SANDARAN HATI

April 30, 2007

Gelap temaram, Namun indah Rembulan
Kusaksikan walau jauh di sana
Dingin…
Terasa sesak, menusuk tajam
Namun ku yakin kan ada hangat mentari esok hari

Indah…
Ku yakin kan ku temui
Suatu saat di penghujung jalan
Saat kasih-Mu kan ku jelang
Saat perjumpaan kan datang

Walau..
Kepak sayapku kian melemah
Menggapai nirwana keagungan-Mu
Yakinkan hati, tuk bersandar
Dari tajam duri kehidupan
Dari keras nadi perjuangan

Illahi..
Hanya Engkau sandaran hati
Hanya Engkau harapan diri
Syahdu dan riang perjalanan ini
Hanya inginkan satu tujuan
Pertemuan dengan-Mu di hari yang kekal

Illahi..
Dekap jiwa ini lebih erat
Dalam untaian makna
Dari selimut jiwa yang lara
Dari pedihnya rasa
Yakinkan semua kan sirna

Illahi..
Bawa aku tuk saksikan
Indah nya nirwana yang kau Janjikan
Damai qolbu dalam genggaman
Saat diri meratap pasrah
Akan nafas takdir kehidupan
Saat hati merintih resah
Dengan segala uji coba yang datang

Illahi…
Bawa diri dalam kerinduan
Bawa ku hanyut dalam dekapan..
Saat malamku menjelang
Hanya denganmu ku ingin berbagi
Hanya namamu yang ingin ku simpan
Ijinkan diri hina ini tuk bersimpuh
Sekali lagi memohon ampunan..

Illahi…
Ijinkan diri menyebut nama agung-Mu
Sampai hari ba’anku kan datang
Ijinkan kening ini tuk bersujud
Hingga kelak masaku hilang..

bY: Alzrie

Satu Tanggapan ke “SANDARAN HATI”

  1. arum berkata

    saya suka puisi ini,setiap kata mempunyai arti yang mendalam bagi saya,semoga dengan puisi ini bisa membawa saya ke pintu hidayah -Nya,karena saya adalah seorang hamba Allah yang sedang mencari cahaya dalam jurang yang gelap.

Tinggalkan Balasan