi halal) Silaturahmi lebih bermakna dari pada halal bi halal. Suatu kegiatan yang mengandung nilai baik, alangkah baiknya jika diberi nama yang baik pula. Tradisi berkumpul, bersalaman, saling memaafkan yang dilakukan sebagian orang di Indonesia setelah Idul Fitri yang suka disebut halal bi halal.(http://www.hariansumutpos.com/2010/05/44504/silaturahmi-dalam-pandangan-islam.html)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaen2006.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaen2006.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaen2006.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaen2006.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jaen2006.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jaen2006.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jaen2006.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jaen2006.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaen2006.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaen2006.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaen2006.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaen2006.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaen2006.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaen2006.wordpress.com/391/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&amp;blog=472976&amp;post=391&amp;subd=jaen2006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaen2006.wordpress.com/2010/09/22/makna-silaturahim-dalam-pandangan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa5ef8da2e4f7a84dfda60f6d11cf8eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jaen2006</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengobati Luka Dihati</title>
		<link>http://jaen2006.wordpress.com/2010/09/02/mengobati-luka-dihati/</link>
		<comments>http://jaen2006.wordpress.com/2010/09/02/mengobati-luka-dihati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 04:04:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jaen2006</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaen2006.wordpress.com/?p=352</guid>
		<description><![CDATA[By: agussyafii Ya Allah, mengapa Engkau ambil dia dariku? Apa yang harus saya lakukan? Begitulah jeritan hati tema diskusi saya pada acara on air di Radio Bahana FM Jakarta Rabu Malam kemaren. Mengapa kehilangan dapat menyebabkan penderitaan pada diri kita? Ada apa dengan kehilangan itu sendiri? Pada dasarnya keterikatan kita pada apa dan siapa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&amp;blog=472976&amp;post=352&amp;subd=jaen2006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jaen2006.files.wordpress.com/2010/09/obat-hati.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-355" title="obat hati" src="http://jaen2006.files.wordpress.com/2010/09/obat-hati.jpg?w=195&#038;h=258" alt="" width="195" height="258" /></a>By: agussyafii</p>
<ol style="text-align:left;"> Ya Allah, mengapa Engkau ambil dia dariku? Apa yang harus saya lakukan? Begitulah jeritan hati tema diskusi saya pada acara on air di Radio Bahana FM Jakarta Rabu Malam kemaren.  Mengapa kehilangan dapat menyebabkan penderitaan pada diri kita? Ada apa dengan kehilangan itu sendiri?</p>
<p>Pada dasarnya keterikatan kita pada apa dan siapa yang hilang menentukan tentukan kualitas kedukaan. Semakin kita terikat kita pada diri seseorang atau sesuatu maka semakin perihnya kehilangan. Lantas apakah kita terikat dengan seseorang atau sesuatu itu salah? Tentu saja tidak salah! Sejak kita lahir, kita tergantung dan terikat oleh sosok ibu. Kita mulai beranjak dewasa, kita membutuhkan keberadaan orang lain untuk bersosialisasi. Tidak ada didalam hidup ini yang kita bisa mengerjakan semuanya dengan sendiri, kita membutuhkan orang lain. Termasuk kita butuh untuk dicintai oleh orang lain.</p>
<p>Kebutuhan itulah yang membuat kita menjadi terikat pada orang lain. Anak-anak muda bahkan sengaja mengikat dirinya dengan teman-temannya agar eksistensi dirinya diakui. Di Jepang bahkan ada seorang kakek rela masuk penjara hanya untuk mencari teman ngobrol. Hal itu karena kebosanan yang luar biasa dan rasa kesepian yang ada pada dirinya. Ya, daripada bengong dirumah sendiri, kan mendingan ada teman ngobrol sekalipun itu dipenjara. begitulah pikir sang kakek.</p>
<p>Disatu sisi kita memang membutuhkan keterikatan tetapi disisi lain keterikatan itu menyebabkan luka dihati kita karena rasa kehilangan. faktor keterikatan dan ketergantungan itulah yang mempengaruhi proses luka atau penderitaan yang kita rasakan termasuk penyembuhannya itu sendiri. Lantas bagaimana caranya kita mengobati atau menyembuhkan luka dihati?</p>
<p>Cara mengobatinya adalah Tawakal kepada Allah. Pahami semua yang kita anggap milik kita sebenarnya milik Allah. Apa yang melekat pada diri kita semuanya milik Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala. Tawakal merupakan puncak qanaah dan pasrah bukan hanya menerima atas pemberian Allah  dan ridha atas ketetapanNya namun juga yakin akan semua yang kita miliki termasuk hidup kita adalah amanah dari Allah. Bila yang Maha Pemilik Sejati memintanya kembali, kita pun ikhlas menerima sebab kita tidak memiliki apa-apa dan kita tidak dimiliki siapa-siapa melainkan Allah Semata. Itulah cara mengobati luka dihati.</p>
<p>Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada satu binatang melatapun melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku diatas jalan yang lurus. (QS. Hud : 56)</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaen2006.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaen2006.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaen2006.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaen2006.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jaen2006.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jaen2006.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jaen2006.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jaen2006.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaen2006.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaen2006.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaen2006.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaen2006.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaen2006.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaen2006.wordpress.com/352/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&amp;blog=472976&amp;post=352&amp;subd=jaen2006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaen2006.wordpress.com/2010/09/02/mengobati-luka-dihati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa5ef8da2e4f7a84dfda60f6d11cf8eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jaen2006</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jaen2006.files.wordpress.com/2010/09/obat-hati.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">obat hati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Kita Menangis?</title>
		<link>http://jaen2006.wordpress.com/2010/09/02/mengapa-kita-menangis/</link>
		<comments>http://jaen2006.wordpress.com/2010/09/02/mengapa-kita-menangis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 04:01:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jaen2006</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaen2006.wordpress.com/?p=350</guid>
		<description><![CDATA[By: agussyafii Pernah ada yang bertanya, mengapa kita menangis? Karena Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Salam menganjurkan kita agar menangis. Menangislah karena Allah, sebab menangis karena Allah adalah perbuatan mulia. Bahkan Allah akan memberikan dua hal bagi orang yang menangis karena Allah. Pertama, mendapatkan cinta Allah. Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Salam bersabda, &#8216;Tidak ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&amp;blog=472976&amp;post=350&amp;subd=jaen2006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jaen2006.files.wordpress.com/2010/09/air-mata.jpg"><img src="http://jaen2006.files.wordpress.com/2010/09/air-mata.jpg?w=221&#038;h=228" alt="" title="air mata" width="221" height="228" class="alignleft size-full wp-image-358" /></a>By: agussyafii</p>
<p>Pernah ada yang bertanya, mengapa kita menangis? Karena Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Salam  menganjurkan kita agar menangis. Menangislah karena Allah, sebab menangis karena Allah adalah perbuatan mulia. Bahkan Allah akan memberikan dua hal bagi orang yang menangis karena Allah.</p>
<p>Pertama, mendapatkan cinta Allah. Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Salam bersabda, &#8216;Tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allah karena takut kepada Allah selain dua tetesan dan dua bekas. Yakni tetesan air mata takut kepada Allah dan tetesan darah yang mengalir di jalan Allah. Ada dua bekas yakni bekas dari jihad di jalan Allah dan menunaikan salah satu yang Allah tetapkan.&#8217; (HR. Tirmidzi).</p>
<p>Kedua, tidak akan dimasukkan ke dalam api neraka. Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Salam bersabda, &#8216;Dua mata yang tidak akan tersentuh api neraka, yakni mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang terjaga karena waspada di jalan Allah (HR. Tirmidzi).</p>
<p>KIta dengan segala kesibukan duniawi kita seringkali lupa diri sehingga sadar atau tidak kita melakukan dosa dan kesalahan yang menyebabkan Allah memberi kita berbagai macam ujian, cobaan dan musibah. Menangis karena Allah menjadi titik balik kesadaran kita menemukan diri sendiri. Kita menjadi manusia yang memiliki sebuah kesadaran diri bahwa dimanapun kita berada dan kapanpun, Allah senantiasa melihat apa yang kita kerjakan.</p>
<p>Jadi, menangislah karena Allah!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaen2006.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaen2006.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaen2006.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaen2006.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jaen2006.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jaen2006.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jaen2006.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jaen2006.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaen2006.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaen2006.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaen2006.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaen2006.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaen2006.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaen2006.wordpress.com/350/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&amp;blog=472976&amp;post=350&amp;subd=jaen2006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaen2006.wordpress.com/2010/09/02/mengapa-kita-menangis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa5ef8da2e4f7a84dfda60f6d11cf8eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jaen2006</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jaen2006.files.wordpress.com/2010/09/air-mata.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">air mata</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengingat Kematian</title>
		<link>http://jaen2006.wordpress.com/2010/09/02/mengingat-kematian/</link>
		<comments>http://jaen2006.wordpress.com/2010/09/02/mengingat-kematian/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 02:39:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jaen2006</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaen2006.wordpress.com/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[By: agussyafii Imam Syafii pernah ditanya seseorang, &#8216;Apa itu kematian?&#8217; Beliau menjawab, &#8216;kematian itu layaknya tidur yang mendatangi kalian setiap malam. Hanya saja waktunya sangat panjang, tak terbangunkan sampai kiamat. Dalam tidur saja orang bisa bermimpi indah melihat hal yang menyenangkan atau mengerikan maka keadaan gembira atau keadaan sedih ketika tidur. Inilah makna kematian, Maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&amp;blog=472976&amp;post=348&amp;subd=jaen2006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jaen2006.files.wordpress.com/2010/09/waktu.jpg"><img src="http://jaen2006.files.wordpress.com/2010/09/waktu.jpg?w=276&#038;h=182" alt="" title="waktu" width="276" height="182" class="alignleft size-full wp-image-360" /></a>By: agussyafii</p>
<p>Imam Syafii pernah ditanya seseorang, &#8216;Apa itu kematian?&#8217; Beliau menjawab, &#8216;kematian itu layaknya tidur yang mendatangi kalian setiap malam. Hanya saja waktunya sangat panjang, tak terbangunkan sampai kiamat. Dalam tidur saja orang bisa bermimpi indah melihat hal yang menyenangkan atau mengerikan maka keadaan gembira atau keadaan sedih ketika tidur. Inilah makna kematian, Maka bersiap-siaplah kalian. Bagi seorang Mukmin kematian adalah keindahan.</p>
<p>&#8220;Ingatlah sesungguhnya kekasih Allah, itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akherat. (QS. Yunus : 62-64).</p>
<p>Imam Shiddiq pernah diminta gambaran tentang kematian, beliau menjawab, &#8216;Buat orang yang ingkar, kematian seperti terkena patukan ular atau sengatan kalajengking namun bagi orang yang beriman kematian layaknya seperti mencium parfum terwangi yang dicium, lalu tertidur pulas karena wanginya dan luluhlah seluruh rasa letih dan penatnya.&#8217;</p>
<p>Yaitu orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan kepada mereka, &#8216;Salaamun &#8216;alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan.&#8217; (QS. An-Nahl : 32).</p>
<p>Teman yang berbahagia, mari dibulan suci Ramadhan ini kita sama-sama mengingat kematian sebab bagi seorang Mukmin mengingat kematian membuat kita bergegas untuk melakukan kebaikan, sebagaimana Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Salam bersabda, &#8216;Barang siapa yang waspada terhadap kematian, niscaya dia akan bergegas melakukan kebaikan.&#8217; (HR. Abu Dawud).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaen2006.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaen2006.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaen2006.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaen2006.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jaen2006.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jaen2006.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jaen2006.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jaen2006.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaen2006.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaen2006.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaen2006.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaen2006.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaen2006.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaen2006.wordpress.com/348/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&amp;blog=472976&amp;post=348&amp;subd=jaen2006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaen2006.wordpress.com/2010/09/02/mengingat-kematian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa5ef8da2e4f7a84dfda60f6d11cf8eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jaen2006</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jaen2006.files.wordpress.com/2010/09/waktu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">waktu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bergembiralah, Bulan Ramadhan Tiba</title>
		<link>http://jaen2006.wordpress.com/2010/08/12/bergembiralah-bulan-ramadhan-tiba/</link>
		<comments>http://jaen2006.wordpress.com/2010/08/12/bergembiralah-bulan-ramadhan-tiba/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 07:47:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jaen2006</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaen2006.wordpress.com/?p=333</guid>
		<description><![CDATA[Nabi mengibaratkan Ramadhan laksana sajian atau jamuan ilahi. Umat Islam adalah tamu istimewa yang akan menyantap sajian itu. SEBUAH short message service (SMS) masuk ke layar HP. Pesan pendek itu berbunyi, “Marhaban ya syahral Ramadhan. Bulan yang penuh berkah. Mari kita siapkan fisik dan hati untuk menyambut kedatangannya.” Demikian pesan pendek dari seorang teman lama. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&amp;blog=472976&amp;post=333&amp;subd=jaen2006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jaen2006.files.wordpress.com/2010/08/tarhib-ramadhan.jpg"><img src="http://jaen2006.files.wordpress.com/2010/08/tarhib-ramadhan.jpg?w=180&#038;h=180" alt="" title="tarhib ramadhan" width="180" height="180" class="alignleft size-full wp-image-363" /></a>Nabi mengibaratkan Ramadhan laksana sajian atau jamuan ilahi. Umat Islam adalah tamu istimewa yang akan menyantap sajian itu. SEBUAH short message service (SMS) masuk ke layar HP. Pesan pendek itu berbunyi,  “Marhaban ya syahral Ramadhan. Bulan yang penuh berkah. Mari kita siapkan fisik dan hati untuk menyambut kedatangannya.” Demikian pesan pendek dari seorang  teman lama. Pendek tapi penuh makna.</p>
<p>Selain SMS tadi, ada puluhan SMS sejenis lainnya dengan redaksi yang berbeda. Tapi, intinya sama; mengingatkan jika Ramadhan akan segera tiba. Berkirim SMS adalah tren baru di era modern seperti sekarang. Di mana jarak dan ruang tidak jadi kendala. Tanpa harus merogoh kocek dalam, dengan alat canggih ini, kita bisa mengirim pesan ke saudara, teman, atau pun kolega atas datangnya bulan<br />
suci Ramadhan. Saya kira, siapapun dia, jika mendapat SMS tersebut pasti gembira. Karenanya, coba saja lakukan hal sederhana ini. Tak ada salahnya bukan?</p>
<p>Jika ditanya, bagaimana perasaan Anda jika Ramadhan datang menghampiri Anda? Senang, pasti itulah jawabannya. Betapa tidak? Di bulan yang dinanti jutaan umat Islam di seluruh dunia ini, terkandung banyak keutamaan dan kemuliaan. Tak heran jika Nabi Muhammad SAW mengatakan bulan ini termasuk bulan terbaik dari bulan-bulan lainnya. Apalagi, di dalamnya ada satu malam (Lailatul Qadr),<br />
sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan.</p>
<p>Karena itu, tak heran, jika setiap orang di seluruh dunia berbahagia menyambut kedatangannya. Mereka akan berburu pahala dengan berlomba-lomba dalam kebaikan dan ibadah. Lihat saja, setiap malam, masjid selalu penuh oleh jamaah tarawih, tilawah al-Quran membahana di surau dan masjid-masjid hampir di seluruh penjuru dunia, umat Islam berlomba mengeluarkan ta’jil dan buka puasa. Fenomena inilah yang tak dijumpai selain di bulan Ramadhan. Tak salah, jika Ramadhan memang bulan penuh rahmah (kasih sayang). Subhanallah.</p>
<p>Bulan Ramadhan ibarat oase, penyejuk di tengah gersangnya kehidupan. Sebelas bulan lamanya kita merasa larut oleh hiruk pikuk rutinitas duniawi. Pergi pagi pulang sore untuk mencari rezeki. Ibadah terkadang dilakukan hanya yang wajib. Tak pelak, raga pun jadi letih. Begitu juga spiritual, kering kerontang. Jika ini tidak diobati, bisa jadi lambat laun akan rusak bahkan mati. Nah, Ramadhan<br />
datang sebagai oase. Kehadirannya penghapus dahaga sekaligus penyejuk. Yang sakit pun akan terobati. Sesuai kata Nabi, barang siapa yang puasa, maka akan sehat (shuumu tasihhu).</p>
<p>Bulan Ramadhan juga kaya akan bonus. Beda dengan bulan-bulan lainnya. Allah SWT betul-betul memanjakan hamba-Nya. Di bulan itu pahala dilipatgandakan. Karena itu, satu biji kurma kita sedekahkan, akan bernilai pahala yang sangat besar. Bahkan bisa jadi wasilan atau jalan masuk surga. Belum lagi misalnya dengan pahala amal saleh lainnya, seperti sedekah, shalat, tilawah al-Quran,qiyamul<br />
lail (shalat malam), dan ibadah lainnya. Maka, barangsiapa yang mengerjakannya, niscaya panen pahala. Siapapun dijamin bakal terpikat oleh Ramadhan. Karena itu, bergembiralah. </p>
<p>Terkait hal itu, Ali Bin Abi Thalib pernah berkata, Nabi Muhammad SAW berkata pada para sahabat ketika Ramadhan akan tiba. &#8220;Sesungguhnya telah datang kepada kalian &#8220;Bulan Allah&#8221; yang penuh berkah, rahmat dan maghfirah, yaitu bulan yang di sisi Allah lebih mulia dari bulan-bulan lainnya. Hari-harinya pun lebih utama dari pada hari-hari (di bulan) lainnya. Malam-malamnya lebih mulia dari<br />
malam-malam biasa. Detik-detiknya pun lebih utama dari detik-detik di bulan lainnya.”</p>
<p>Nabi pun mengibaratkan Ramadhan laksana sajian atau jamuan ilahi. Dan, umat Islam adalah tamu istimewa yang akan menyantap sajian itu. Ketika itu, nafas orang berpuasa ibarat tasbih, tidurnya laksana ibadah, doa-doa yang dipanjatkan akan terkabul. Subhanallah, betapa agungnya bulan Ramadhan. Andai seluruh bulan adalah Ramadhan, betapa banyaknya pahala yang dapat. Karena<br />
itu, tak heran jika nabi Muhammad bersabda:“Sekiranya manusia mengetahui  kebaikan-kebaikan yang terdapat di bulan Ramadhan, tentu mereka mengharapkan agar seluruh bulan adalah bulan Ramadhan.” (HR. Ibnu Huzaimah).</p>
<p>Tidak hanya itu, Nabi Muhammad SAW juga bersabda dalam hadist yang diriwayatkan Nasa’i dan Baihaki. “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah telah mewajibkan di dalamnya puasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu langit, menutup pintu neraka, dan membelenggu setan-setan. Di dalamnya Allah memiliki satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang<br />
siapa yang diharamkan kebaikan malam itu, maka ia sungguh telah diharamkan (dari kebaikan).”</p>
<p>Hadist ini, oleh Imam Ibnu Rajab al-Hambali dijadikan dalil untuk memberikan ucapan selamat datang Ramadhan yang biasa dilakukan umat Islam. Ia mengatakan, tak ada alasan bagi umat Islam untuk tidak bergembira dengan datangnya bulan suci. Pasalnya, di bulan ini, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, setan dibelenggu, dan disediakannya malam lailatul qadr.</p>
<p>Tidak dipungkiri lagi, bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan. Karena itu, momen itu sangatlah berharga. Terlebih, Allah SWT masih memberi kesempatan umur untuk bersua lagi dengannya. Sebab, ada banyak orang lain, yang dulu berjumpa, tapi kini telah pergi. Karena itu, mari kita siapkan diri kita, baik hati dan fisik untuk menyongsong datangnya tamu Allah itu. Sejak sekarang, memperbanyak amal saleh dan menjauhi larangannya. Jangan sampai, bulan itu datang, tapi diri kita penuh noda dan dosa. Akan lebih eloknya, jika ia datang, kita sambut dengan penuh suka cita dan bersih dari segala dosa. Sehingga kita bisa menjalankan ibadah puasa dengan khidmat. Insya Allah. Amin. [ans/www.hidayatullah.com]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaen2006.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaen2006.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaen2006.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaen2006.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jaen2006.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jaen2006.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jaen2006.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jaen2006.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaen2006.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaen2006.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaen2006.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaen2006.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaen2006.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaen2006.wordpress.com/333/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&amp;blog=472976&amp;post=333&amp;subd=jaen2006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaen2006.wordpress.com/2010/08/12/bergembiralah-bulan-ramadhan-tiba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa5ef8da2e4f7a84dfda60f6d11cf8eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jaen2006</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jaen2006.files.wordpress.com/2010/08/tarhib-ramadhan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tarhib ramadhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puasa Zahir Bergantung Kepada Puasa Batin</title>
		<link>http://jaen2006.wordpress.com/2010/07/27/puasa-zahir-bergantung-kepada-puasa-batin/</link>
		<comments>http://jaen2006.wordpress.com/2010/07/27/puasa-zahir-bergantung-kepada-puasa-batin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 08:22:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jaen2006</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaen2006.wordpress.com/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Baca-baca berita hari ini, banyak berita yang lucu. Menjelang Ramadan, semuanya pada &#8220;pengen&#8221; sholeh, kantor-kantor pada mau buka pengajian, artis-artis pada pakai jilbab serta berlomba-lomba main sinetron Islami dan hikmah. Para koruptor juga pada mau umrah. Tempat-tempat hiburan berdugem ria ditutup untuk sementara. Semoga ini jangan cuman jamur yang tumbuh di musim hujan saja!!! Maaf, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&amp;blog=472976&amp;post=335&amp;subd=jaen2006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jaen2006.files.wordpress.com/2010/07/cermin.jpg"><img src="http://jaen2006.files.wordpress.com/2010/07/cermin.jpg?w=269&#038;h=187" alt="" title="cermin" width="269" height="187" class="alignleft size-full wp-image-369" /></a>Baca-baca berita hari ini, banyak berita yang lucu. Menjelang Ramadan, semuanya pada &#8220;pengen&#8221; sholeh, kantor-kantor pada mau buka pengajian, artis-artis pada pakai jilbab serta berlomba-lomba main sinetron Islami dan hikmah. Para koruptor juga pada mau umrah. Tempat-tempat hiburan berdugem ria ditutup untuk sementara. Semoga ini jangan cuman jamur yang tumbuh di musim hujan saja!!!<br />
Maaf, saya bukan sedang bersu&#8217;uzhon. Sebab kalau benar, bukan su&#8217;uzhon namanya. Ini adalah kenyataan yang terjadi setiap tahunnya dimana setiap memasuki bulan Ramadan, suasana islami akan begitu terasa di layar televisi keluarga atau di tempat-tempat bekerja anda.</p>
<p style="text-align:left;">Setelah Ramadan berlalu, dalam hitungan hari, jilbab-jilbab yang manis itu akan kembali ditanggalkan, kantor-kantor akan kembali kosong dari kehidupan ruhiah, sinteron-sinetron syhawatiah yang penuh aurat dan aib akan kembali menghiasi pandangan mata anak-anak remaja anda, tempat-tempat karaoke dan night club akan kembali bergoyang dan para pejabat akan kembali mencari lahan baru setelah merasa dirinya suci telah terhapus dengan mencium ka&#8217;bah dari dosa-dosa korupsinya. Padahal dosa mencuri hanya akan terampuni jika barang curian itu dikembalikan kepada si pemiliknya, bukan dengan mencium ka&#8217;bah.<br />
Saya juga yakin jika Saudara-saudaraku yang budiman sekalian, merasakan hal yang serupa. Anda merasakan diri anda sholeh hanya ketika Ramadan saja, begitu juga diri saya. Sungguh ini sebuah fenomena yang perlu kita kritisi. Sebab pasti ada yang salah dari ibadah puasa yang kita lakukan, jika pada akhirnya tujuan puasa itu tidak terealisasi.</p>
<p style="text-align:left;">&#8220;…agar kamu menjadi takwa.&#8221; (2:183)<br />
Saudara-saudaraku&#8230;anda jangan terbuai dengan hadits Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam:<br />
&#8220;Jika Ramadan datang, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syaitan-syaitan diikat.&#8221;<br />
Ada dua penafsiran dari para ulama tentang hadits di atas. Mazhab pertama yaitu jumhur ulama menafsirkan secara tekstual dalam arti yang sebenarnya. Dan mazhab kedua menafsirkan secara kontekstual bahwa kaum muslimin di bulan Ramadan berpuasa menahan hawa nafsunya, sehingga syaitan-syaitan tidak mampu melakukan apa-apa untuk menggoda kaum muslimin dan akhirnya syaitan-syaitan menjadi pengangguran di bulan ramadan maka diibaratkan mereka itu seperti terikat. (Baca Syarah Shohih Muslim karya Imam Nawawi Bab Fadhail Ramadhan)<br />
Saya lebih condong untuk mengikut kepada mazhab yang pertama sebab kita tidak memiliki qarinah atau alasan yang cukup kuat untuk memalingkan makna zhohir hadits itu kepada makna yang majazi.</p>
<p style="text-align:left;">Lalu kalau kita ambil pendapat mazhab jumhur itu dan kalaulah memang syaitan-syaitan itu diikat, lalu mengapa tetap saja banyak kaum muslimin yang melakukan kemasksiatan di bulan Ramadan?<span id="more-335"></span><br />
Jawabannya sederhana saja. Syaitan itu bukan pemeran utama yang menyebabkan anda melakukan kemaksiatan. Pemeran utama yang sebenarnya adalah nafsu ( (النفسyang ada dalam diri anda. Ibarat petinju, syaitan itu hanya pelatih saja, dan nafsu adalah petinju yang sebenarnya. So, biar diikat sekuat apapun pelatihnya, si nafsu sang petinju akan tetap garang di atas ringnya (Aa Gym hafizhahullah).</p>
<p style="text-align:left;">Makanya Nabi Yusuf as tidak menyalahkan syaitan, ketika Zulaikha mengajak Nabi Yusuf as untuk bermaksiat, padahal Nabi Yusuf as sangat mengetahui bahwa dibelakang Zulaikha ada banyak sekali syaitan yang membisik-bisikan telinga Zulaikha. Tapi Nabi Yusuf as adalah hamba Allah yang mengerti hakekat, beliau tidak serta merta menyalahkan syaitan seperti halnya kita yang cepat sekali melemparkan kesalahan kita kepada syaitan jika sudah terjatuh pada kubangan kemaksiatan, namun justru Nabi Yusuf as berkata:<br />
&#8220;Sesungguhnya nafsulah yang menyuruh berbuat keburukan.&#8221; (yusuf:53)</p>
<p style="text-align:left;">Maka mungkin di dunia yang fana ini, anda bisa melontarkan kesalahan anda kepada syaitan tetapi di akhirat kelak, jika anda sudah berhadapan dengan pengadilan Allah yang maha tahu, anda tidak akan bisa lempar batu sembunyi tangan, menyalah-nyalahkan syaitan yang telah menggoda anda sebab sesungguhnya syaitan itu tidak berperan apapun kecuali hanya sedikit. Sesungguhnya godaan dan tipu daya syaitan itu sangat lemah.<!--more--><br />
&#8220;…sesungguhnya tipu daya syaitan itu sangat lemah.&#8221; (4:76)<br />
Dan syaitan akan &#8220;nyengir&#8221; tertawa melihat anda yang berlagak pilon merasa tak bersalah dengan kesalahan sendiri, dengan berkata:<br />
&#8220;Sesungguhnya aku &#8220;cuci tangan&#8221; dari (perbuatan) kalian, bahkan sebenarnya aku ajapun takut kepada Allah Tuhan semesta Alam.&#8221; (al-Hasy:16)</p>
<p style="text-align:left;">Itulah dia nafsu yang ada dalam diri anda sendiri. Biang kerok yang menyebabkan diri anda jatuh ke dalam kubangan kemaksiatan. Nafsu itulah yang ditiup-tiup (dilatih) syaitan agar anda menyalahi perintah Allah dan melakukan larangan-Nya, ngga peduli mau di luar bulan Ramadan atau di dalam bulan Ramadan.<br />
Maka Allah memerintahkan kita untuk melakukan ibadah puasa, tak lain tujuannya adalah untuk menundukkan hawa nafsu yang ada dalam rongga jasad kita ini, barulah kita bisa bertakwa.<br />
Di dalam kitab-kitab tasawuf, para ulama tasawuf merangkum nafsu itu ada empat saja: nafsu makan, nafsu tidur, nafsu kalam dan nafsu bergaul (kumpul-kumpul dengan makhluk). Adapun nafsu-nafsu yang lain akan bersumber kepada yang empat ini juga. Jika anda kebanyakan makan, tidur, berbicara dan bergaul maka sudah dipastikan nafsu anda begitu subur. Jika nafsu sudah subur, akan sulit untuk melakukan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.<br />
Maka para ulama kita juga sudah merangkum empat buah solusi. Untuk menundukkan nafsu itu, yaitu dengan menyedikitkan makan (ini ditempuh dengan memperbanyak lapar atau berpuasa), menyedikitkan tidur (ini ditempuh dengan memperbanyak jaga untuk ibadah di malam hari), menyedikitkan berbicara (ditempuh dengan memperbanyak diam) dan menyedikitkan bergaul (ditempuh dengan memperbanyak uzlah/menyendiri kepada Allah). Maka Imam Al Haddad rahimahullah telah merangkum empat cara menundukkan nafsu di atas dalam sya&#8217;irnya:<br />
Nafsu itu keseimbangannya dengan uzlah<br />
Diam, lapar dan jaga di waktu gelap</p>
<p style="text-align:left;">(Coba baca kitab karya Ustadz kami Ustadzul Fadhil Rohimuddin An Nawawi hafizhahullah yang berjudul Tasawwuf Amali)<br />
Kalau kita lihat ibadah puasa di bulan Ramadan ini sangat cocok dan tepat untuk menundukkan hawa nafsu. Karena dalam ibadah puasa Ramadan terdapat ke-empat unsur di atas. Di sana ada puasa untuk memperbanyak lapar. Di sana ada dzikir dan tilawah Alquran bahkan disunnahkan untuk membiarkan mulut yang bau akibat puasa.<br />
Ini akan sangat memperkecil ruang lisan untuk berbicara karena takut bau mulut keciuman orang lain. Ini akan menghindari kita dari nafsu kalam seperti ghibah, namimah, jidal (debat) dan membicarakan hal-hal yang tiada manfaat.<br />
Di sana juga kita diperintahkan untuk menghidupi malam-malam Ramadan dengan berbagai aktivitas amal ibadat. Ini tak lain adalah agar kita sedikit tidur dan banyak jaga hingga kita melawan nafsu tidur kita. Di sana juga kita diperintahkan untuk memperbanyak i&#8217;tikaf (menyendiri dengan Allah) terutama sekali sepuluh hari di akhir-akhir bulan Ramadan. Ini sangat efektif menundukkan nafsu &#8220;pengen&#8221; bergaul kita dengan makhluk.<br />
Jika aspek-aspek di atas tidak kita perhatikan dengan seksama. Atau berjalan hanya setengah-setengah tanpa memperhatikan keseimbangan antara aspek zhohir dan aspek batin, maka percuma saja kita melakukan ibadah puasa. Itulah yang menjadi penyebab kenapa ibadah puasa yang kita lakukan selama sebulan penuh itu tidak pernah mampu merubah kita menjadi orang yang bertakwa.<br />
Di siang hari kita puasa dari hal-hal yang membatalkan puasa, tetapi hati kita tidak pernah puasa dari nafsu terhadap pahala dan surga. Perut kita puasa dari makanan dan minuman, tetapi lisan kita tidak pernah puasa dari dusta, jidal dan membicarakan keburukan orang lain.<br />
Di bulan Ramadan lisan kita tidak pernah libur membaca Alquran tetapi kalau berbicara, lisan kita juga tidak pernah libur dari menyakiti perasaan saudara-saudara kita. Ibadah-ibadah malam kita begitu sering kita lakukan sampai kaki menjadi bengkak dan jidat menjadi hitam, tetapi hati kita tidak pernah puasa dari rasa ujub (bangga), ingin dipuji, takabbur dan riya&#8217;. Maka tak salah jika Rasul junjungan Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam pernah berkata:<br />
&#8220;Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu kecuali hanya lapar saja dan berapa banyak orang yang sholat malam tetapi dia tidak mendapatkan apa-apa dari sholat malamnya itu kecuali cuman sekedar bergadang saja.&#8221;<br />
Saudara-saudaraku yang dimuliakan Allah…<br />
Kelihatan seperti khutbah jum&#8217;at saja risalah saya yang kecil ini. Tetapi sebenarnya di sini saya tidak berniat sama sekali untuk menggurui Saudara-saudaraku sekalian. Di sini saya hanya mengingatkan kepada Saudara-saudaraku seiman, bahwa puasa itu bukan hanya puasa zhohir (fisik) semata, tetapi juga di sana ada puasa batin (hati) dan kedua-duanya harus kita lakukan. Jika anda puasa zhohir saja tanpa puasa batin, maka anda adalah orang-orang ahli zhohir yang kosong dari hakekat dan makna.<br />
Jika demikian maka puasa anda tak akan menghasilkan apa-apa seperti yang saya ceritakan di atas. Walaupun fisik kita berpuasa, tetapi hati kita tidak pernah berpuasa maka itu tak obahnya seperti mayat yang tak bernyawa.<br />
Sebaliknya jika anda hanya puasa batin saja tanpa puasa zhohir maka anda adalah orang-orang zindiq yang tidak mau beramal zhohir karena mengaku sudah sampai kepada Allah dan mendapatkan hakekat batin, persis seperti roh gentayangan yang tak mempunyai jasad.<br />
Ibadah puasa yang sempurna adalah ibadah puasa yang menggabungkan antara puasa zhohir dengan puasa batin secara benar. Tubuhnya yang berpuasa tetapi hatinya yang berniat. Perutnya yang menahan lapar, tetapi hatinya yang bersabar.<br />
Jasadnya yang beramal ibadah tetapi hatinya yang ikhlas hanya mengharap Allah. Itulah puasa yang sesungguhnya, penuh dengan kesempurnaan. Jika salah satu rusak maka yang lainpun akan rusak.<br />
Di sini saya mempunyai sebuah dalil di antara sekian banyak dalil yang menunjukkan bahwa memang amal itu ada dua, yaitu amal zhohir dan amal batin. Yaitu sebuah hadits yang hampir setiap hari kita dengar dimana dalam hadits itu Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam mengkaitkan amalan zhohir kepada amalan batin:<br />
&#8220;Sesungguhnya amal itu hanya bergantung kepada niat.&#8221;<br />
Seolah-olah Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam ingin memberitahukan kepada kita bahwa sesungguhnya kesuksesan amal itu sangat bergantung kepada niat dan niat itu sendiri adalah sebahagian dari amal hati.<br />
Wallahu a&#8217;lam.<br />
Semoga bermanfaat dan saya mohon dimaafkan atas segala kesalahan dan kekurangan.<br />
Sumber: Alquranul Karim, Shohih Bukhari, Shohih Muslim dan Syarah Muslim, Musnad Imam Ahmad, Ihya Ulumuddin, Sirrul Asrar karya Syaikh Abdul Qadir Al Jailani, Haqoiq &#8216;Anit Tasawwuf karya Syaikh Abdul Qadir Isa, At-Tasawuful Amali karya Ustadzuna Al Ustadzul Fadhil Rohimuddin Nawawi Al Bantani dan berbagai kitab lainnya. (M.Haris F. Lubis, Mahasiswa Al-Azhar Kairo)<br />
Al-faqir ila &#8216;afwi robbih</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaen2006.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaen2006.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaen2006.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaen2006.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jaen2006.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jaen2006.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jaen2006.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jaen2006.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaen2006.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaen2006.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaen2006.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaen2006.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaen2006.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaen2006.wordpress.com/335/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&amp;blog=472976&amp;post=335&amp;subd=jaen2006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaen2006.wordpress.com/2010/07/27/puasa-zahir-bergantung-kepada-puasa-batin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa5ef8da2e4f7a84dfda60f6d11cf8eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jaen2006</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jaen2006.files.wordpress.com/2010/07/cermin.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cermin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>6 Perkara Yang Harus Diwaspadai</title>
		<link>http://jaen2006.wordpress.com/2010/05/25/6-perkara-yang-harus-diwaspadai/</link>
		<comments>http://jaen2006.wordpress.com/2010/05/25/6-perkara-yang-harus-diwaspadai/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 07:42:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jaen2006</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaen2006.wordpress.com/2010/05/25/6-perkara-yang-harus-diwaspadai/</guid>
		<description><![CDATA[Ada enam hal yang harus ditakuti oleh seorang muslim: 1. Takut kpd Allah, jgn2 Allah mencabut keimanan qt 2. Takut kpd Malaikat pencatat amal, jgn2 mrk menulis amal qt dgn catatan yg sangat memalukan pd hr kiamat nanti 3. Takut kpd setan, jgn2 setan berhasil merusak amal yang qt kerjakan 4. Takut kpd Izrail, jgn2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&amp;blog=472976&amp;post=330&amp;subd=jaen2006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jaen2006.files.wordpress.com/2010/05/kholifah.jpg"><img src="http://jaen2006.files.wordpress.com/2010/05/kholifah.jpg?w=271&#038;h=186" alt="" title="kholifah" width="271" height="186" class="alignleft size-full wp-image-371" /></a>Ada enam hal yang harus ditakuti oleh seorang muslim: 1. Takut kpd Allah, jgn2 Allah mencabut keimanan qt 2. Takut kpd Malaikat pencatat amal, jgn2 mrk menulis amal qt dgn catatan yg sangat memalukan pd hr kiamat nanti 3. Takut kpd setan, jgn2 setan berhasil merusak amal yang qt kerjakan 4. Takut kpd Izrail, jgn2 ia mencabut nyawa saat qt lupa kpd Allah 5. Takut kpd dunia, jgn2 ia membuat qt terlena shg lupa urusan akhirat 6. Takut kpd keluarga qt sendiri, jgn2 mrk telah menyibukkan qt untk memenuhi urusan mrk, shg qt melupakan  ketaatan kpd Allah (Ustman bin Affan)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaen2006.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaen2006.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaen2006.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaen2006.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jaen2006.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jaen2006.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jaen2006.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jaen2006.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaen2006.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaen2006.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaen2006.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaen2006.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaen2006.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaen2006.wordpress.com/330/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&amp;blog=472976&amp;post=330&amp;subd=jaen2006&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaen2006.wordpress.com/2010/05/25/6-perkara-yang-harus-diwaspadai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa5ef8da2e4f7a84dfda60f6d11cf8eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jaen2006</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jaen2006.files.wordpress.com/2010/05/kholifah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kholifah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
