<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>M. Djaenudin bin Muchtar</title>
	<atom:link href="http://jaen2006.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jaen2006.wordpress.com</link>
	<description>Sesungguhnya kewajiban lebih banyak dari waktu yang kita miliki</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Oct 2009 04:56:44 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='jaen2006.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/73225b0406158ca32799a59bd2559d70?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>M. Djaenudin bin Muchtar</title>
		<link>http://jaen2006.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Bencana dan Kemaksiatan</title>
		<link>http://jaen2006.wordpress.com/2009/10/03/bencana-dan-kemaksiatan/</link>
		<comments>http://jaen2006.wordpress.com/2009/10/03/bencana-dan-kemaksiatan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 07:30:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jaen2006</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL ISLAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaen2006.wordpress.com/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[Dalam mengarungi bahtera kehidupan ini, kita melihat bahwa manusia terbagi menjadi dua golongan;
Golongan pertama adalah manusia… lingkungan… masyarakat yang cinta kebaikan… gemar melakukan kebajikan… suka dalam menjalani kema’rufan…
Golongan kedua adalah manusia… lingkungan… masyarakat yang cinta kejelekan… gemar melakukan keburukan… suka dalam menjalani kemunkaran, maksiat dan dosa…
Yaa… demikianlah lingkungan di sekitar kita…
Ingat…! Allah Ta’ala telah memberikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&blog=472976&post=282&subd=jaen2006&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam mengarungi bahtera kehidupan ini, kita melihat bahwa manusia terbagi menjadi dua golongan;</p>
<p>Golongan pertama adalah manusia… lingkungan… masyarakat yang cinta kebaikan… gemar melakukan kebajikan… suka dalam menjalani kema’rufan…</p>
<p>Golongan kedua adalah manusia… lingkungan… masyarakat yang cinta kejelekan… gemar melakukan keburukan… suka dalam menjalani kemunkaran, maksiat dan dosa…</p>
<p>Yaa… demikianlah lingkungan di sekitar kita…</p>
<p>Ingat…! Allah Ta’ala telah memberikan peringatan kepada kita dengan tegas nan jelas… bahwa musibah akan terjadi karena kemaksiatan yang dilakukan, tidak hanya menimpa para pelaku saja tapi akan menyeluruh kepada masyarakat sekitarnya… Allah menyatakan :<br />
“Dan takutlah kalian terhadap fitnah (musibah, petaka, bencana, siksa) yang benar-benar tidak hanya menimpa orang-orang dhalim di antara kalian secara khusus. Dan ketahuilah bahwasanya Allah Maha dahsyat siksa-Nya.” (Al-Anfal:25)<br />
<span id="more-282"></span><br />
Subhanallah sungguh peringatan yang Allah berikan bukanlah sebuah omong kosong yang tak bisa terjadi… yang tak mungkin terlaksana… sungguh janji Allah adalah sebenar-benar janji dan pasti terjadi… musibah pasti akan datang silih berganti… petaka pasti akan menimpa kita punya negeri… bencana pasti akan terjadi di sana-sini… siksa Allah pasti akan meluluhlantakkan bumi pertiwi ini… bila kemunkaran dilakukan… bila maksiat dibiarkan… bila dosa diacuhkan… bila pelakunya diagungkan… bila perbuatannya didukung dan dikendalikan… sungguh musibah akan menimpa diri kita semua…</p>
<p>Lalu bagaimana dengan diri kita, yang mengaku para pecinta kebenaran, para pendukung kema’rufan, para penggemar kebajikan, para pelaku kebaikan… Apakah kehidupan kita sudah terlepas dari kemunkaran…? Apakah amal baik kita sudah terbebas dari dosa…? Apakah kelakuan kita sehari-hari sudah murni tanpa kesalahan dan keburukan…? Sungguh naif bila kita mengaku sebagai pasukan pembasmi kemunkaran bila justru diri kita terjerumus dalam dosa dan maksiat… Sungguh jelek bila kita mengaku cinta kema’rufan bila diri kita masih terlena dengan bujuk rayu wanita dan harta… Sungguh dhalim bila kita mengaku gemar melakukan kebajikan bila diam-diam kita menjalani kejelekan dan keburukan… atau bahkan justru kitalah yang menjadi kunci atas turunnya musibah… karena kita tahu dan berilmu tapi justru kita melanggar dan melakukan maksiat… kita tidak mengamalkan ilmu yang kita peroleh dari guru-guru kita…</p>
<p>Yah… memang manusia sulit untuk terlepas dari lupa dan salah… sulit bagi manusia untuk terbebas dari kejelekan dan keburukan… kecuali bagi mereka yang Allah lindungi… mereka yang diberi Rahmat oleh Allah… mereka yang senantiasa ingat kepada Allah… mereka yang selalu menjaga diri dari keburukan dan kejelekan sekecil apapun…</p>
<p>Sungguh indah nasehat Ulama salaf kita…<br />
Janganlah engkau melihat akan kecilnya suatu kesalahan.. Akan tetapi lihatlah kepada siapa engkau bermaksiat..</p>
<p>Subhanallah sungguh indah nasehat ini…</p>
<p>Kepada kalian yang cinta kema’rufan…</p>
<p>Kepada kalian yang benci kemunkaran…</p>
<p>Semoga kehadiran nasehat ulama salaf di atas dapat menjadi renungan…</p>
<p>Yah…</p>
<p>janganlah engkau melihat akan kecilnya suatu dosa…</p>
<p>janganlah engkau melihat akan remehnya suatu kesalahan…</p>
<p>janganlah engkau melihat akan sepelenya suatu maksiat…</p>
<p>jangan…!!!</p>
<p>tapi lihatlah kepada siapa engkau bermaksiat…</p>
<p>Allah… Dia yang sedang engkau maksiati…</p>
<p>Allah… Dia yang sedang engkau durhakai…</p>
<p>Allah… Dzat yang telah menciptakanmu… justru engkau sedang melanggar aturan-aturannya…</p>
<p>Lihatlah… perhatikanlah… siapa yang sedang engkau maksiati… saudara…!</p>
<p>Astagfirullahal adzim min kulli dzanbil adzim…</p>
<p>Sudah sepantasnya bagi kita semua ya ikhwah untuk menjaga diri kita… keluarga kita… masyarakat kita… negeri kita… dari kemaksiatan, dosa, keburukan, kesalahan, dan kemunkaran…</p>
<p>Mengutip di: http://www.al-ikhwan.net/</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaen2006.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaen2006.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaen2006.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaen2006.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaen2006.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaen2006.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaen2006.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaen2006.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaen2006.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaen2006.wordpress.com/282/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&blog=472976&post=282&subd=jaen2006&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaen2006.wordpress.com/2009/10/03/bencana-dan-kemaksiatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa5ef8da2e4f7a84dfda60f6d11cf8eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jaen2006</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cahaya Hati</title>
		<link>http://jaen2006.wordpress.com/2009/10/03/cahaya-hati/</link>
		<comments>http://jaen2006.wordpress.com/2009/10/03/cahaya-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 07:13:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jaen2006</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lirik Nasyid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaen2006.wordpress.com/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Lirik: Opick 
Allah Engkau Dekat
Penuh Kasih Sayang
Takkan Pernah Engkau Biarkan
HambaMU Menangis
Karna KemurahanMU
Karena Kasih SayangMu
Hanya Bila DiriMu
Ingin Nyatakan Cinta
Pada Jiwa-jiwa
Yang Rela Dia Kekasihmu
Kau yang Slalu Terjaga
yang Memberi segala
Allah Rohman, Allah Rohim
Allahu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi
Allah Rohman, Allah Rohim
Allahu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi
Disetiap Nafas Disegala Waktu
Semua Bersujud Memuji Memuja AsmaMu
Kau yang slalu Terjaga
Yang Memberi Segala…
Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&blog=472976&post=280&subd=jaen2006&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Lirik: Opick </p>
<p>Allah Engkau Dekat<br />
Penuh Kasih Sayang<br />
Takkan Pernah Engkau Biarkan<br />
HambaMU Menangis<br />
Karna KemurahanMU<br />
Karena Kasih SayangMu<br />
Hanya Bila DiriMu<br />
Ingin Nyatakan Cinta<br />
Pada Jiwa-jiwa<br />
Yang Rela Dia Kekasihmu<br />
Kau yang Slalu Terjaga<br />
yang Memberi segala<br />
Allah Rohman, Allah Rohim<br />
Allahu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi<br />
Allah Rohman, Allah Rohim<br />
Allahu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi<br />
Disetiap Nafas Disegala Waktu<br />
Semua Bersujud Memuji Memuja AsmaMu<br />
Kau yang slalu Terjaga<br />
Yang Memberi Segala…<br />
Allah Rohman, Allah Rohim<br />
Allahu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi<br />
Allah Rohman, Allah Rohim<br />
Allahu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi<br />
Setiap Makhluk Bergantung PadaMu<br />
dan Bersujud Semesta UntukMu<br />
Setiap Wajah Mendamba CintaMu Cahyamu<br />
Allah Rohman, Allah Rohim<br />
Allahu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi<br />
Allah Rohman, Allah Rohim<br />
Allahu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi<br />
Ya Allah Ya Romah Ya Allah 3x<br />
Ya… Allah</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaen2006.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaen2006.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaen2006.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaen2006.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaen2006.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaen2006.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaen2006.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaen2006.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaen2006.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaen2006.wordpress.com/280/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&blog=472976&post=280&subd=jaen2006&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaen2006.wordpress.com/2009/10/03/cahaya-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa5ef8da2e4f7a84dfda60f6d11cf8eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jaen2006</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Kita Jauh dari Tuntunan Islam</title>
		<link>http://jaen2006.wordpress.com/2009/07/17/ketika-kita-jauh-dari-tuntunan-islam/</link>
		<comments>http://jaen2006.wordpress.com/2009/07/17/ketika-kita-jauh-dari-tuntunan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 03:18:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jaen2006</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaen2006.wordpress.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[Satu hal paling penting yang seringkali dilalaikan oleh banyak manusia adalah tentang hakikat dirinya sebagai seorang hamba Allah Swt.. Manusia acap kali mengabaikan atau bahkan sengaja melupakannya. Dan dari akar masalah  inilah timbul berbagai tindakan dosa, maksiat, kejahatan, dan kerusakan dalam kehidupan.  Manusia seperti ini hidup dalam kebebasan berbuat dan bereskpresi serta melakukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&blog=472976&post=277&subd=jaen2006&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Satu hal paling penting yang seringkali dilalaikan oleh banyak manusia adalah tentang hakikat dirinya sebagai seorang hamba Allah Swt.. Manusia acap kali mengabaikan atau bahkan sengaja melupakannya. Dan dari akar masalah  inilah timbul berbagai tindakan dosa, maksiat, kejahatan, dan kerusakan dalam kehidupan.  Manusia seperti ini hidup dalam kebebasan berbuat dan bereskpresi serta melakukan apapun yang dikehendaki hatinya.  Hidup tanpa ada aturan yang jelas. Orang-orang yang seperti demikian telah hilang fungsi akal dan hatinya. Akalnya tidak lagi bisa membedakan antara yang baik dan buruk. Dan hatinya tidak lagi bisa membedakan antara yang benar dan salah.</p>
<p>Allah Swt. telah mengatur kehidupan manusia dalam al-Qur`an dan sunnah Rasulullah Saw.. Manusia yang menyadari dirinya sebagai seorang hamba akan selalu mengikuti petunjuk yang diturunkan Allah Swt. dan diajarkan Rasul Saw.. Hidupnya akan penuh dengan kebaikan dan nilai-nilai manfaat. Manusia seperti demikian adalah orang-orang  yang Allah gambarkan sebagai ûlul albâb, orang-orang yang berakal.  Sehingga nampak jelaslah  adanya perbedaan yang mencolok antara orang-orang yang menjalankan fungsi akal dan hatinya.  Dan adanya perbedaan antara orang-orang yang hatinya hidup dengan orang-orang yang  hatinya sakit atau telah mati.<span id="more-277"></span></p>
<p>Kita sebagai muslim tentu harus lebih cerdas dalam hal ini. Kita telah belajar Al-Qur`an, Hadits, Aqidah, Fiqh dan beraneka ragam ilmu agama lainnya. Dari berbagai pembelajaran tersebut banyak hal yang telah kita pahami dan ketahui. Kita sudah mengenal Allah Swt., sunnah Rasul Saw., aturan-aturan syar`i, dan batas-batas dalam berbuat serta berekspresi. Ada koridor yang harus dijaga dan tidak boleh dilanggar. Kita bukan seperti orang-orang kafir yang boleh berbuat seenak hati, bukan seperti orang-orang awam yang masih dangkal dan jauh pemahaman agamanya. Tapi kita adalah muslim dan  penuntut  ilmu syar`i.<br />
Sebagai seorang muslimr kita tidak hanya dituntut pintar, menguasai berbagai macam pengetahuan, tapi kita juga dituntut untuk soleh secara pribadi,  akhlak, sikap, dan dalam  hubungan dengan orang lain. Kesalehan yang mencakup seluruh aspek. Ini yang tidak dipahami dan disadari oleh sebagian kita. Sehingga kita banyak melihat  seorang muslim sering kali melakukan tindakan-tindakan yang tidak layak bagi seseorang   yang bergelar muslim.</p>
<p>Contoh yang  sering kita lihat adalah pacaran. Pacaran sudah menjadi budaya yang sulit rasanya untuk dihilangkan. Jalan bareng, nelpon tanpa batas waktu dan kata, chating yang berkepanjangan dan sebagainya telah begitu mengakar dalam diri sebagian pelajar islam. Interaksi yang terlalu dekat dengan lawan jenis ketika dalam kegiatan-kegiatan, acara   rihlah, bahkan dalam forum-forum keilmuwan dan dakwah juga sering terjadi.  Kerusakan moral telah meluas dan semakin parah.</p>
<p>Sebagian muda-mudi  ada yang<br />
sentimen atau berpandangan negatif pada mahasiswa dan  mahasiswi yang menikah ketika masih kuliah. Akan tetapi, apakah mereka tidak  risih melihat mahasiswa/i yang pacaran, yang belakangan ini sudah menjadi pemandangan biasa. Seperti , jalan berduaan, makan di restoran berduaan, sehingga kita sangat sulit membedakan mana yang telah menikah dan mana yang belum, karena prilaku mereka seperti orang yang sudah menikah.<br />
Dari segi pakaian, masih banyak kita temukan kaum muslimah yang pakaiannya ketat, transparan atau mengundang perhatian, sedangkan ia pernah belajar di  perguruan Islam. Atau anak muda yang penampilannya  tidak mengesankan dirinya seorang muslim.</p>
<p>Hal lainnya adalah, tidak terjaganya mata,  mata yang sering  jelalatan  dan  melihat sesuatu yang akan mengotori hati, pikiran, dan membangkitkan hasrat nafsu birahi. Atau menghabiskan waktu dan hari-hari  dengan hiburan-hiburan cengeng, yang membuat seseorang lemah mental dan iman. Hiburan yang tidak membangun jiwa, tidak menambah ilmu dan manfaat, hiburan yang tidak mendekatkan seseorang pada kebaikan dan pada Allah Swt.. Dan banyak hal lainnya yang kalau kita sorot lebih jauh dan mendalam, yang terjadi di lingkungan dan dalam kehidupan seorang muslim.</p>
<p>Setiap orang memang boleh berekspresi, tapi harus diingat ada batasan yang mesti ia perhatikan dan jaga. Bukannya bisa berbuat seenak hati. Kita harus menyadari bahwa diri kita adalah seorang hamba Allah Swt.. Setiap saat Allah Swt. senantiasa melihat, mendengar dan mengetahui kata-kata, perbuatan dan  isi hati kita. Kalau hal ini betul-betul kita pahami dengan baik, tentu berbagai kerusakan akhlak, moral, amal, ilmu dan seterusnya tidak akan terjadi dalam kehidupan kita.</p>
<p>Ketika band dijadikan sebagai hiburan oleh para penuntut ilmu agama, timbul pertanyaan, kenapa harus musik band? Apa tidak ada lagi hiburan lain yang lebih manfaat dan lebih pantas diadakan oleh kita selaku penuntut ilmu agama? Kenapa kita seolah-olah meninggalkan al-Qur`an sebagai penghibur hati? Walaupun ada beberapa alasan mereka yang membenarkan musik band, diantaranya adalah ungkapan, &#8220;Kan yang penting lirik lagunya islami,&#8221; akan tetapi dari alasan ini muncul sebuah pertanyaan, apakah mereka yang mendengarkannya merenungi atau menikmati kata-kata yang ada dalam lagu tersebut, atau mereka terhibur adalah semata-mata karena alat musik yang dimainkan? Menurut penulis, masih banyak alternatif lain yang lebih pantas bagi kita sebagai penuntut ilmu syar`i.</p>
<p>Tulisan ini tidaklah bermaksud untuk menyudutkan beberapa pihak, tapi penulis ingin menghimbau pada kita semua untuk sama-sama mengenali hakekat diri kita sebagai seorang manusia, seorang hamba Allah Swt. dan seorang pelajar islam. Sehingga dengan adanya kesadaran yang penuh dalam diri kita akan hal ini, bisa menghantarkan kita semua untuk menjadi pribadi muslim yang soleh dan solehah sebagaimana yang diinginkan Allah Swt.. Kita hidup di dunia hanya sebentar, dan waktu sebentar itu tidaklah tepat kiranya kita gunakan untuk hal-hal yang tidak berguna apalagi untuk hal-hal yang akan mencelakakan kita di akhirat kelak.</p>
<p>Memang setiap kita punya persepsi masing-masing dan setiap individu berhak menentukan sikap dan pilihan terhadap dirinya. Namun alangkah bijaknya kita yang lemah dan tidak tahu ini berkaca pada petunjuk Allah Swt.  dan Rasul Saw. dengan pikiran yang jernih dan hati yang bersih. Sehingga nampak jelaslah bagi kita kebenaran dan kemungkaran itu, jelaslah bagi kita jalan mana yang harus kita tempuh dan jalan mana yang harus kita tinggalkan.<br />
Terakhir, semoga pembaca bijak dalam memahami tulisan ini , mengambil sisi positif dan manfaatnya. Dan bila terdapat kesalahan dalam penempatan atau penggunaan kata, terlebih dahulu penulis menyampaikan permintaan ma`af dan mengharapkan perbaikan dari pembaca sehingga diantara kita terbina saling mengingatkan pada kebaikan.<br />
marif_assalman@yahoo.com</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaen2006.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaen2006.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaen2006.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaen2006.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaen2006.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaen2006.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaen2006.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaen2006.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaen2006.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaen2006.wordpress.com/277/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&blog=472976&post=277&subd=jaen2006&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaen2006.wordpress.com/2009/07/17/ketika-kita-jauh-dari-tuntunan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa5ef8da2e4f7a84dfda60f6d11cf8eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jaen2006</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Takabur</title>
		<link>http://jaen2006.wordpress.com/2009/05/12/takabur/</link>
		<comments>http://jaen2006.wordpress.com/2009/05/12/takabur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 08:03:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jaen2006</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaen2006.wordpress.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[1.      PENGERTIAN TAKABBUR
Rasulullah SAW mendefinisikan “takabbur” sebagai sikap “menolak kebenaran dan merendahkan orang lain”.
Pengertian itu Nabi sampaikan kepada orang yang mempertanyakan sikap salah seorang sahabat yang suka memakai baju dan sendal bagus. Sabda Nabi : Sesungguhnya Allh itu indah dan mencintai keindahan. Takabbur adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain”. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&blog=472976&post=275&subd=jaen2006&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>1.      PENGERTIAN TAKABBUR</p>
<p>Rasulullah SAW mendefinisikan “takabbur” sebagai sikap “menolak kebenaran dan merendahkan orang lain”.</p>
<p>Pengertian itu Nabi sampaikan kepada orang yang mempertanyakan sikap salah seorang sahabat yang suka memakai baju dan sendal bagus. Sabda Nabi : Sesungguhnya Allh itu indah dan mencintai keindahan. Takabbur adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain”. HR. Muslim.</p>
<p>2.      BAHAYA TAKABBUR</p>
<p>Takabbur sangat berbahaya bagi manusia. Ia merupakan kesalahan pertama yang dilakukan makhluk Allah (iblis) di dunia ini, yang menyebabkannya diusir dari surga. Pada kenyataannya takabbur itu menyebabkan hal-hal berikut ini :</p>
<p>1.      Jauh dari kebenaran. Firman Allah :</p>
<p>“ Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku” 7:146</p>
<p>2.      Terkunci mati hatinya. Firman Allah :</p>
<p>“Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang” 40:35</p>
<p>3.      Mengalami kegagalan dan kebinasaan. Firman Allah :</p>
<p>“..dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala” 14:35<br />
<span id="more-275"></span><br />
4.      Tidak disukai Allah. Firman Allah :</p>
<p>“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong”  16: 23</p>
<p>5.      Tidak akan masuk sorga. Sabda Nabi :</p>
<p>“Tidak akan masuk sorga orang yang di hatinya ada sebiji sawi kesombongan” HR. Muslim</p>
<p>6.      Akan menjadi penghuni neraka Jahannam.</p>
<p>“ Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku(berdoa) akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina” 40: 60</p>
<p>Ketika seseorang memiliki sifat sombong, maka ia akan tertutup dari akhlak mulia, antara lain :</p>
<p>1.      Tidak akan mencintai sesama muslim sebagaimana ia mencintai diri sendiri. ia selalu memandang orang lain lebih rendah dari dirinya sendiri.</p>
<p>2.      Tidak akan tawadhu’(rendah hati), karena selalu merasa lebih baik.</p>
<p>3.      Tidak akan dapat meninggalkan rasa dendam, karena merasa mampu membalas fihak yang merugikannya.</p>
<p>4.      Tidak dapat jujur. Karena untuk menutupi kekurangan tidak jarang ia harus berdusta.</p>
<p>5.      Tidak akan dapat mengendalikan marah. Karena merasa mampu melampiaskannya</p>
<p>6.      Tidak bisa melepaskan diri dari sifat hasad (iri)</p>
<p>7.      Tidak dapat menasehati atau menerima nasehat dengan lembut dan halus</p>
<p>8.       Selalu memandang rendah orang lain.</p>
<p>3.      MACAM-MACAM TAKABBUR</p>
<p>a.      Takabbur kepada Allah</p>
<p>Inilah bentuk takabbur terburuk, seperti yang pernah dilakukan oleh Namrud, Fir’aun dan sejenisnya. QS. 40:60,  25:60</p>
<p>b.      Takabbur kepada Rasul</p>
<p>Yaitu sikap tinggi hati, menolak mengikuti dan mematuhi Nabi, karena menganggapnya sebagai manusia biasa (QS. 23:34, 36:15). Seperti yang dinyatakan kaum kafir  Quraisy kepada Nabi : “Bagaimana kami bisa duduk di sisimu hai Muhammad, sementara yang ada di sekitarmu orang-orang faqir” </p>
<p>c.      Takabur atas sesama manusia</p>
<p>Yaitu dengan membanggakan diri dan meremehkan orang lain. Takabbur ini meskipun tidak seberat yang pertama dan kedua, namun masih sangat berbahaya karena :</p>
<p>-         Kebesaran dan kehormatan hanya milik Allah, selainnya lemah dan  terbatas.</p>
<p>-         Ketika seseorang takabbur, ia merampas salah satu sifat kebesaran Allah.</p>
<p>4.      PENYEBAB TAKABBUR</p>
<p>Pada umumnya orang yang sombong adalah orang yang memiliki kebanggaan diri, karena memiliki sifat,kemampuan atau prestasi lebih dari yang lain.</p>
<p>1.     Ilmu</p>
<p>Takabbur karena ilmu sangat mudah terjadi, yaitu dengan munculnya perasaan lebih mulia dari orang lain. Atau merasa telah mendapatkan tempat mulia di sisi Allah dengan ilmunya (QS 58:11). Ia lebih mengkhawatirkan  orang lain daripada diri sendiri. Kesombongan karena ilmu ini mudah terjadi karena dua hal :</p>
<p>   1. ilmu yang dipelajari bukan ilmu hakiki. Karena hakekat ilmu adalah yang mampu memperkenalkan manusia akan Rabb-nya, keadaan ketika bertemu Allah dan hijab yang menghalanginya dari Allah. Ilmu yang demikian akan melahirkan sikap tawadhu’(rendah hati) bukan takabbur. QS 35:28<br />
   2. keadaan hati yang kotor saat menuntut ilmu, sehingga salah niatnya dan jadilah takabbur dengan ilmu yang didapatnya.</p>
<p>2.     Amal Ibadah</p>
<p>Orang yang masuk dalam kehidupan zuhud (konsentrasi dalam ibadah) tidak otomatis terbebas dari takabbur. Misalnya dengan zuhudnya itu, merasa lebih layak dikunjungi daripada mengunjungi. Lebih layak dibantu daripada membantu, menganggap orang lain sengsara di neraka dan merasa hanya dirinya yang selamat. dst. Rasulullah bersabda :</p>
<p>“Jika kamu mendengar ada orang yang berkata : “Binasa semua manusia” maka dialah yang paling dahulu binasa.” HR Muslim.</p>
<p>Dengan pernyataan ini ia membanggakan diri dan meremehkan orang lain. </p>
<p>3.      Hasab (kedudukan) dan Nasab (keturunan)</p>
<p>Orang yang berasal dari keluarga terhormat mudah meremehkan orang lain yang datang dari keluarga bukan terhormat, meskipun orang itu lebih baik ilmu dan amalnya, dan bahkan takabbur karena faktor ini sering kali membuat ia menganggap orang lain sebagai budaknya, dan rasa keberatan untuk berbaur dengan mereka.</p>
<p>Dari Abu Dzarr ra berkata: Suatu hari pernah aku bersengketa dengan seseorang (Bilal) di hadapan Nabi. Lalu aku berkata kepada orang itu “Hai anak hitam”. Nabi segera memotong ucapanku: “Hai Abu Dzarr, tiada lebih baik orang putih dari yang hitam, kecuali dengan taqwa”. Mendengar itu saya berbaring dan mempersilahkan Bilal untuk menginjak-injak muka saya. HR Ahmad.</p>
<p>Dalam hadits di atas, Rasulullah segera menegur orang yang merasa lebih baik keturunannya. Dan Abu Dzarr segera bertaubat menyesali perbuatannya. </p>
<p>4.      Al Jamal (ketampanan/kecantikan)</p>
<p>Takabbur karena faktor ini lebih banyak terjadi di kalangan wanita, terwujud dalam celaan, atau gunjingan terhadap kekurangan fihak lain.</p>
<p>Aisyah ra berkata : Ada seorang wanita yang ingin bertemu Nabi, dan aku katakan kepada Nabi dengan isyarat tanganku yang menunjukkan bahwa wanita itu pendek. Sabda Nabi ketika itu :”Sesungguhnya kamu telah menggunjingnya”.</p>
<p>Sikap ini muncul karena adanya kesombongan dalam diri orang seperti Aisyah yang berpostur tubuh lebih baik dari orang tadi. Sebab jika ia berpostur tubuh pendek seperti orang yang diceritakan itu, tentu ia tidak akan mengatakannya. </p>
<p>5.      Al Maal (kekayaan)</p>
<p>Takabbur karena kekayaan ini banyak terjadi di kalangan pejabat, penguasa, pedagang, tuan tanah, dan mereka yang memilikinya. Orang yang merasa lebih kaya meremehkan orang yang dipandang kurang kaya dengan ucapan maupun sikap-sikap lainnya. Seperti ungkapan : “uang jajan anak saya sehari, cukup kamu makan seumur hidupmu, dst.</p>
<p>Hal ini terjadi karena ketidak tahuannya akan fadhilah (keutamaan) orang miskin dan bahaya kekayaan. Seperti yang pernah terjadi pada pemilik dua kebun yang congkak dan akhirnya binasa (QS. 18:34-42) atau Qarun yang akhirnya binasa  bersama hartanya (QS 28:79-81).</p>
<p>6.      Al Quwwah (kekuatan)</p>
<p>Kekuatan dan kegagahan dapat memunculkan takabbur atas mereka yang lemah dan tidak berdaya.</p>
<p>7.      Al Atba’ (pengikut/pendukung)</p>
<p>Banyaknya pengikut, pendukung, murid, keluarga, kerabat, dsb. sering memunculkan kesombongan pada orang yang memilikinya. Seorang guru menjadi takabbur karena merasa banyak muridnya. Seorang pejabat menjadi takabbur karena banyak pengikutnya, dst.</p>
<p>Secara umum, setiap nikmat yang bisa dianggap sebagai nilai lebih pada seseorang berpotensi untuk melahirkan benih takabbur pada seseorang.</p>
<p>5.      TERAPI TAKABBUR</p>
<p>Takabbur adalah penyakit berbahaya yang bisa menyerang siapa saja. Pencegahan dan pemberantasan penyakit ini harus dilakukan dengan serius. Pengobatan intensif terhadap pengidap penyakit ini harus dilakukan dengan cermat dan seksama.</p>
<p>Terdapat dua tahapan  utama dalam melakukan terapi penyakit takabbur, yaitu :</p>
<p>1.   Pencabutan akar dan pohonnya dari hati.</p>
<p>Untuk mencabut pohon takabbur beserta akar-akarnya diperlukan dua kekuatan, yaitu ilmu dan amal</p>
<p>.</p>
<p>Ilmu yang dibutuhkan dalam hal ini adalah ma’rifatunnafsi (mengenal diri sendiri) dan ma’rifatullah (mengenal Allah). Dua hal ini sudah cukup untuk mencabut akar  takabbur dari hati manusia. Sebab jika seseorang sudah mengenali dirinya sendiri dengan pengenalan yang benar, maka ia akan sadar bahwa ia adalah makhluk hina, lebih lemah dari lainnya, lebih miskin dari siapapun juga. Tidak ada yang pantas baginya kecuali tawadhu’ kepada sesama. Dan jika ia mengenali Allah dengan sebenarnya maka akan diketahuinya bahwa tidak ada yang layak untuk takabbur kecuali Allah – Allahu Akbar.</p>
<p>Amal yang dibutuhkan adalah sikap tawadhu’ kepada sesama manusia karena Allah, dengan senantiasa meneladani akhlak orang-orang shalih sebelumnya seperti akhlak Rasulullah SAW yang makan di atas tanah  (tanpa kursi) dan mengatakan :”Sesungguhnya aku adalah hamba biasa yang  makannya seperti hamba lainnya”</p>
<p>Tawadhu’ tidak cukup dengan ilmu, ia harus berupa amal. Dari itulah rukun Islam utama setelah syahadat adalah menegakkan shalat karena dalam shalat itu terdapat sekian banyak rahasia hidup dan yang terpenting adalah pembiasaan agar seorang muslim yang mendirikan shalat dengan ruku’ dan sujudnya terbiasa tawadhu’ serta tidak lagi sombong.</p>
<p>Ada banyak hal yang dapat digunakan untuk menguji keberadaan takabbur pada diri seseorang, antara lain lima hal berikut ini :</p>
<p>a.      Berdiskusi dengan sesama teman. Jika kebenaran muncul dari orang lain, bagaimanakah tanggapannya, keberatan atau menrima dengan senang.</p>
<p>b.      Berkumpul dalam sebuah haflah (acara). Lalu ada orang lain yang lebih diprioritaskan, apakah sikapnya keberatan atau tidak.</p>
<p>c.      Memenuhi undangan orang miskin. Pergi ke pasar membelikan sesuatu untuk orang lain</p>
<p>d.      Membawa keperluan sendiri, keluarga, atau sahabat dari pasar atau tempat lainnya sampai rumah. Jika keberatan maka ada takabbur. Jika mau karena terpaksa maka itu kemalasan. Jika mau karena disaksikan banyak orang maka itu riya’.</p>
<p>e.      Mengenakan pakaian yang sudah kusam. Dsb.</p>
<p>Inilah beberapa kondisi berkumpulnya riya’ dan takabbur pada seseorang. Jika dalam keramaian maka riya’ ikut menjebak, jika dalam kesepian takabbur terus mengintai.</p>
<p>Dengan mengenali keburukan kita kenali kebaikan. Dan dengan mengenali penyakit kita temukan obatnya.   </p>
<p>2.     Penghindaran dan pengendalian diri</p>
<p>Penyebab takabbur adalah prestasi yang pernah dicapai manusia. Ketidak siapan dan ketidak mampuan menerima hasil  dari penyebab-penyebab tertentu berpotensi melahirkan sikap takabbur.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaen2006.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaen2006.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaen2006.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaen2006.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaen2006.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaen2006.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaen2006.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaen2006.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaen2006.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaen2006.wordpress.com/275/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&blog=472976&post=275&subd=jaen2006&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaen2006.wordpress.com/2009/05/12/takabur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa5ef8da2e4f7a84dfda60f6d11cf8eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jaen2006</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hakikat Hidup</title>
		<link>http://jaen2006.wordpress.com/2009/05/12/hakikat-hidup/</link>
		<comments>http://jaen2006.wordpress.com/2009/05/12/hakikat-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 07:49:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jaen2006</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL ISLAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaen2006.wordpress.com/2009/05/12/hakikat-hidup/</guid>
		<description><![CDATA[Berbicara masalah hakekat hidup sebenarnya membutuhkan rincian yang sangat panjang dan terinci. Namun secara ringkas, hakikat hidup bisa terungkap dari pernyataan Ali bin Abi Thalib. Menurutnya, awal kehidupan adalah tangisan, pertengahannya adalah ujian dan ujungnya adalah kefanaan. Ketika anda lahir anda menangis, dan tangisan itu akan menjadi warna kehidupan. Saat anda sedih dan juga bahagia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&blog=472976&post=273&subd=jaen2006&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berbicara masalah hakekat hidup sebenarnya membutuhkan rincian yang sangat panjang dan terinci. Namun secara ringkas, hakikat hidup bisa terungkap dari pernyataan Ali bin Abi Thalib. Menurutnya, awal kehidupan adalah tangisan, pertengahannya adalah ujian dan ujungnya adalah kefanaan. Ketika anda lahir anda menangis, dan tangisan itu akan menjadi warna kehidupan. Saat anda sedih dan juga bahagia terkadang ditandai dengan tangisan.<br />
<span id="more-273"></span><br />
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. 57:20)</p>
<p>Dalam perjalanan hidup ini tidak ada orang yang tidak mendapat ujian walaupun kadarnya berbeda-beda namun ujian itu pasti ada.<br />
Semua yang ada dalam genggaman kita pada dasarnya hanya asesoris dan hiasan termasuk gelar akademis, kekayaan, harta dan keduaniaan lainnya. Kalau sudah selesailah semua, giliran pintu kematian yang akan dirasakan seluruh umat manusia.</p>
<p>Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan. (QS.21:35)</p>
<p>Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. 28:77)</p>
<p>Ada sesuatu yang kita akam dimiliki secara abadi sampai di akherat. dan juga yang hanya didunai ini. Maka jadikan dunia ini sebagai sarana dan mencari bekal untuk masuk ke alam selanjutnya. Karena alam yang akan dilalui manusia hanyalah one way, satu tiket. Alias tidak bisa balik lagi. Waspadalah, berhati-hati, bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu dan beramal ketika didunia ini.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaen2006.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaen2006.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaen2006.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaen2006.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaen2006.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaen2006.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaen2006.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaen2006.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaen2006.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaen2006.wordpress.com/273/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&blog=472976&post=273&subd=jaen2006&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaen2006.wordpress.com/2009/05/12/hakikat-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa5ef8da2e4f7a84dfda60f6d11cf8eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jaen2006</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ilmu dan Kebijakan, Unsur Perpustakaan</title>
		<link>http://jaen2006.wordpress.com/2009/05/06/ilmu-dan-kebijakan-unsur-perpustakaan/</link>
		<comments>http://jaen2006.wordpress.com/2009/05/06/ilmu-dan-kebijakan-unsur-perpustakaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 07:12:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jaen2006</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepustakawanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaen2006.wordpress.com/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[src=&#8221;http://jaen2006.files.wordpress.com/2009/05/perpust.jpg&#8221; alt=&#8221;perpust&#8221; title=&#8221;perpust&#8221; width=&#8221;134&#8243; height=&#8221;79&#8243; class=&#8221;alignleft size-full wp-image-266&#8243; /&#62;Geeorge Makdisi menyebutan bahwa ada 6 istilah yang digunakan secara terpadu untuk menggambarkan perpustakan. Tiga pertama adalah bayth (kamar/ruang), khizanah (lemari), dan dar (rumah), sedangkan tiga kedua adalah hikmah (kebijakan), ilm (ilmu) dan kutub (buku-koleksi).
Ini cukup beralasan, dengan keenam istilah ini maka dalam peradaban muslim dikenal bayth [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&blog=472976&post=259&subd=jaen2006&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>src=&#8221;http://jaen2006.files.wordpress.com/2009/05/perpust.jpg&#8221; alt=&#8221;perpust&#8221; title=&#8221;perpust&#8221; width=&#8221;134&#8243; height=&#8221;79&#8243; class=&#8221;alignleft size-full wp-image-266&#8243; /&gt;Geeorge Makdisi menyebutan bahwa ada 6 istilah yang digunakan secara terpadu untuk menggambarkan perpustakan. Tiga pertama adalah bayth (kamar/ruang), khizanah (lemari), dan dar (rumah), sedangkan tiga kedua adalah hikmah (kebijakan), ilm (ilmu) dan kutub (buku-koleksi).</p>
<p>Ini cukup beralasan, dengan keenam istilah ini maka dalam peradaban muslim dikenal bayth al hikmah, dar al hikmah, bayth al kutub dan yang semacamnya. Perpustakaan terbesar dalam dunia Islam adalah bayth al hikmah yang didirikan harun al Rasyid pada 830 M. Disinilah, perpustakaan, lembaga riset dan biro penerjemahan digabungkan. Adalah Al Kindi (807-973M), filosof Islam pertama yang menerjemahkan karya Aristoteles ke bahasa Arab merupakan orang yang aktif mengelola perpustakaaan ini. Selain beliau ada Musa Al Khawarizm, sang penemu al jabar pun bergelut dengan bayth al hikmah.<span id="more-259"></span></p>
<p>Pustakawan pada masa ini adalah juga Ilmuwan.</p>
<p>Adalah Al Nadim, orang yang menciptakan Al Fihrist (daftar isi/index) untuk koleksi yang ada di bayth al Hikmah, yang mengutip sekitar 60.000 buku. Dalam karyanya ini Nadim menyebutkan bahwa pustakawan di Bayth al Hikmah merupakan sosok yang memiliki kedudukan tinggi di masyarakat karena kecendikiawanan mereka.<br />
Eloknya, meskipun dibangun dimasa Islam oleh daulah Islam, pada masa Al Maâ€™mun, perpustakaan ini juga dikelola oleh sejumlah cendikiawan Muslim dan Non Muslim, sebuah kolaborasi indah tentunyaâ€¦.<br />
Keunggulah bayth al hikmah, hanya dapat dikalahkan oleh perpustkaan Madrasah Nizamiyah pada 1065 M, yang memiliki pustakawan tetap dengan gaji tinggi.<br />
Pada masa sejarah Muslim, perpustakaan memegang peranan penting. Sehingga perpustakan dibangun sedemikian rupa, dengan berbagai ruangan untuk berbagai tujuan. Gallery, rak buku, ruang kuliah, perdebatan, riset termasuk untuk hiburan musikal. SM Imaddudin, menyebutkan bahwa â€œperpustakaan pada sejaran Muslim dirancang sedemikian rupa, sehingga keseluruhan perpustakannya dapat tampak dari satu titik pusatâ€.</p>
<p>Koleksi perpustakaan pada masa klasik Islam sangat unggul. Ini berkaitan dengan para scientis lintas bidang pada masa ini sangat subur bermunculan. Dalam segi jumlah, ada 1,6 juta koleksi dalam 40 ruangan pada perpustakaan khazain al Qusu di Kairo. Diperlukan 400 onta untuk mengangkut buku koleksi Sahib ibn Abbad, 120 onta dengan 600 peti untuk koleksi pribadi pustakawan Al Wakidi (pustakawan muslim abad ke 9). 100.000 koleksi pada Madrasah Al Fadhiliah, paahal pada masa itu belum ada percetakan. Selain itu perpustakaan ini memiliki 2 buah bola bumi, dimana saat itu peradaban barat masih meyakini bahwa bumi ini datar.</p>
<p>Para bibliofil (pecinta buku) pada masa ini dengan bangga mengundang para ilmuwan atau cendikiawan lain untuk berkunjung ke perpustakaannya, yang juga diberi makan dan tempat menginap. Setidaknya ini dilakukan oleh pustakawan Ali ibn yahya al Munajjim dengan perpustakaan pribadinya yang dinamakan Khizanah Al Hikmah. Lain lagi dengan Jaâ€™far ibn Muhammad al Mausilli dengan Dar al Ilm nya. Dia membuka pintu perpustakannya untuk semua orang. Bahkan jika ada orang asing datang dan mempunyai kesulitan finansial Mausilli memberinya buku dan uang. Buku di wakafkan untuk kemanfaatan ilmu pengetahuan.<br />
â€œPerpustakaan sebagai lembaga yang sedemikian rupa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Baru pada masa ini perpustakaan sedemikian banyak lengkap dan banyak dikunjungi, terjadi pada negeri Muslimâ€ demikian Stellhorn Mackensen menyebutkan.</p>
<p>Sumber:<br />
Sardar, Ziauddin. Tantangan Dunia Islam abad 21: menjangkau informasi. Bandung: Mizan, 1993.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaen2006.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaen2006.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaen2006.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaen2006.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaen2006.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaen2006.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaen2006.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaen2006.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaen2006.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaen2006.wordpress.com/259/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&blog=472976&post=259&subd=jaen2006&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaen2006.wordpress.com/2009/05/06/ilmu-dan-kebijakan-unsur-perpustakaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa5ef8da2e4f7a84dfda60f6d11cf8eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jaen2006</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sholat Mencegah Perbuatan Keji &amp; Mungkar</title>
		<link>http://jaen2006.wordpress.com/2009/05/06/sholat-mencegah-perbuatan-keji-mungkar/</link>
		<comments>http://jaen2006.wordpress.com/2009/05/06/sholat-mencegah-perbuatan-keji-mungkar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 06:49:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jaen2006</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISAH ISLAMI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaen2006.wordpress.com/2009/05/06/sholat-mencegah-perbuatan-keji-mungkar/</guid>
		<description><![CDATA[( Diceritakan oleh Imam Naisaburi r.a )
Ada seorang lelaki yang merayu-rayu seorang wanita agar mau melakukan zina dengannya. Segala jurus tipu daya ia lakukan untuk meruntuhkan keteguhan iman sang wanita. Memang, lelaki itu ganteng sekali, ditambah lagi ia sangat kaya dikampungnya. Tentu saja tidak sedikit wanita yang menaruh hati padanya. Bagaimana dengan wanita yang dirayunya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&blog=472976&post=256&subd=jaen2006&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>( Diceritakan oleh Imam Naisaburi r.a )</p>
<p>Ada seorang lelaki yang merayu-rayu seorang wanita agar mau melakukan zina dengannya. Segala jurus tipu daya ia lakukan untuk meruntuhkan keteguhan iman sang wanita. Memang, lelaki itu ganteng sekali, ditambah lagi ia sangat kaya dikampungnya. Tentu saja tidak sedikit wanita yang menaruh hati padanya. Bagaimana dengan wanita yang dirayunya itu ?</p>
<p>Wanita tersebut sebetulnya sudah bersuami. Ia adalah seorang istri yang taat kepada suaminya. Suaminya sendiri adalah seorang yang taat pula. Perihal rayuan lelaki itu ia adukan kepada suaminya.</p>
<p>&#8220;Wahai suamiku, lelaki kaya yang tinggal disebelah sana itu seringkali menggoda aku. Ia tinggal masih sekampung dengan kita. Tiap kali ia berpapasan denganku, atau kebetulan saja bertemu dengannya, pasti saja ia merayu-rayu aku agar mau berbuat zina dengannya. Ia terus-menerus melakukan hal itu padaku. Apa yang harus aku perbuat, suamiku ?&#8221; Sang suami menanggapi istrinya dengan tenang-tenang saja. &#8221; Katakan kepada laki-laki itu bahwa engkau akan mau menuruti godaannya, yaitu berzina dengannya. Cuma, dia mesti memenuhi satu persyaratan dahulu&#8221;.<span id="more-256"></span></p>
<p>Dengan patuh istrinya kemudian mendengarkan terus apa yang dikatakan oleh suami tercintanya. Setelah itu pergilah ia menemui laki-laki yang sering mengganggunya itu.</p>
<p>Begitu mengetahui siwanita yang selalu diincarnya datang mencarinya, bukan main gembira perasaannya. Hatinya berbunga-bunga. Akhirnya kesampaian juga apa yang menjadi keinginannya selama ini kepada wanita cantik itu. Dengan penuh ketidaksabaran ia menantikan apa yang akan dikatakan sang wanita.</p>
<p>&#8220;Aku akan mau berbuat zina denganmu sebagaimana yang selalu engkau katakan kepadaku dalam rayuan-rayuanmu selama ini !&#8221; Mendengar kesediaan wanita itu, lelaki tersebut langsung berseri-seri wajahnya. Pikirnya, apapun yang dikehendaki wanita ini akan ia penuhi asalkan ia mau berzina bersamanya. Sungguh ia tak dapat menahan keinginannya melihat kecantikan dan keelokan tubuh wanita tersebut yang indah.</p>
<p>&#8220;Apapun akan kupenuhi demi kamu. Seandainya engkau punya permintaan, katakan. Apakah kamu butuh uang atau apa saja. Pendeknya, aku akan memenuhi apa saja yang engkau inginkan dariku &#8220;.</p>
<p>&#8221; Baiklah, Aku tak meminta uang atau materi apa pun. Permintaanku sederhana dan mudah saja.&#8221; Dengan rasa tak sabar yang terbaca dari air mukanya, laki-laki-laki itu terus mendesak siwanita agar ia mengutarakan persyaratan yang ia kehendaki.</p>
<p>&#8221; Ayo, katakan apa saja, aku pasti akan memenuhinya&#8221;.</p>
<p>&#8221; Sebelum kita sama-sama melakukan perbuatan itu, aku minta agar kamu mau melakukan sholat berjamaah bersama suamiku. Tidak banyak, hanya empat puluh subuh saja secara terus menerus. Tidak boleh terputus.&#8221; Mengetahui cuma itu permintaan siwanita, maka dengan bersemangat si laki-laki tersebut menyatakan kesangggupannya.</p>
<p>Demikianlah kisahnya. Mulai sejak ia berjanji, maka sholat subuhlah ia sebagaimana permintaan itu. Hingga pada sholat subuh yang keempat puluh berlangsung, yakni setelah janji itu terpenuhi, maka si wanita telah bersiap-siap untuk memenuhi janjinya. Rupanya, si laki-laki-laki telah bertekun karena keinginan hatinya, demikian pikir si wanita.</p>
<p>Pergilah si wanita menemui laki-laki tersebut. Begitu mereka bertemu, apa yang terjadi ? Ternyata kejadian menjadi terbalik. Si wanita mencoba merayu-rayu si laki-laki itu untuk memenuhi keinginannya. Namun apa jawab laki-laki itu ?</p>
<p>&#8220;Aku kini sudah bertaubat kepada Allah SWT, wahai perempuan ! Aku tidak mau lagi melakukan perbuatan terkutuk seperti itu !&#8221; Mendengar cerita sang istri, perihal jawaban si laki-laki yang tempo hari menggodanya, sang suami wanita itu memanjatkan doa` kepada Allah SWT . &#8220;Maha Benar Allah SWT ! Firman-Nya adalah benar. Bahwa sholat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.&#8221;</p>
<p>(SELESAI)<!--more--></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaen2006.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaen2006.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaen2006.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaen2006.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaen2006.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaen2006.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaen2006.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaen2006.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaen2006.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaen2006.wordpress.com/256/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&blog=472976&post=256&subd=jaen2006&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaen2006.wordpress.com/2009/05/06/sholat-mencegah-perbuatan-keji-mungkar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa5ef8da2e4f7a84dfda60f6d11cf8eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jaen2006</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah Renungan</title>
		<link>http://jaen2006.wordpress.com/2009/04/14/sebuah-renungan/</link>
		<comments>http://jaen2006.wordpress.com/2009/04/14/sebuah-renungan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 03:59:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jaen2006</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL ISLAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaen2006.wordpress.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum wr wb,
Sahabat sekalian,
Allah berfirman dalam Surah Annisa ayat 59, &#8220;Ya ayyuhal ladzina amanu athi&#8217;ullah wa athi&#8217;urrasul wa ulil amri minkum&#8220;
Artinya:
&#8220;Hai orang-orang yanh beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, dan para pemimpin kamu&#8221;
Sementara ulama&#8217; tafsir berpendapat bahwa taat kepada Allah dan taat kepada Rasulullah saw itu bersifat *mutlaq*: sami&#8217;na wa atha&#8217;na (aku dengar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&blog=472976&post=251&subd=jaen2006&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalamu&#8217;alaikum wr wb,</p>
<p>Sahabat sekalian,</p>
<p>Allah berfirman dalam Surah Annisa ayat 59, &#8220;<em>Ya ayyuhal ladzina amanu athi&#8217;ullah wa athi&#8217;urrasul wa ulil amri minkum</em>&#8220;</p>
<p>Artinya:</p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yanh beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, dan para pemimpin kamu&#8221;</p>
<p>Sementara ulama&#8217; tafsir berpendapat bahwa taat kepada Allah dan taat kepada Rasulullah saw itu bersifat *mutlaq*: sami&#8217;na wa atha&#8217;na (aku dengar dan aku taat). Itulah sebabnya di dalam ayat tadi, tepatnya di awal kata &#8220;Allah&#8221; dan &#8220;Rasul&#8221; ada kata &#8220;athi&#8217;&#8221; (yang berarti &#8220;taatlah&#8221;). Sementara itu, di ayat yang sama, tidak ada kata &#8220;athi&#8217;&#8221; di awal term &#8220;ulil amri&#8221; (pemimpin). Ini ditafsirkan bahwa ketaatan kepada para pemimpin adalah *bersyarat*: taat selama para pemimpin itu masih mengikuti Allah dan Rasul-Nya dan selama mereka taat mengerjakan ibadah mahdhah (ibadah ritual), wa bil khusus: shalat.<span id="more-251"></span></p>
<p>Yang sedikit menimbulkan masalah adalah bahwa Rasulullah saw kini telah pun tiada. Allah tentu saja masih tetap dan terus-menerus akan ada, namun Ia tidak menurunkan Jibril as lagi kepada manusia untuk menerima wahyu &#8212; karena tidak ada Nabi lain setelah Nabi Muhammad saw &#8212; alih-alih berbicara langsung kepada manusia seperti yang Ia lakukan kepada Musa as.</p>
<p>Benar, Rasullah saw telah meninggalkan dua warisan yang bila berpegang teguh kepada keduanya maka sekali-kali manusia tidak akan tersesat, yakni al Qur&#8217;an dan as-Sunnah. Hanya saja, ternyata as-Sunnah (dan juga al Qur&#8217;an) tidak melulu berisikan hukum (fiqh), namun juga hikmah, motivasi, dan akhlaq. &#8220;Agama adalah akhlaq yang baik&#8221; (al Hadith). Banyak sekali contoh akhlaq yang didahulukan Rasulullah saw daripada fiqh. Salah satu contoh yang cukup terkenal adalah seseorang yang di siang hari bulan Ramadhan membatalkan puasanya dengan bersetubuh dengan istrinya, ternyata dia tidak hanya *tidak jadi dihukum* puasa dua bulan berturut-turut atau memberi makan orang miskin di kampungnya, malah &#8212; karena dia mengaku orang termiskin di kampungnya &#8212; ia diberi Rasulullah saw segantang kurma untuk makanan dia dan istrinya. Nabiyullah yang mulia ini seakan-akan meniru &#8220;akhlaq&#8221; Allah swt: &#8220;yuridullahi bikumul yusra wa la yuridu bikumul usr&#8221; (&#8220;Allah menginginkan kemudahan bagimu, dan bukan menginginkan kesukaran bagimu&#8221;). Ada ulama&#8217; yang menyebutkan bahwa ternyata ayat-ayat hukum (fiqh) dalam al Qur&#8217;an itu hanya berkisar kurang-lebih 10 persen saja. Selebihnya, lebih banyak berisi kisah orang-orang terdahulu, hikmah, nubuat [yang kebanyakan sudah terbukti seperti penemuan "mummy" (jasad yang diawetkan) salah seorang Pharaoh (Fir'aun) yang di dalam lehernya terdapat ganggang laut -- bukti bahwa ia mati tenggelam], ajakan untuk berbuat baik, ajakan untuk iqra&#8217; &#8212; membaca ayatul kauniyah (ciptaan Allah, termasuk alam semesta) dan ayatul qauliyah (nash al Qur&#8217;an). Dan secara kasat mata, ayatul kauniyah jauh lebih banyak daripada ayatul qauliyah yang hanya 6200an (*bukan* 6666 seperti banyak diajarkan di sekolah-sekolah). Dan ayatul kauniyah ini sungguh menantang untuk dieksplorasi &#8212; agar umat Islam akan terus maju sehingga sebelum kiamat akan mengalami Abad Keemasan berikutnya.</p>
<p>Jadi, mari, sembari berjuang dalam iptek kita pertinggi keimanan kita kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengingat bahwa seluruh hidup kita adalah ibadah. Pemisahan ibadah menjadi ibadah mahdhah (&#8220;ritual&#8221;: salat, zakat puasa, haji) dan ghayr-mahdhah (&#8220;non-ritual&#8221;: menolong orang susah dengan tangan, belajar, mengajar, mencuci mobil, dll) tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk mempermudah membedakan mana yang tidak boleh ada &#8220;kreasi baru&#8221; (ibadah ritual yang dikreasibarukan = bid&#8217;ah) dan mana ibadah yang &#8220;antum a&#8217;lamu bi umuri dunyakum&#8221; (&#8220;engkau lebih mengetahui tentang duniamu&#8221;) yang bisa saja berubah sesuai perkembangan zaman. Ana asif jiddan bila ada kesalahan dalam menguraikan tausiyah pendek ini dan semoga bermanfaat bagi sahabat sekalian. Yang salah mohon dikoreksi, yang baik harap diambil.</p>
<p>Wallahu ta&#8217;ala a&#8217;lam. Wassalamu&#8217;alaikum wr wb Andri</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaen2006.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaen2006.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaen2006.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaen2006.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaen2006.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaen2006.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaen2006.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaen2006.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaen2006.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaen2006.wordpress.com/251/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&blog=472976&post=251&subd=jaen2006&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaen2006.wordpress.com/2009/04/14/sebuah-renungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa5ef8da2e4f7a84dfda60f6d11cf8eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jaen2006</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fajar Baru Perdamaian Palestina-Israel</title>
		<link>http://jaen2006.wordpress.com/2009/02/03/fajar-baru-perdamaian-palestina-israel/</link>
		<comments>http://jaen2006.wordpress.com/2009/02/03/fajar-baru-perdamaian-palestina-israel/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 08:16:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jaen2006</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaen2006.wordpress.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[ Kota Gaza mulai berdetak, pertanda kehidupan bersambung. Toko-toko dibuka kembali, ada transaksi di pasar-pasar demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan internasional yang mulai masuk dari perbatasan semoga mengurangi penderitaan warga Gaza yang digempur Israel selama tiga pekan. Warga dunia bersyukur melihat kondisi terbaru ini, terkait dengan kesepakatan gencatan senjata kedua pihak (Hamas-Israel) hingga penarikan pasukan Israel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&blog=472976&post=246&subd=jaen2006&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> Kota Gaza mulai berdetak, pertanda kehidupan bersambung. Toko-toko dibuka kembali, ada transaksi di pasar-pasar demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan internasional yang mulai masuk dari perbatasan semoga mengurangi penderitaan warga Gaza yang digempur Israel selama tiga pekan. Warga dunia bersyukur melihat kondisi terbaru ini, terkait dengan kesepakatan gencatan senjata kedua pihak (Hamas-Israel) hingga penarikan pasukan Israel dari Kota Gaza secara berangsur. Kita berharap tidak ada lagi korban berjatuhan dan gedung-gedung hancur. Majelis Umum PBB telah menerbitkan Resolusi 181 Tahun 1947 dan resolusi-resolusi lainnya, yaitu Resolusi 242 (1967), 338 (1973), 1397 (2002), dan Resolusi 1960 (2009). Berikut adalah naskah Perjanjian Camp David (1978), Perjanjian Oslo I (1993), Oslo II (1995), Road Map to Peace (2002), Deklarasi Mekkah (2006), dan Annapolis (2007). <span id="more-246"></span>Itu merupakan proses-proses yang telah melibatkan diplomat-diplomat ulung dan hasilnya tetap nihil, bahkan (Israel) membangkang dan melanggar logika hubungan internasional. Israel mungkin tidak menyangka jika perbuatannya menyegarkan sentimen bangsa Arab dan melahirkan kembali suasana bersaudara dalam tema persatuan. Artinya, kenyataan di Gaza mengubah peta politik dunia Islam meskipun fakta yang terjadi adalah &#8220;penjajahan&#8221;. Kepentingan nasional negara-negara Arab tampaknya masih menonjol. Arab Saudi, Mesir, Suriah, Yordania, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan negara-negara Teluk lainnya ingin bermain aman (play it save), sekaligus menjaga keseimbangan hubungan dengan Amerika Serikat (AS). Bagaimanapun secara militer tergantung pada AS, negara-negara Arab tidak banyak berbuat karena semua pihak memiliki kerja sama ekonomi dengan AS. Menurut Baghat Khorani dan Hillal Dessouki, prinsip politik luar negeri negara berkembang masih terbatas. Keterbatasan itu selalu dihadapkan pada dilema. Pertama, aid and independence dilemma. Artinya, setiap negara berkembang memerlukan bantuan asing demi pembangunan nasional dan mengejar ketertinggalan yang menyebabkan negara tergantung pada negara donor. Akibatnya, politik luar negerinya tidak merdeka. Kedua, resources and development dilemma. Artinya, negara-negara berkembang mempunyai idealisme yang tinggi dalam merumuskan politik luar negerinya. Padahal, sumber-sumber yang dimiliki sangat terbatas. Ketiga, security and development dilemma, di mana sumber-sumber dari luar negeri harus digali sebanyak-banyaknya. Namun, sumber luar negeri yang berguna untuk pembangunan nasional sering kali membahayakan keamanan dalam negeri (Khorani, Dessouki: The Foreign Policy Arab States: 1991:13). Namun, dua pertemuan di Doha, Qatar (16/1) dan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ekonomi Liga Arab di Kuwait (19/1) melahirkan optimisme baru. Ancaman (hasil pertemuan Qatar) untuk pemutusan hubungan diplomatik diperkirakan akan mengajak Israel di meja perundingan. Sikap negara-negara Arab diekspresikan secara jujur dan terus terang di antara siapa yang mendukung Hamas maupun Fatah. Perang dingin di antara mereka dengan demikian diselesaikan secara diplomatik di meja bundar bersama. Perang terbuka ini bukan tidak mungkin akan terulang. Namun, lagi-lagi dunia akan menganggap mereka sebagai &#8220;pengecut&#8221;. Maka kepala-kepala negara harus berpikir dan bertindak tidak ragu-ragu menyatukan sikap dan tujuan. Sejauh ini, KTT Liga Arab merekomendasikan rekonsiliasi kedua faksi (Fatah dan Hamas) agar bersatu menyelesaikan perselisihan internal Palestina dengan mendirikan pemerintahan independen. Dengan jaminan Fatah terhadap Hamas (mungkinkah dimoderasi atau direduksi?) bahwa kehadiran Israel di Palestina juga bagian dari solusi. Hasrat ini juga dibarengi dengan memberikan bantuan rekonstruksi nasional di Palestina. Peluang kedua, petanya juga dilihat dari perubahan landskap politik di AS dengan masuknya Barack Obama di Gedung Putih. Diplomasi global menganalisis faktor AS yang selalu mendukung Israel kini abstain dalam resolusi PBB 1960. Sikap ini dapat diinterpretasikan ada campur tangan Obama di sana. Sebab, salah satu prioritas pemerintahan baru Obama selain pemulihan krisis dan keamanan nasional (national security) adalah warisan Bush: masalah luar negeri. Pertanyaannya, slogan kampanye change apakah hanya berlaku bagi warga AS atau melibatkan dunia internasional? &#8220;Tekan-menekan&#8221; lobi Yahudi di AS yang menguasai jaringan media dan jaringan perbankan, berikut hitung-hitungan politik, ekonomi, dan kekuasaan Obama adalah soal lain. Individu Obama menjadi pertimbangan negara-negara Arab terlihat sebagai peluang untuk mendorong peran. Maknanya, di kawasan Timur Tengah sendiri memang tengah terjadi perubahan negosiasi dan gerakan untuk mendorong peran negara-negara di kawasan itu yang mayoritas adalah negara-negara Muslim. Jembatan komunikasi baru yang akan dijajaki ini seyogianya mendistribusikan energi diplomasi Timur Tengah secara menyeluruh. Negara antipenjajahan seperti Indonesia sudah cukup konsisten mendukung perjuangan Palestina. Meskipun corak pragmatisme tetap berkesinambungan dalam tahapan diplomasi, paling tidak, masa kecil Obama yang terkait secara emosional bagi hubungan AS-Indonesia dapat dimanfaatkan untuk melakukan pendekatan simultan (multy-track diplomacy) berupa tekanan bersama poros negara-negara Arab. Cara ini mungkin lebih bekerja daripada mengirim sukarelawan. Sebab, medan di Indonesia dengan Timur Tengah jauh berbeda. Pilihannya, apakah kembali dengan selamat atau &#8220;mati konyol&#8221;? Logikanya, kirim 100, mati 100. Kalau tidak ditembak mati, ditangkap. Peluang untuk mengkonkretkan peranan Indonesia terbuka lebar di tengah napas performa diplomasi yang sedang meningkat beberapa tahun belakangan. Meski termasuk kategori negara berkembang dan sedang focus inside (pembuktian ujian pemilu demokratis), hal itu tidak menutup kemungkinan peran diplomasi Indonesia yang tercitra secara positif dapat dilibatkan pada pertemuan penting berikutnya. Semoga, sebelum kembali ke pangkuan Tuhan, kita dapat melihat perdamaian di tanah Palestina.</p>
<p>*** Penulis adalah peneliti The Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES) LIPI Oleh : Muammar Luthfi Harun</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaen2006.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaen2006.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaen2006.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaen2006.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaen2006.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaen2006.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaen2006.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaen2006.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaen2006.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaen2006.wordpress.com/246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&blog=472976&post=246&subd=jaen2006&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaen2006.wordpress.com/2009/02/03/fajar-baru-perdamaian-palestina-israel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa5ef8da2e4f7a84dfda60f6d11cf8eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jaen2006</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merayakan Hari Kemenangan</title>
		<link>http://jaen2006.wordpress.com/2008/09/26/merayakan-hari-kemenangan/</link>
		<comments>http://jaen2006.wordpress.com/2008/09/26/merayakan-hari-kemenangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 06:57:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jaen2006</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaen2006.wordpress.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Waah, besok hari lebaran, kita rayain hari kemenangan….”, kata seseorang dipinggir jalan raya. Padahal dia pada saat itu merokok disaat orang lain berpuasa, padahal dia pada pagi harinya masih menyantap makan pagi disaat orang lain mulai kehausan. 
Ya, begitulah kebanyakan ummat Islam. Ritual Ramadhan bagi sebagian orang hanyalah sekedar ikut memukul kentongan membangunkan orang sahur, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&blog=472976&post=242&subd=jaen2006&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://jaen2006.files.wordpress.com/2008/09/lebaran1.png"><img src="http://jaen2006.files.wordpress.com/2008/09/lebaran1.png?w=113&#038;h=122" alt="" title="lebaran1" width="113" height="122" class="alignleft size-full wp-image-243" /></a>Waah, besok hari lebaran, kita rayain hari kemenangan….”, kata seseorang dipinggir jalan raya. Padahal dia pada saat itu merokok disaat orang lain berpuasa, padahal dia pada pagi harinya masih menyantap makan pagi disaat orang lain mulai kehausan. <span id="more-242"></span></p>
<p>Ya, begitulah kebanyakan ummat Islam. Ritual Ramadhan bagi sebagian orang hanyalah sekedar ikut memukul kentongan membangunkan orang sahur, setelah itu dia makan ayam bakar ditambahin minuman keras, “buat ngusir dingin” katanya, atau dia ikut keliling ronda sahur tapi dia sendiri tidak sahur karena emang nggak mau puasa. Dia ikutan taraweh kadang-kadang saja dengan alasan taraweh berjama’ah kurang khusu’ padahal dia molor di rumah buat persiapan begadang ronda sahur. Paling-paling rajin sholatnya di masjid hanya subuh saja, karena ramai dan setelah itu bisa JJS (Jalan-Jalan Subuh) ama cewek-cewek atau nongkrong godain cewek yang lagi seliweran (masih pagi buta, udah berbuat maksiat godain cewek, di bulan Ramadhan pula). Mereka biasanya bermesraan, bergandengan tangan, dan peluk-pelukan di tempat umum yang jelas melanggar etika dan aturan agama, belum lagi yang main trek-trekan motor mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya. Siang harinya saat orang yang pada puasa tidur dengan maksud agar terhindar dari hal-hal yang membatalkan puasa, dia ikutan tidur juga sekadar menjalankan ritual dan mode tidur siang bulan puasa.</p>
<p>Nah, bulan Ramadhan yang seharusnya dan sebenarnya penuh rahmat, penuh barakah, tapi tidak dijalani dengan sungguh-sungguh namun malah memperparah kemaksiatan, mengikuti ibadah juga sekadar iseng, sekedar carmuk dan caper. Tapi udah begitu, lebaran ingin ikut juga menjadi orang yang dikatakan mendapat kemenangan. Kemenangan dari mana??</p>
<p>Hal ini diperparah dengan seringnya media massa membuat pernyataan dan statement sendiri tentang hari kemenangan. Akrab kita dengar dan kita perhatikan di TV maupun koran (sejak bertahun-tahun ini), telah dikembangkan argumen bahwa hari kemenangan diperoleh siapa saja pada saat hari raya Idul Fitri. </p>
<p>“para penghuni wisma ***** merayakan hari kemenangan di kampung halaman mereka”, “para penghibur diskotik merayakan hari kemenangan bersama para tunawisma”, “artis ****** merayakan hari kemenangan dengan mengundang anak-anak panti asuhan”, dan lain sebagainya. Perhatikanlah statement-statement yang sering menjadi hiasan berita di media massa. Para pelacur ataupun penghibur diskotik yang pulang kampung dari kota besar cuti Ramadhan membelikan baju-baju bagus dengan uang haram mereka untuk keluarga di kampung dikatakan telah memperoleh dan menikmati hari kemenangan. Artis pornoaksi yang sering buka baju dan bergoyang erotis diatas panggung hiburan memberikan santunan kepada anak yatim maupun tuna wisma dikatakan telah mendapatkan hari kemenangan. </p>
<p>Padahal mereka yang digambarkan memperoleh hari kemenangan oleh media massa itu tidak mendapat kemenangan yang sesungguhnya. Padahal mereka tidak puasa, padahal selama Ramadhan tetap melakukan berbagai kemaksiatan, bahkan segera setelah hari kemenangan terlewati, setelah masa memakai kerudung usai, masa cuti jadi pelacur dan penari stiptease selesai, mereka kembali lagi tidak bermoral melakoni pekerjaan yang merusak akhlaq. Mana bukti kemenangan yang dikoar-koarkan? Mana penjabaran hari kemenangan oleh media massa dijadikan penyemarak berita??<br />
Bahkan sekarang makin marak penayangan hiburan sensualitas dan tidak pantas ditayangkan media dalam rangka menikmati hari kemenangan. Hari kemenangan yang seharusnya suci tapi diisi hiburan tidak bermoral. Lha yang mendefinisikan makna kemenangan itu apakah kita, apakah sekehendak manusia, apa terserah definisi dari media massa??</p>
<p>Maka dari itu, mari kita jaga jangan sampai kesucian Ramadhan dan Idul Fitri dinodai dengan pemaknaan sekehendak hati orang-orang tidak bermoral. Mari kita kembalikan makna kemenangan kepada makna yang sebenarnya. Ketika Ramadhan menjalankan ibadah puasa dengan maksimal menjauhi hal-hal maksiat dan mengisi Ramadhan dengan berbagai ibadah lillaahi ta’aala, yang artinya menjaga diri dari berbagai pantangan puasa, tidak makan dan minum, tidak bergunjing, tidak menghasut dan adu domba, dan segala macam kemaksiatan lainnya. Juga harus jaga niat puasa, jaga niat taraweh jangan karena pingin dilihat orang saja, juga ikhlas menjani Ramadhan hanya untuk Allah swt. Karena puasa dalah untuk Allah swt, dilihat orang atau tidak dilihat orang tetap berpuasa dengan hati teguh ikhlas untuk Allah swt semata. Maka Allah mengatakan bahwa pahala puasa dilipatgandakan beratus kali lipat. Selanjutnya, imbas dan keberhasilan memaksimalkan Ramadhan adalah berubahnya tingkahlaku dan keseharian menjadi orang yang berusaha lebih baik lagi dari sebelumnya, bertahan semakin baik bahkan setelah hari raya terlampaui. Itulah kemenangan yang sebenarnya.</p>
<p>Kalau media massa ingin turut serta memaknai dan menyemarakkan kemenangan maka jangan menafsirkan sendiri bagaimana bentuk kemenangan itu, jangan menampilkan hiburan seronok dengan dalih dalam rangka menyemarakkan hari kemenangan, jangan merubah kemenangan yang penuh kesucian dan hikmah menjadi tidak bermoral dan sekehendak uang bermotif mencari ranking tayangan dan laba semata. </p>
<p>Selamat menjalankan ibadah puasa pada Ramadhan 1429H ini, semoga ibadah kita mendapatkan hasil yang optimal di dunia dan akherat. Amien.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaen2006.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaen2006.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaen2006.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaen2006.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaen2006.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaen2006.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaen2006.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaen2006.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaen2006.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaen2006.wordpress.com/242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaen2006.wordpress.com&blog=472976&post=242&subd=jaen2006&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaen2006.wordpress.com/2008/09/26/merayakan-hari-kemenangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa5ef8da2e4f7a84dfda60f6d11cf8eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jaen2006</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jaen2006.files.wordpress.com/2008/09/lebaran1.png" medium="image">
			<media:title type="html">lebaran1</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>