Takabur
Mei 12, 2009
1. PENGERTIAN TAKABBUR
Rasulullah SAW mendefinisikan “takabbur” sebagai sikap “menolak kebenaran dan merendahkan orang lain”.
Pengertian itu Nabi sampaikan kepada orang yang mempertanyakan sikap salah seorang sahabat yang suka memakai baju dan sendal bagus. Sabda Nabi : Sesungguhnya Allh itu indah dan mencintai keindahan. Takabbur adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain”. HR. Muslim.
2. BAHAYA TAKABBUR
Takabbur sangat berbahaya bagi manusia. Ia merupakan kesalahan pertama yang dilakukan makhluk Allah (iblis) di dunia ini, yang menyebabkannya diusir dari surga. Pada kenyataannya takabbur itu menyebabkan hal-hal berikut ini :
1. Jauh dari kebenaran. Firman Allah :
“ Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku” 7:146
2. Terkunci mati hatinya. Firman Allah :
“Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang” 40:35
3. Mengalami kegagalan dan kebinasaan. Firman Allah :
“..dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala” 14:35
Baca entri selengkapnya »
Awas Demam Riya!
Mei 25, 2007
Rasulullah sangat khawatir dengan penyakit ini. Sebab, ia lebih berbahaya dari demam berdarah atau penyakit hati yang kini menjadi “pembunuh” nomor satu .
Suatu ketika, di yaumil akhir, berlangsung pengadilan terhadap tiga orang laki-laki. Yang pertama kali diadili adalah orang yang gugur sebagai syahid. Ia kemudian dipanggil oleh Allah.
Kepadanya kemudian diperlihatkan amal perbuatannya. Ia pun mengakui perbuatannya ketika berperang membela agama hingga akhirnya gugur sebagai syahid. Kemudian Allah bertanya:
“Apa yang telah kamu lakukan untuk mendapatkannya (mati syahid).”
“Aku berperang demi (mendapat) ridha-Mu hingga aku gugur di
medan jihad,” jawab lelaki itu.
“Kamu berdusta,” sergah Allah. “Kamu berperang agar dikatakan pemberani dan sungguh kamu telah mendapatkannya, ” sambung Allah lagi. Kemudian Allah memerintahkan agar orang tersebut diseret dan dilemparkan ke dalam neraka.
Selanjutnya Allah memanggil orang yang kedua, yakni seorang lelaki yang tekun menuntut ilmu dan mengajarkannya. Ia juga rajin membaca Al-Quran. Seperti yang pertama, ia pun diperlihatkan amal perbuatannya. Setelah ia mengenalinya, Allah bertanya:
“Apa yang telah kamu perbuat dengannya (menuntut ilmu)?”
“Saya menuntut ilmu, mengajarkannya kepada yang lain dan membaca Al-Quran demi Engkau, ya Allah,” jawab lelaki itu.
“Kamu berdusta!” kata Allah berfirman. “Kamu menuntut ilmu agar dibilang orang pandai dan kamu membaca Al-Quran agar dikatakan sebagai qori yang bagus (bacaannya), dan sungguh kamu telah memperolehnya, ” ungkap Allah.
Kemudian Allah memerintahkan agar orang tersebut diseret dan dilemparkan ke neraka. Baca entri selengkapnya »