Fajar Baru Perdamaian Palestina-Israel
Februari 3, 2009
Kota Gaza mulai berdetak, pertanda kehidupan bersambung. Toko-toko dibuka kembali, ada transaksi di pasar-pasar demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan internasional yang mulai masuk dari perbatasan semoga mengurangi penderitaan warga Gaza yang digempur Israel selama tiga pekan. Warga dunia bersyukur melihat kondisi terbaru ini, terkait dengan kesepakatan gencatan senjata kedua pihak (Hamas-Israel) hingga penarikan pasukan Israel dari Kota Gaza secara berangsur. Kita berharap tidak ada lagi korban berjatuhan dan gedung-gedung hancur. Majelis Umum PBB telah menerbitkan Resolusi 181 Tahun 1947 dan resolusi-resolusi lainnya, yaitu Resolusi 242 (1967), 338 (1973), 1397 (2002), dan Resolusi 1960 (2009). Berikut adalah naskah Perjanjian Camp David (1978), Perjanjian Oslo I (1993), Oslo II (1995), Road Map to Peace (2002), Deklarasi Mekkah (2006), dan Annapolis (2007). Baca entri selengkapnya »
“N D E S O”
April 26, 2008
Deso (baca ndeso) itulah sebutan untuk orang yang norak, kampungan, udik, shock culture, Countrified dan sejenisnya. Ketika mengalami atau merasakan sesuatu yang baru dan sangat mengagumkan, maka ia merasa takjub dan sangat senang, sehingga ingin terus menikmati dan tidak ingin lepas, kalau perlu yang lebih dari itu. Kemudian ia menganggap hanya dia atau hanya segelintir orang yang baru merasakan dan mengalaminya. Maka ia mulai atraktif, memamerkan dan sekaligus mengajak orang lain untuk turut merasakan dan menikmatinya, dengan harapan orang yang diajak juga sama terkagum-kagum sama seperti dia. Lebih dari itu ia berharap agar orang lain juga mendukung terhadap langkah-langkah untuk menikmatinya terus-menerus. Hal ini biasa, seperti saya juga sering mengalami hal demikian, tetapi kita terus berupaya untuk terus belajar dari sejarah, pengalaman orang lain, serta belajar bagaimana caranya tidak jadi orang norak, kampungan alias deso. Baca entri selengkapnya »
Penelitian Terbaru, Menyingkap Rahasia Kentut
Februari 29, 2008
Buang angin, kentut, atau yang dalam istilah ilmiahnya disebut
flatulence, flatulency, flatus, adalah ciptaan Allah, yang sudah pasti bukanlah peristiwa biasa. Anda dapat membuktikannya dengan mencari tulisan ilmiah seputar kentut di mesin pencari pustaka ilmiah di internet, misalnya di scholar.google. com dengan mengetikkan kata kunci flatulence intestine. Yang akan Anda dapatkan adalah tidak kurang dari 4800 rujukan ilmiah yang membahas atau mengandung rujukan tentang
kentut dari tahun 2000 hingga sekarang! Baca entri selengkapnya »
Al Aqsha Yang Terlupakan
Juni 15, 2007
Tahun 1967, tepatnya 8 Juni 40 tahun yang lalu, Masjid Al Aqsha digerebek oleh pasukan Zionis Israel setelah mereka mengalahkan pasukan Arab (Mesir, Yordania, Suriah) dalam sebuah perang yang disebut dengan Perang Enam Hari. Waktu itu, Jalur Gaza, Tepi Barat termasuk kota suci Al Quds, Dataran Tinggi Golan (milik Suriah) dan Semenanjung Sinai (milik Mesir), jatuh ke tangan pasukan Yahudi.
Di sejumlah tempat, termasuk di Palestina, banyak orang yang memperingati peristiwa tersebut. Sebuah peristiwa, yang bagi Zionis Israel disebut sebbagai sebuah kemenangan, karena mereka telah mengalahkan pasukan Arab dalam perang. Tapi bagi Palestina, dan umat Islam seluruhnya, peristiwa tersebut adalah sebuah ‘kepahitan’ dan ‘malapetaka’, karena kiblat pertama mereka diduduki oleh pasukan Yahudi itu. Bagi yang menyebutnya ini kemenangan, mereka merayakannya dengan kemenangan. Tapi bagi yang ditindas, mereka mengenang peristiwa itu sebagai sebuah malapetaka yang tak akan pernah dilupakan oleh sejarah sekalipun.
Masing-masing pihak menonjolkan target dan sasaran dari pelaksanaan peringatan itu sendiri. Zionis Israel misalnya, memperingati peristiwa itu dengan menonjolkan hegemoninya di tanah Palestina. Sementara rakyat Palestina menonjolkan penderitaan yang mereka alami sejak tanah mereka direbut dengan paksa oleh pasukan Zionis Israel yang dibantu oleh negara-negara kuat saat itu. Lembaga hak asasi manusia, seperti Amnesty International memperingati peristiwa tragis itu dengan mengeluarkan laporan terbaru mereka. Dalam laporan itu, Amnesty International menyebut pendudukan bangsa Yahudi atas tanah rakyat Palestina sebagai pendudukan abadi. Tembok ‘rasis’ yang dibangun di tanah Palestina dan cek-cek poin yang dipasang serdadu Israel selalu menjadi pemicu bagi meninggalnya warga Palestina yang tak berdosa.
Status Al Quds
Dua hari setelah tanggal 5 Juni 1967, pasukan Zionis Israel berhasil masuk ke kota suci Al Quds (Jerusalem) yang menjadi simbol peradaban kemanusiaan. Usai perang, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), melalui Dewan Keamanan (DK) kemudian mengeluarkan puluhan resolusi yang memerintahkan agar pasukan Zionis Israel keluar dari tanah jajahannya, terutama resolusi DK PBB nomer 242 tanggal 22 November 1967.
Namun reaksi Zionis Israel atas resolusi-resolusi itu dingin. Mereka tak mau menggubris keputusan yang telah dikeluarkan oleh lembaga yang menjadi representasi dari negara-negara berdaulat di seluruh dunia tersebut. Dalam banyak perundingan yang digelar antara pihak Zionis Israel dan pihak Palestina soal penyelesaian konflik Arab-Israel, status kota suci itu tidak menentu. Hal ini disebabkan karena diantarannya, Zionis Israel selalu memberikan syarat terlebih dulu sebelum mengadakan perundingan dengan pihak Palestina. Sementara kalau pihak Arab (Palestina) meminta hal serupa, Israel segera menolaknya mentah-mentah.
Zionis Israel juga selalu meminta untuk diakui eksistensinya di tanah Palestina oleh Arab, sementara mereka tak pernah mengakui hak-hak bangsa Palestina. Sejak berdirinya entitas Zionis Israel di bawah kepemimpinan pemerintahan Ben Gurion hingga Ehud Olmert sekarang ini, tak ada satu pernyataan dari para pemimpin Yahudi itu yang mau mengakui hak hidup dan hak kembali rakyat Palestina ke tanah airnya.
Negara Yahudi itu juga senantiasa meminta pihak Palestina untuk mengakuinya sebagai ‘negara’ tapi di saat yang sama mereka tidak membuat batas-batas teritorial negaranya. Hingga kini, satu-satunya negara yang masuk menjadi anggota PBB yang tidak memiliki batas-batas negara yang jelas, hanyalah Israel. Selain itu, dalam setiap agenda perundingan, pihak Zionis Israel tidak pernah memasukkan klausul yang membahas soal kota Al Quds. Bagi mereka, kota suci itu adalah ‘ibukota abadi’ Yahudi di masa yang akan datang.
Inilah persoalan yang menjadikan mandulnya proses-proses perundingan yang digagas oleh dunia internasional, termasuknya didalamnya tim kwartet (Amerika, Rusia, PBB, dan Uni Eropa) serta negara-negara regional yang mengusulkan berdirinya dua negara hidup berdampingan secara damai.
Amerika, yang sekarang menjadi ‘polisi dunia’, tidakkah bisa menekan Zionis Israel untuk menerapkan inisiatif perdamaian yang mereka usulkan sendiri berupa Peta Jalan Damai. Dalam inisiatif itu di antaranya termuat poin tentang berdirinya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat. Tapi di manakah kehendak Amerika untuk mewujudkan hal itu, sementara Zionis Israel tetap bertengger dan tidak mau keluar dari tanah Palestina tahun 1967? Ataukah malah sebaliknya, Zionis Israel yang sejatinya mengendalikan dunia saat ini, bukan negara Paman Sam tersebut?
Nasib Masjid Al Aqsha
Dalam membahas dan memperingati Perang Enam Hari, banyak orang yang lupa, atau seolah-oleh melupakan tentang pendudukan pasukan Zionis Israel ke Masjid Al Aqsha. Padahal, jelas-jelas mereka menodai masjid itu dengan masuk ke pelatarannya. Bagi umat Islam, Masjid Al Aqsha adalah kiblat pertama umat Islam sebelum diperintahkan menghadap ke kiblat di Makkah. Otomatis sejak tanggal 8 Juni 40 tahun lalu hingga sekarang, Masjid Suci Al Aqsha dalam genggaman musuh-musuh Islam. Ribuan penindasan dan penganiayaan telah dilakukan terhadap kiblat pertama umat Islam tersebut dan kota Al Quds.
Apa yang kita lihat di tanah Palestina dan Masjid Al Aqsha membuktikan bahwa kalau negeri itu dalam genggaman umat Islam, maka kedamaian dan ketenteraman akan selalu mengahiasi wilayahnya. Namun jika sebaliknya, maka kehancuran dan nestapa yang akan terus melanda bangsa Palestina, juga kepada dunia internasional yang masih mau menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan universal. Maukah kita sejenak memikirkan masalah ini, walaupun hanya membaca tulisan sederhana seperti ini? Atau kita sibuk sendiri dengan problematikanya masing-masing? Ketahuilah, siang-malam orang-orang Yahudi itu tidak pernah tidur untuk menggantikan Masjid Al Aqsha dengan sinagog Yahudi.(Amrozi M Rais)
Direktur Center for Middle East Studies (COMES)
HANYA SATU KATA “BANJIR”
Februari 26, 2007
Oleh: M. Djaenudin
Jumat, 2 Pebruari 2007 saya datang ke kantor dalam keadaan hujan lebat dan terlihat semua kawasan Jabodetabek diselimuti awan tebal . Dalam perjalanan ada firasat “jangan-jangan kantor kebanjiran” seperti tahun 2002 atau 1996. Begitu sampai di kantor ternyata dugaan saya benar. Halaman kantor air sudah setinggi lutut orang dewasa. Saya berusaha masuk lewat jembatan yang menghubungkan lantai 2 yaitu ruangan untuk pertemuan yang bisa dilalui dari kantor sebelah yang ketika itu masih belum seberapa air yang menggenangi. Akhirya saya bisa masuk ke ruangan itu. Sambil melihat-lihat ke bawah ternyata barang-barang yang ada di lantai 1 banyak yang belum dievakuasi. Beberapa atasan juga sudah berada di sana. Ketika itu juga diputuskan oleh mereka bahwa, untuk sementara waktu kantor diliburkan sampai beberapa hari/minggu karena tidak mungkin aktifitas kantor berjalan dengan normal. Banjir yang melanda kantor kali ini ketinggian air mencapai 2 meter. Kondisinya benar-benar memprihatinkan, segala macam fasilitas kantor banyak yang rusak. Terutama fasilitas listrik yang membutuhkan waktu yang lama untuk diperbaiki. Bagaimana dengan cerita kantor anda? Baca entri selengkapnya »
YANG GRATIS DARI INTERNET
Desember 13, 2006
Oleh: M. Djaenudin
Mungkin bagi pengguna Internet fasilitas gratisan yang ada di dunia maya ini sudah bukan hal baru dan boleh dikatakan sangat akrab, seperti Search Engine, E-mail, Mailing List, Chatting, dan sebagainya. Fasilitas layanan gratis tersebut, tak hanya menyenangkan saat mengoperasikan, tetapi juga sangat memudahkan atau membantu dalam berbagai perkerjaan. Apalagi kantor kita PDII-LIPI yang sehari-harinya tiada hari tanpa Internet. Artinya kalau Internet “tidak jalan”, maka hampir-hampir kegiatan akan berhenti dan banyak yang terganggu bahkan bisa-bisa ada yang “nganggur”. Pemandangan ini bisa kita temukan apabila kita menengok perkerjaan yang dilakukan pada Bidang Informasi, yang memang tiap harinya mencari informasi untuk para penggunanya.
Barangkali bagi yang baru mengenal Internet perlu juga dijelasan apa saja sih yang menarik dari dunia Internet dan gimana cara menggunakannya?Yok kita ikuti artikel berikut ini untuk memahami dan bisa memanfaatkan teknologi informasi ini semoga bisa sedikit menambah wawasan bagi mereka yang baru mengenal Internet.
SEARCH ENGINE
Search engine atau mesin pencari informasi adalah layanan gratis yang paling populer dan banyak ditemukan. Kita dapat dengan leluasa menjelajah dunia maya. Karena Internet tak ubahnya rimba raya maya, yang memerlukan alat bantau atau rambu-rambu untuk menjelajahnya. Search engine memungkinkan kita mengakses berbagai data atau informasi yang dibutuhkan secara cepat, efektif, dan efisien. Jenis pencarian dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan, bisa berupa teks, gambar, animasi, alamat situs, musik dalam bentuk MP3 dan sebagainya. Kita cukup memasukkan keyword pada “text box” lalu klik. Dengan waktu yang relatif singkat akan muncul informasi yang kita inginkan.
Saat ini banyak situs yang sudah menyediakan search engine, dan yang paling terkenal adalah Yahoo, Altavista, Vivisimo, Netscape, dan lain-lain. Ada juga situs yang khusus sebagai search engine seperti Google.com, dan yang satu inilah yang paling handal saat ini. “Mbah-nya search engine ini diakses tidak kurang dari 2 juta lebih “netters” setiap hari. Hal ini karena kehebatan “Mbah Google” yang mampu menjangkau lebih dari 2 milyar halaman web hanya dalam hitungan detik. Hebat bukan?
Silakah kita klik saja seperti alamat berikut: www.google.com, www.yahoo.com, www.altavista.com, www.vivisimo.com dan sebagainya. (bersambung)
SAATNYA MELEK INTERNET!
Desember 13, 2006
Kehadiran Internet sebenarnya sudah relatif lama, kira-kira tahun 90-an, dan tidak diragukan lagi bahwa kehadiran dan pertumbuhan teknologi Internet telah menjadi salah satu fenomen sosial yang paling menarik perhatian saat ini. Di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, kini semakin banyak orang yang memanfaatkan internet untuk bermacam-macam kebutuhan. Ia banyak digunakan untuk hal-hal teknik, seperti mencari informasi, e-mail, memasarkan produk dan sebagainya.
Yang pasti jenis teknologi telah mendorong masyarakat dalam menciptakan berlangsungnya berbagai perubahan. Mungkin kita sudah mengetahui bahwa transaksi perbankan bisa juga menggunakan Internet. Memudahkan bukan?
Lalu apa sih sebetulnya Internet ini, yok kita tilik bersama berikut ini.
Apa Itu Internet?
Internet adalah sekumpulan komputer atau server yang saling terhubung satu sama lain melalui berbagai macam media (kabel, radio, satelit dll). Komputer-komputer tersebut letaknya tersebar di seluruh belahan dunia sehingga memungkinkan terbentuknya suatu jaringan informasi global. Sekumpulan komputer di suatu tempat memiliki jenis dan karakteristik yang tidak sama dengan tempat-tempat lain, namun semuanya dihubungkan oleh suatu protokol standard yang sama yang disebut TCP/IP (Transfer Control Protocol/Internet Protocol). TCP/IP ini dapat diumpamakan sebagai bahasa yang dimengerti oleh semua jenis komputer yang terhubung ke Internet. Tanpa mengikuti protokol standard ini, komputer kita tidak akan mampu berkomunikasi dengan komputer-komputer lain di Internet.
Protokol TCP/IP ini memberikan suatu IP Number (nomor IP) yang unik untuk tiap komputer yang terhubung ke Internet sehingga lalu lintas data di Internet dapat diatur. Untuk memudahkan kita mengingat maka dibuatlah IP Address (alamat IP) sebagai representasi dari nomor IP.
Contoh nomor IP : 192.168.100.1
Contoh alamat IP : pdii.lipi.go.id
Masing-masing komputer di Internet memiliki kandungan informasi yang begitu beragam, mulai dari hal-hal yang sepele sampai dengan hal-hal yang serius seperti penelitian. Hal ini memungkinkan terjadinya sharing of resources di Internet.
Manfaat Internet
· Komunikasi
· Internet memungkinkan terjadinya komunikasi yang super cepat antara suatu pihak dengan pihak lainnya, tanpa mengenal batasan ruang dan waktu. Hal ini dimungkinkan karena jangkauan Internet yang telah meng-global. Asal kita mengetahui alamat seseorang atau suatu lembaga di Internet, kita dapat mengirim informasi kapan saja dan kemana saja di seluruh dunia dalam waktu yang sangat singkat dan cara yang sangat mudah. Internet juga dapat menghemat biaya komunikasi yang harus dikeluarkan.
· Informasi
· Seperti telah disinggung di atas, karena begitu banyaknya komputer yang terhubung ke Internet, dimana masing-masing komputer memiliki kandungan informasinya sendiri-sendiri, maka gabungan seluruh informasi di Internet sangatlah luar biasa. Internet merupakan sumber informasi yang melimpah (hampir tanpa batas) yang terus berkembang seiring dengan makin berkembangnya Internet itu sendiri.
· Kolaborasi
· Kolaborasi yang dimaksudkan di sini adalah suatu proses menyelesaikan suatu pekerjaan secara bersama-sama (team-work). Anggota tim bisa terdiri dari berbagai macam ahli dari berbagai bidang yang tersebar di berbagai negara di dunia. Internet merupakan media yang sangat membantu suatu kolaborasi yang biasanya terhambat oleh ruang dan waktu. Melalui Internet kita dapat melakukan suatu konferensi (conference) dengan berbagai pihak di mana pun mereka berada. Kita bahkan dapat mengerjakan suatu pekerjaan secara bersamaan melalui Internet.
Bagaimana Menghubungkan Diri ke Internet?
Untuk menghubungkan diri ke Internet, kita perlu berlangganan ke suatu Penyedia Jasa Layanan Internet (Internet Service Provider – ISP). ISP dapat dianggap sebagai pintu gerbang untuk menghubungkan diri ke Internet. Kita tinggal mencari ISP yang berlokasi di kota yang sama dimana kita tinggal atau kota terdekat.
Ada 2 (dua) macam cara kita dapat menghubungkan diri ke Internet, yaitu:
1. Dial-up Connection
Dial-up Connection merupakan koneksi ke Internet yang bersifat sementara. Untuk Dial-up Connection ini yang kita butuhkan adalah:
· Perangkat keras (hardware):
o Komputer
o Modem
o Saluran Telepon
· Perangkat Lunak (software): pada umumnya disediakan oleh ISP dimana kita berlangganan.
Username (login) dan Password: disediakan oleh ISP dimana kita berlangganan, login tidak dapat diganti sedangkan password dapat kita ganti sendiri secara berkala untuk menjaga keamanan.
Yang kita perlu kita lakukan adalah:
o Berlangganan ke salah satu ISP terdekat
o Memasang modem ke komputer kita
o Meng-install software Internet yang disediakan oleh ISP
o Menghubungkan diri (dial-up) ke ISP
Setelah komputer kita terhubung ke ISP maka saat itu pula komputer kita sudah terhubung ke Internet dan kita dapat memulai penjelajahan kita di Internet. Hubungan kita ke Internet hanya terjalin selama kita mempertahankan koneksi komputer kita ke ISP melalui modem. Begitu kita memutuskan hubungan modem ke ISP maka saat itu pula kompuer kita terputus dari Internet dan kembali berfungsi sebagai komputer yang biasanya kita gunakan.
Hubungan yang kita lakukan ke ISP adalah hubungan lokal (menggunakan pulsa telepon lokal) namun kita sudah bisa menjelajahi Internet dan mengunjungi tempat-tempat lain di seluruh dunia. Tentunya ‘kunjungan’ kita ke tempat-tempat lain tersebut bersifat maya (tidak nyata) karena kita hanya dapat melihat-lihat informasi yang terkandung di komputer-komputer lain di seluruh dunia yang terhubug ke Internet. Karena sifatnya yang maya inilah maka Internet dikenal sebagai cyberspace (dunia maya).
Dial-up Connection ini pada umumnya digunakan oleh pribadi-pribadi yang menginginkan untuk mengakses Internet dari rumah. Komputer yang digunakan untuk dial-up pada umunya adalah sebuah komputer tunggal (bukan jaringan komputer)
1. Dedicated Connection
Dedicated Connection bersifat menetap artinya hubungan ke Internet berlangsung selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan 365 hari setahun, non-stop. Jenis koneksi ini banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan atau institusi-institusi lain dengan jumlah karyawan dan komputer yang cukup banyak. Bila kebutuhan akses Internet sudah sangat besar maka adalah tidak efisien untuk menghubungkan masing-masing komputer ke Internet dengan jenis koneksi dial-up. Dapat dibayangkan berapa banyak modem dan saluran telepon yang harus disediakan dan berapa biaya telekomunikasi yang harus ditanggung perusahaan.
Suatu institusi yang menggunakan jenis koneksi ini akan membuat jaringan komputer lokal (Local Area Network – LAN) di lokasinya dan menghubungkan LAN mereka ke Internet melalui suatu ISP dengan hanya menggunakan 1 (satu) buah modem dan saluran telepon sewa (leased line) yang online selama 24 jam non-stop. Semua komputer yang terhubung ke LAN institusi tersebut akan memiliki akses ke Internet melalui jalur yang sama. Tentunya diperlukan peralatan tambahan untuk jenis koneksi ini.
Agar semua komputer yang ada dapat dibuat ber-jaringan, maka tiap-tiap komputer harus dilengkapi dengan Ethernet Card. Sebagai alat untuk membentuk jaringan adalah Hub. Agar jaringan lokal (LAN – Local Area Network) kita dapat disambungkan dengan Internet, maka LAN kita harus dihubungkan ke salah satu ISP melalui Router dan Modem khusus. Dengan cara ini hanya diperlukan satu jalur komunikasi untuk melayani semua komputer yang ada di LAN kita. Saat LAN kita tersambung ke Internet, masing-masing komputer di LAN kita seolah-olah menjadi bagian dari Internet itu sendiri.
Apa Saja Jenis Aplikasi yang Dapat Dijalankan di Internet?
Bila kita mengumpamakan Internet sebagai suatu jalan raya, maka aplikasi-aplikasi yang digunakan di Internet dapat dibayangkan sebagai jenis-jenis kendaraan yang bisa melewati jalan raya tersebut (ada jenis mobil, truk, bis, sepeda, becak dll). Masing-masing aplikasi memiliki kegunaannnya masing-masing.
1. Surat Elektronik (Electronic Mail / E-mail)
Surat elektronik memiliki fungsi yang sama dengan surat yang biasanya kita kirimkan. Hanya saja media penyampaiannya tidak lagi menggunakan alat transportasi mobil, kapal atau pesawat terbang, namun menggunakan jaringan Internet. Bila pada surat biasa diperlukan alamat tujuan agar pesan kita dapat sampai, maka di Internet pun suatu surat elektronik perlu memiliki suatu alamat yang disebut dengan alamat surat elektronik (E-mail Address). Bentuk alamat surat elektronik tersebut adalah:
djaenudin2002@yahoo.com , jaen@pdii.lipi.go.id
dimana:
M. Djaenudin = djaenudin2002 (biasanya merupakan singkatan nama kita
pdii = nama komputer/server (hostname) yang kita gunakan
lipi.go.id = nama domain (domain name) dari LIPI
Nama Komputer / Server (Host Name). Host name adalah nama dari komputer / server dimana kita terdaftar. Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa setiap komputer memiliki IP Address, maka host name ini merupakan komponen penyusun IP Address tersebut. Kita dapat menamai komputer / server kita sesuai keinginan kita.
Pada contoh sebelumnya nama ‘pdii’ dipakai untuk menamai salah satu server di LIPI. Sehingga bila kita terdaftar sebagai pengguna Internet di server pdii, maka kita akan memiliki E-mail Address dengan format:
jaen@pdii.lipi.go.id
yang menunjukkan bahwa kita (jaen) adalah pengguna Internet yang terdaftar di server pdii yang terletak di suatu institusi yang bernama LIPI (suatu lnstitusi Riset) yang berlokasi di negara Indonesia.
Nama Domain (Domain Name). Nama domain di Internet selalu diakhiri dengan 2 huruf yang menunjukkan nama negara tempat pemilik E-mail Address berada. Nama domain ‘id’ berarti ‘Indonesia’. Beberapa contoh nama domain negara-negara lain:
sg : Singapura
my : Malaysia
th : Thailand
au : Australia
dan lain-lain
Perkecualian adalah untuk negara Amerika Serikat (USA) dimana huruf akhir dari nama domain-nya berjumlah 3 huruf dan tidak mencerminkan nama negaranya namun menunjukkan jenis institusinya. Berikut daftar nama domain untuk negara Amerika Serikat:
edu : pendidikan (education)
gov : pemerintah (government)
com : bisnis/komersial (commercial)
mil : militer (military)
net : institusi yang berhubungan dengan jaringan komputer (networking)
org : organisasi lain yang tidak tercakup dalam kategori-kategori di atas
Negara-negara lain selain Amerika, menempatkan pembagian kategori serupa di depan kode negaranya, seperti keterangan berikut:
ac : pendidikan (academic)
go : pemerintah (government)
co : bisnis (commercial)
net : idem
or : idem
Sesuai fungsinya, E-mail pada umumnya banyak digunakan sebagai saran komunikasi yang murah meriah, namun sangat canggih karena selain pesan-pesan yang dapat kita sampaikan, kita pun dapat mengirimkan file-file berupa attachment (pada surat biasa disebut lampiran) berupa program, gambar, suara maupun animasi atau video melalui E-mail.
Pada surat elektronik juga terdapat fasilitas “Carbon Copy” (Cc) yang dalam surat biasa disebut dengan “Tembusan”, dan “Subject” yang pada surat biasa disebut dengan “Perihal”. Pada dasarnya surat elektronik memiliki fungsi yang sama dengan surat biasa, sedangkan bagian-bagiannyapun memiliki kemiripan seperti telah dijelaskan di atas.
Untuk fungsi manajemennya disediakan beberapa mailbox (kotak surat) standard pada setiap software E-mail, yaitu Inbox (surat masuk), Outbox (surat siap dikirim), Sent Items (surat yang telah terkirim) dan Deleted Items (surat yang telah dihapus).
2. Jaringan Jagad Jembar – JJJ (World Wide Web – WWW)
WWW ini merupakan aplikasi Internet kedua yang paling banyak digunakan orang, namun juga merupakan aplikasi Intenet yang paling disukai karena tampilannya yang multimedia. Informasi-informasi yang terkandung di server-server yang terhubung ke Internet pada umumnya di-presentasi-kan melalui media WWW dalam format HTML (Hypertext Markup Language).
Format HTML inilah yang memungkinkan penyajian informasi melalui WWW menjadi sangat menarik. Halaman depan suatu tampilan informasi biasanya dikenal dengan sebutan Serambi Depan (Homepage). Dari Serambi Depan ini kita akan menjumpai suatu tampilan informasi yang memiliki banyak link ke informasi lain yang lebih detil. Kita tidak perlu tahu dimana informasi-informasi tersebut berada, yang kita perlu kita lakukan hanyalah meng-klik infornasi yang kita inginkan dan informasi yang kita inginkan tersebut akan ditampilkan di layar komputer kita. Konsep penyajian informasi dengan banyak link ini disebut dengan hypertext. Untuk melihat isi suatu homepage, kita memerlukan alat bantu yang disebut perawak (browser). Browser yang umum dipakai adalah Internet Explorer (dari Microsoft) atau Netscape Navigator (dari Netscape Communication).
Alamat Internet untuk WWW disebut dengan URL (Uniform Resource Locator atau Universal Resource Locator) dan memiliki format sebagai berikut:
protocol://www.domain/path/file.htm http://www.pdii.lipi.go.id/english/isisnet.html
dimana: http = jenis protokol yang digunakan (Hypertext Transfer Protocol)
pdii.lipi.go.id = nama domain lipi
english/isisnet/ = path atau bisa juga disebut direktori tempat suatu file
tersimpan
html = nama file yang menyimpan informasi yang ditampilkan pada
umunya berakhiran dengan .htm atau .html
2. Protocol di sini selain http dapat pula berupa ftp (File Transfer Protocol), gopher, telnet dll yang akan dijelaskan kemudian. Pada umumnya URL dimiliki oleh suatu instansi, namun sebagai pribadi kita pun dapat memiliki URL tersendiri di Internet, yang biasanya disebut homepage pribadi (Personal Homepage) yang format umumnya adalah http://360.yahoo.com/djaenudin2002 dimana djaenudin adalah userid yang dimiliki yang menunjukkan keanggotaan dari suatu ISP (dalam contoh ini yaitu yahoo.com).
3. GOPHER
Gopher sendiri berarti tikus tanah, yang membangun sarangnya di bawah tanah berupa saluran-saluran yang saling terhubung satu sama lain membentuk jaringan terowongan bawah tanah. Karena sifat inilah maka nama Gopher dipakai. Gopher suatu kumpulan informasi di Internet yang disusun secara hirarkis (berbasis menu). Bila WWW adalah kumpulan informasi yang disusun berbasis hypertext maka di dalam Gopher juga dijumpai prinsip hypertext ini, namun semuanya dipresentasikan dalam bentuk menu. Bila kita meng-klik suatu menu, kita akan dibawa ke suatu menu baru yang lebih detil. Demikian seterusnya sampai kita menemukan informasi (dokumen) yang kita inginkan.
Gopher saat ini sudah dapat diakses dengan menggunakan aplikasi yang sama dengan WWW, yaitu menggunakan perawak (browser). Kita bahkan dapat saja berpindah dari suatu WWW ke Gopher tanpa kita sadarai. Misal saat kita sedang membuka suatu homepage di Internet dan kita tertarik untuk meng-klik sutau informasi yang tampil di layar. Tiba-tiba saja kita sudah dibawa ke suatu tampilan baru dalam bentuk menu yang ternyata adalah Gopher. Saat ini Gopher mulai banyak ditinggalkan orang karena tampilannya yang tidak menarik dan tidak mampu menampilkan informasi dalam bentuk multimedia seperti WWW. Hal ini bukan berarti Gopher sudah sama sekali tidak digunakan orang.
4. FTP (File Transfer Protocol)
FTP adalah suatu aplikasi yang digunakan untuk memindahkan (transfer) file dari suatu komputer yang terhubung ke Internet ke komputer lain yang juga terhubung ke Internet. Bila kita biasanya mengcopy suatu file dari hard disk ke disket, maka konsep yang sama digunakan, bedanya hanya file dipindahkan antar komputer-komputer di Internet. Ada 2 macam FTP yang bisa kita lakukan.
Pertama adalah FTP biasa. Biasa di sini diartikan bahwa kita memiliki akses ke suatu server dimana kita terdaftar di sana. Misal server dari ISP dimana kita berlangganan. Di server ISP kita, setiap pelanggan memiliki suatu tempat (space) yang disebut home directory. Kita hanya berhak masuk ke home directory milik kita sendiri dan tidak bisa masuk ke home directory orang lain. Untuk masuk ke home directory kita, diperlukan username (login) dan password yang pada umumnya sama dengan username (login) dan password yang kita gunakan untuk konek ke ISP kita.
Jenis FTP yang kedua adalah anonymous FTP yang berarti kita mengambil file-file dari suatu tempat umum (public). Tempat umum yang dimaksud di sini adalah suatu server yang memang menyediakan file-file untuk diambil oleh orang-orang lain melalui Internet. File-file ini bisa berupa file permainan (game), lagu, video, bahkan laporan hasil penelitian pun ada yang disediakan secara bebas. Untuk anonymous FTP kita cukup menggunakan login ‘anonymous’ dan E-mail Address kita sebagai password. Kita akan langsung dibawa masuk ke dalam sistem dan kita harus masuk ke dalam directory ‘pub’ (public).
5. Telnet (Remote Login)
Telnet adalah suatu aplikasi yang digunakan untuk bekerja dari jarak jauh. Misalkan komputer kita sudah terhubung ke Internet dan kita tahu alamat (server) tujuan, maka dengan menjalankan telnet, kita akan masuk ke server tersebut dan menjalankan perintah-perintah di server tersebut seolah-olah kita sedang berada di lokasi yang sama dengan server tersebut. Padahal mungkin saja kita sedang berada di belahan dunia yang lain. Pada umumnya selain untuk bekerja jarak jauh, telnet banyak dipakai untuk masuk ke katalog terpasang (online catalog) dari perpustakaan-perpustakaan di seluruh dunia yang sudah terhubung ke Internet. Dengan menggunakan katalog terpasang tersebut kita seolah-olah sedang berada di dalam perpustakaan yang bersangkutan, mampu menelusur koleksi yang dimiliki perpustakaan itu.
Pada perkembangannya fungsi katalog terpasang melalui telnet ini sudah banyak digantikan oleh katalog terpasang melalui WWW karena selain tampilan yang bagus juga sangat mudah penggunaannya karena kita tidak perlu mengetikan perintah (command) apa pun seperti yang masih harus kita lakukan melalui telnet.
Nah, ternyata banyak juga kan yang perlu kita ketahui dengan Internet ini? Makanya manfaatkanlah Internet dengan baik!
Tulisan ini diambil dari: Petra.ac.id dengan sedikit perubahan atau penyesuaian
LEBIH DEKAT DENGAN “PERPUS”
Desember 8, 2006
Oleh: M. Djaenudin
Mahasiswa-mahasiswa itu mendadak terdiam. Suara cekikikan mereka pun menghilang setelah memasuki ruang perpustakaan. Mereka tak hanya sekedar diam tetapi mengubah perilaku atau tingkah pola ketika menyusuri ruang-ruang yang ada di perpustakaan. Seakan mereka berubah menjadi remaja-remaja yang manis dan sopan. Padahal sebelumnya mereka bisa mengekspresikan kebiasaanya secara bebas. Hebat bukan ruangan perpustakaan?
Sikap yang ditunjukkan mereka sebetulnya mencerminkan, bahwa mereka sadar betul sedang memasuki sebuah tempat penting dan di situ harus khusyuk. Apa itu? Perpustakaan.
Pemandangan itulah yang setiap hari kita saksikan ketika berada di sebuah perpustakaan khusus di bilangan jalan Jenderal Gatot Subroto 10 yaitu Perpustakaan PDII – LIPI Jakarta. Apa gerangan yang membuat mereka seperti “tersihir” menjadi remaja-remaja yang baik tatkala di ruangan perpustakaan?
Untuk lebih dekat dengan perpustakaan artikel ini akan membahas bagaimana bekal yang harus dimiliki dalam membangun sebuah perpustakaan.
Yang pertama adalah, kita tentu harus memiliki koleksi. Dalam teori ilmu perpustakaan, isi perut perpustakaan tak hanya buku tetapi anything abaout learning. Singkatnya sering disebut koleksi atau material. Secara umum koleksi perpustakaan dibagi dua yaitu: printed collection dan unprinted collection. Printed collection adalah koleksi yang tercetak seperti buku, majalah, makalah, hasil penelitian, brosur, peta, poster, leaflet dan lain-lain. Unprinted collection adalah koleksi yang dalam proses produksinya tidak melakukan kegiatan percetakan, misalnya: CD-ROM, CD, kaset, foto, microfilm, microfische, dan lain-lain. Jadi berhentilah berfikir bahwa koleksi perpustakaan hanya buku tok.
Selanjutnya yang perlu kita ketahui adalah proses mengumpulkan koleksi, yang disebut pengadaan. Berbagai cara dapat kita tempuh dalam mengadakan koleksi. Tapi tentu saja kita harus menyediakan anggaran untuk membeli buku. Selain membuat budget, kita juga bisa mencari jalan lain. Misalnya meminta donasi dari berbagai pihak seperti penerbit, lembaga pemerintah, LSM, dan lain-lain. Atau meminta hadiah buku-buku yang cocok untuk koleksi perpustakaan kita.
Mungkin ada yang lupa, bahwa jika mau membangun perpustakaan tentunya juga kita memerlukan ruangan. Ruangan perpustakaan itu tak harus satu gedung. Bagian ruangan dari sebuah gedung, rumah, atau tempat ibadah dapat juga dijadikan ruangan perpustakaan. Jadi sangat fleksibel bukan?
Kita lanjut, begitu usai mengumpulkan buku, kita harus mendata buku tersebut dengan memasukkannya ke sebuah buku induk. Buku ini mencatat nomor induk buku, judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, edisi, tanggal beli dan seterusnya.Syukur-syukur kita memiliki komputer. Dengan program Excel kita dapat mendatanya secara detail. Kalau tidak punya, kita dapat membuat di sebuah buku tebal tapi kuat. Dalam proses pendataan harus memuat nomor induk buku. Baik di buku induknya maupun di buku yang sedang kita data dengan memakai pensil. Sehingga setiap buku memiliki nomor induk sendiri.
Setelah itu setiap buku harus kita klasifikasi. Bagaimana sih mengklasifikasi buku? rumitkah? Cerita tentang klasifikasi memang lumayan rumit, tetapi kita tetap harus memegang prinsip, bahwa pokoknya mudah. Begini, ratusan tahun lalu banyak para ahli yang membagi ilmu perpustakaan, dalam istilah perpustakaan disebut subyek. Subyek tersebut dibagi sesuai dengan tingkatan pengetahuan dan kondisi masyarakat saat itu. Ada Colon classification, DDC, UDC dan lain-lain. Saat ini klasifikasi yang terkenal dan digunakan hampir di seluruh dunia adalah sistem DDC singkatan dari Dewey Decimal Classification. DDC ini dibuat oleh John Melvil Dewey tahun 1800-an. SUbyek dalam DDC dibagi sepuluh kategori. Dimulai dari angka 000 sampai 900. Berikut ini saya akan tuliskan pembagian umum dari DDC:
Angka 000 untuk General Science (Ilmu Umum), 100 Pscyology (Psikologi), 200 Religion (Agama), 300, Social Science (Ilmu Sosial), 400 Language (Bahasa), 500 Pure Science (Ilmu Murni), 600 Applied Science (Ilmu-Ilmu Terapan), 700 Art (seni), 800 Literature (Sastra), dan 900 History and Geography (Sejarah dan Geografi).
Setiap kategori pembagian masih dibagi lagi dalam sub-sub tertentu. Misalnya, kita ambil kelas 500. Kita sudah tahu, bahwa angka 500 itu adalah Pure Science atau Ilmu Murni. Ilmu murni itu terdiri dari apa saja? Nah Melvil Dewey membaginya lagi menjadi sepuluh kategori. Yaitu 500 untuk pure science secara umum, 510 untuk matematika, 520 untuk astronomi, 530 untuk fisika, 540 untuk kimia, 550 untuk geologi, 560 untuk paleontologi, 570 untuk biologi, 580 untuk botani, dan 790 untuk zoologi.
Dari pembagian ini masih terus dibagi menjadi persepuluhan lagi setiap kategorinya. Nah, sekrang tergantung kita, apakah mau memasukkan ke dalam klasifikasi yang detail mungkin atau sederhana saja. Jadi pembagian yang dilakukan DDC itu sangat fleksibel.
Wah, tentunya kita susah menghafalnya. Sebetulnya tidak harus dihafal. Yayasan DDC di Amerika telah membuat buku yang berisi tentang pembagian subyek. Buku ini merupakan edisi lengkap sebanyak empat buku yang berisi pembagian subyek secara detail dalam bahasa Inggris. Secara reguler DDC terus diperbaharui. DDC versi terakhir adalah edisi 22. Buku ini semacam “kitab suci” bagi mereka yang ingin bekerja sebagai librarian/pustakawan. Buku ini tergolong mahal sekali.
Nah untuk mengatasi mahalnya buku ini, maka pihak Perpustakaan Nasional mengeluarkan edisi ringkas dalam bahasa Indonesia. Buku tersebut dapat diperoleh dengan gratis atau difotokopi di Perpustakaan Nasional. Dalam buku DDC edisi ringkas dan edisi lengkapnya disediakan cara mengklasifikasi koleksi.
Setelah mengetahui gambaran ringkas tentang perpustakaan di atas, marilah kita mencoba membuat perpustakaan pribadi di rumah dengan mengikuti tips-tips tersebut. Yach… selamat mencoba, semoga berhasil.(jaen)
BERITA DARI BENGKEL KERJA MENULIS PDII LIPI
November 29, 2006
Baru-baru ini saya diberi kesempatan mengikuti pelatihan menulis yang diselenggarakan oleh PDII LIPI. Kegiatan itu diberi nama Pelatihan Bengkel Kerja Menulis. Ada hal-hal yang menarik dari kegiatan ini, selain menambah wawasan juga dapat membangkitkan kepercayaan diri dalam menulis. Saya mengucapkan terima kasih kepad Ibu Jusni Djatin selaku Kepala PDII LIPI yang memberi kepercayaan kepada saya. Berikut kesimpulan yang dapat saya sampaikan selama mengikuti pelatihan:
Pelatihan menulis ini dilakukan dengan kesadaran bahwa kemampuan menulis dapat berkembang setelah ada minat dan keterampilan dasar yang memadai. Keduanya akan menimbulkan rasa percaya diri dan inisiatif menulis. Selain itu juga adanya faktor dari dalam maupun dari luar.
Pelatihan Bengkel Kerja Menulis PDII LIPI diselenggarakan dengan tujuan mendorong pengembangan minat membangun keterampilan menulis. Hasil yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah:
1. Mengembangkan minat, keterampilan, dan kepercayaan diri dalam menulis mengenai pekerjaan dan pengetahuan di bidang masing-masing peserta.
2. Menghasilkan karya tulis dalam berbagai bentuk, terutama yang dapat meningkatkan profesionalisme.
3. Mengidentifikasi dan mengumpulkan tulisan yang dapat dikembangkan lebih lanjut dan disebarluaskan melalui berbagai media (blog, majalah internal, jurnal, dan sebagainya)
Pelatihan ini dipandu sepenuhnya oleh Putu Laxman Pendit, PhD, Dosen Universitas Indonesia dan diselenggarakan selama 3 hari dari tanggal 21 s/d 23 November 2006 diikuti sebanyak 18 orang dari berbagai bidang di lingkungan PDII LIPI.
Hasil kegiatan pelatihan adalah artikel yang ditulis oleh peserta akan dipublikasikan di website atau blog yang akan dibangun oleh panitia sebagai penghargaan kepada penulis dan wujud nyata keseriusan peserta dalam mengikuti pelatihan. Seluruh tulisan sengaja dibuat secara ringkas yang mengangkat persoalan-persoalan yang barangkali selama ini terkesan “biasa-biasa” saja dari tempat kerja masing-masing peserta. (jaen)
JADIKAN PEKERJAAN SEBAGAI HOBI
November 28, 2006
Oleh: M. Djaenudin
Dalam situasi yang masih kurang menguntungkan begini, marilah kita mencari solusi agar tetap bersemangat dalam menghadapi hidup ini. Menekuni hobi sebagai pekerjaan memang gampang-gampang susah. Kedati demikian kondisi sulit seperti sekarang, sangat perlu kita menekuni pekerjaan sebagai hobi. Manfaatnya adalah untuk mengurangi beban stress atau sekedar refreshing dari rutinitas kerja yang sering menjemukan. Lebih dari itu memang kadang hidup tidak selalu berjalan mulus seperti yang kita harapkan. Barangkali ada yang telah memiliki segala hal, modal dan peluang ekonomi, tetapi bila keberuntungan tidak di tangan, tidak dapat menjamin bahwa keberhasilan pasti ada di tangan kita.
Oleh sebab itu bila dapat menggiring pekerjaan menjadi hobi, jelas akan lebih baik, karena tidak lagi kita merasa menjadi budak dari pekerjaan. Agar pekerjaan menjadi sesuatu yang mengasyikkan, anggaplah pekerjaan sebagai ladang amal pengabdian kepada Allah Swt., sehingga bermanfaat bagi orang banyak. Tentu saja setiap kali melangkah harus didasari niat yang tulus dan ikhlas. Jadi dalam hal ini tugas kita yang utama adalah berjuang, bukan hanya untuk meraih sukses belaka tetapi untuk melakukan hal-hal yang baik sebagai manifestasi beribadah kepada Allah Swt.
Pekerjaan yang telah menghobi bila didasari oleh passion (nafsu), minat atau bakat, meski relatif akan mengalami pasang surut yang terlalu tajam, mudah-mudahan tidak menimbulkan masalah besar. Apalagi bila kegiatan atau pekerjaan itu hasilnya bukan untuk dipuji, dihargai bahkan dibalas budi orang lain atau lembaga tempat kita berkerja.
Semoga Allah Swt. memberi yang lebih dari yang kita harapkan. Bukankah tidak ada artinya kesuksesan dunia bila tidak diridhai Allah. Dan jangan lupa bahwa kebaikan adalah dasar dari sebuah reputasi. Juga milikilah kemurahan hati karena di situlah sumber kehidupan. Dan hanya Allah jua lah lautan ampunan dan samudera rejeki. Karenanya jangan berhenti untuk memohon/berdoa kepada-Nya di setiap usai sholat kita. Wallahu a’lam.
