Al-Insan ibn al-bi’ah. Manusia adalah anak dari lingkungannya. Kualitas lingkungan berbanding lurus dengan kualitas manusia yang hidup di dalamnya. Jika suatu lingkungan baik, manusia yang hidup di dalamnya juga akan baik. Tapi, jika lingkungan itu buruk manusia yang hidup di dalamnya juga akan buruk. Pendek kata, manusia tidak bisa terlepas sepenuhnya dari pengaruh lingkungan yang melingkupinya.
Bagi seorang Muslim, memilih lingkungan tempat berinteraksi adalah bagian dari proses menjadi manusia yang saleh –tidak hanya secara vertikal tetapi juga sosial. Dari lingkungan itulah manusia dapat belajar mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang halal dan mana yang haram. Bahkan, tidak jarang seorang Muslim menjadi sangat saleh bukan dari hasil pembacaan teks-teks agama tetapi justru dari interaksi dengan lingkungannya.
Lewat sebuah hadisnya, Rasulullah SAW bersabda, ”Al-jar qabl al-dar.” Ini berarti tetangga yang merupakan bagian dari lingkungan harus menjadi pertimbangan utama bagi seorang Muslim yang hendak membangun tempat tinggal untuk keluarganya. Tetangga adalah lingkungan terdekat bagi sebuah keluarga.
Fakta kehidupan manusia yang kita saksikan saat ini, baik lewat media cetak maupun elektronik membuktikan lingkungan menjadi faktor dominan yang memengaruhi perilaku seseorang. Generasi muda yang terjerumus dalam mengonsumsi narkoba dan kehidupan seks bebas, misalnya, terjadi karena lingkungan pergaulannya menganggap keduanya hal yang lumrah bahkan dijadikan simbol kemodernan.
Kunci bagi pembentukan lingkungan yang baik adalah akhlak. Akhlaklah yang menjamin keberadaan suatu masyarakat. Masyarakat akan eksis jika akhlak tetap menjadi pedoman bertingkah laku. Sebaliknya, masyarakat akan hancur jika akhlak diabaikan dalam kehidupan. Maju mundurnya masyarakat bergantung pada seberapa tinggi masyarakat menjunjung akhlak.
Menciptakan lingkungan yang baik berarti menciptakan masa depan cemerlang bagi masyarakat. Adalah kewajiban setiap Muslim untuk senantiasa berusaha menjadi bagian dari proses pembentukan lingkungan yang baik dan saleh. Termasuk Anda dan saya, tanpa terkecuali. Wallahu a’lam. (Muhammad Irfan Helmy)

4 Tanggapan ke “Manusia dan Lingkungannya”

  1. yaser berkata

    anjing kau

  2. febry dan hendra pjkr untan berkata

    terima kasih atas artikelnya

  3. agustine berkata

    Thanks info’y ternyata aku dapet juga ….

Tinggalkan Balasan