4 Kunci Rumah Tangga Harmonis
Januari 31, 2007
Harmonis adalah perpaduan dari berbagai warna karakter yang membentuk kekuatan eksistensi sebuah benda. Perpaduan inilah yang membuat warna apa pun bisa cocok menjadi rangkaian yang indah dan serasi. Warna hitam, misalnya, kalau berdiri sendiri akan menimbulkan kesan suram dan dingin. Jarang orang menyukai warna hitam secara berdiri sendiri. Tapi, jika berpadu dengan warna putih, akan memberikan corak tersendiri yang bisa menghilangkan kesan suram dan dingin tadi. Perpaduan hitam-putih jika ditata secara apik, akan menimbulkan kesan dinamis, gairah, dan hangat. Baca entri selengkapnya »
Rehumanisasi (Aktivis) Masjid
Januari 22, 2007
Oleh Adriano RusfiI, Psi
Ada sebuah kerinduan ketika membayangkan Masjid Sang Nabi, nun di Madinah sana lima belas abad silam. Membayangkan ulah seorang Badui lugu yang tiba-tiba nyelonong masuk masjid lalu buang hajat di sebuah sudutnya. Membayangkan ulah sejumlah sahabat yang berhamburan keluar masjid demi
seorang pedagang yang menjajakan dagangannya, persis ketika Rasulullah saw sedang khotbah Jumat. Membayangkan seorang Muhajir yang bersandar di dinding masjid sambil menyenandungkan syair rindunya akan tanah Mekah yang telah lama ditinggalkan. Membayangkan sebuah rindu tentang masjid yang begitu manusiawinya.Masjid itu memang manusiawi. Ia tegak di atas sebidang tanah yang dipilih oleh seekor unta, dibangun dari bahan-bahan yang sepenuhnya berasal dari bumi, dan dikerjakan oleh kebersamaan nan egaliter dari tangan-tangan yang rendah hati. Lalu, ketika tiba saatnya umat diseru untuk memasukinya, maka
musyawarah memutuskan untuk menggunakan suara manusia, bukan oleh terompet, lonceng atau genderang. Suara merdu azan dari bibir Bilal bin Rabah itupun mengajak, bukan memaksa : hayya ‘ala-shshalah.Kemanusiawian dan keterbukaannya memang pernah berbuah tragedi, ketika Khalifah Umar bin Khaththab dibunuh oleh seorang budak Yahudi tatkala sujud di dalamnya. Tapi itu adalah harga dari sebuah kemanusiaan dan keterbukaan. Dan ketika lamunan itu usai, yang tersisa adalah kekinian yang bercerita tentang masjid-masjid yang megah, anggun dan suci, namun sunyi. Pagarnya tinggi-tinggi dan berlapis. Lapis yang pertama memagarinya dari najis. Lapis yang kedua memagarinya dari dosa. Sedangkan lapis yang ketiga memagarinya dari bising. Isinya terdiri dari pengurus, aktivis, malaikat, dan sesekali adalah orang yang menumpang salat. Kebanyakan isinya memang lebih mirip penumpang tinimbang penghuni, karena kebanyakan memang tak merasa memilikinya. Baca entri selengkapnya »
Memaknai Tahun Baru
Januari 16, 2007

Tahun berganti tahun. Detik demi detik, menit ke menit, jam ke hari, bulan berlalu berganti tahun. Baru kemarin anak-anak, kini beranjak dewasa. Tak disadari saat fisik masih kuat, kini renta. Sayangnya, penyesalan memaknai hidup tidak selalu datang sejak awal, kesadaran kerap datang terlambat.
Karenanya, tidak sepantasnya menyambut tahun baru dan tahun kelahiran dengan pesta pora. Semakin bertambah umur, kian berkurang jatah hidup di dunia. Kita harus banyak merenung, introspeksi, dan berbenah dari kesalahan. Islam mengajarkan hidup hari ini lebih baik dari kemarin, menyongsong hari esok lebih baik dari hari ini. Itulah hakikat hidup.
Bukan saja kesuksesan materi dunia, namun ingat juga bekal untuk kelak di akhirat. Allah SWT berfirman, ”Wahai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS Al-Hasyr [59]: 18).
Maut dan ajal seseorang adalah ghaib. Kita selalu merasa mendapatkan giliran yang terakhir. Padahal, tak ada yang bisa menjamin usia hidup kita lebih panjang daripada kakak atau orang tua kita. Berubahlah sebelum terlambat, sebelum penyesalan akhir datang di mana pintu tobat telah tertutup.
”Dan (alangkah ngeri), sekiranya kamu melihat orang-orang berdosa menundukkan kepalanya di hadapan Tuhan, mereka berkata, ‘Ya Tuhan, kami telah melihat dan mendengar (siksaan), kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami orang-orang yang yakin’,” (QS As-Sajdah [32]: 12).
Ibnu Umar menasihati, pergunakan waktu sehat sebelum sakit datang dan pergunakan kesempatan hidup sebelum ajal menjemput. Marilah kita isi kesempatan hidup cukup pada hari ini saja. Tinggalkan hari kemarin yang usang, dan tutup rapat hari esok yang samar. Pesan ini menyuratkan, untuk menjadi lebih baik tak perlu ditunda hingga usia senja. Mulailah detik ini juga! Marilah kita awali detik tahun baru ini dengan doa yang diajarkan Rasulullah SAW setiap kali menyambut bulan baru. ”Ya Allah, semoga Engkau mendatangkan bulan ini kepada kami dengan membawa berkah dan keteguhan iman, keselamatan dan keislaman, Tuhanku dan Tuhanmu yaitu Allah.” (HR Tirmidzi). Selamat tinggal keburukan pada 1427 H. Kita songsong perubahan positif di tahun baru.
Tahukah Anda? Kita Turut Membunuh Bayi Palestina Jika…
Januari 15, 2007
Bila hari ini Anda masih saja membeli produk-produk yang mendukung eksistensi Zionis-Israel, itu berarti hari ini Anda bersama dengan Zionis Israel, sudah ikut membunuhi bayi-bayi Palestina.
Banyak kalangan mengatakan bahwa memori umat Islam itu pendek. Pernyataan ini ternyata ada benarnya. Ketika seorang DR. Yusuf Qaradhawi mengeluarkan fatwa boikot dan mengharamkan umat Muslim membelanjakan uangnya membeli produk-produk Zionis di bulan November 2000, maka nyaris serentak Dunia Islam menyambutnya dengan gempita. Aksi boikot bergaung ke seluruh dunia. Baca entri selengkapnya »
Sebuah pertemuan bersahaja tapi penting, semalam (9/1) digelar di rumah dinas Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Disebut bersahaja, karena proses pertemuan ini memang melalui undangan resmi melainkan hanya melalui telepon dan sms. Juga, karena mendadak para undangan pun hadir dengan kostum apa adanya sepulang tugas di tempat masing-masing. Tapi sebenarnya pertemuan itu sangat penting dan strategis, karena menghadirkan seorang ulama internasional, Dr. Yusuf Al-Qaradhawi yang sejak kemarin menginjakkan kakinya di Indonesia. Pertemuan itu juga penting karena dihadiri oleh tokoh-tokoh lintas partai dan organisasi. Termasuk tokoh Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN). Hadir juga Menteri Pertanian serta Menteri Pemuda dan Olahraga, tokoh ekonom Islam Syafii Antonio, dan tokoh-tokoh lainnya.
Dalam ceramahnya, Qaradhawi menyampaikan rasa syukur atas kehadirannya di Indonesia dan bertemu dengan para wakil dari beragam kelompok Islam di Indonesia. “Tidak mengapa kita berbeda kelompok, berbeda partai, berbeda organisasi, tapi kita semua harus menyadari bahwa kita adalah Muslim, ” begitu pesan awal yang disampaikan ketua Ulama Islam Internasional tersebut. Qaradhawi menguraikan, bahwa Indonesia telah menjawab dan membantah tudingan dusta orang-orang yang mengatakan bahwa Islam disebarkan dengan pedang. Menurutnya, Islam datang ke Indonesia bukan dengan pedang, bukan dengan tentara, bukan dengan senjata, bahkan bukan dengan kehadiran pada da’i. “Islam datang ke Indonesia melalui jalur para pedagang yang datang dari Gujarat. Mereka orang biasa. Bukan da’i, apalagi tentara, ” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Qaradhawi menyampaikan pesannya kepada kaum Muslim Indonesia untuk berpegang kuat pada kesatuan Islam yang telah mengikatnya. Ia menguraikan bagaimana kondisi umat Islam pada saat ini tengah melewati fase ujian dan tekanan yang luar biasa beratnya, melebihi tekanan yang pernah dialami kaum Muslimin dalam sejarah sebelum ini. Kita, kata Qaradhawi, pernah mengalami fase upaya penjajahan ratusan tahun oleh berbagai kekuatan di dunia ini dan memakan korban meninggal dari kaum Muslimin jutaan orang. Termasuk 9 kali perang salib yang kemudian dimenangkan oleh Imaduddin Zanki dan Shalahuddin Al-Ayyubi, termasuk pula perang Tatar yang menaklukkan Baghdad. “Meski ada dalam sejarah yang mengungkap ratusan ribu Muslim yang meninggal pada zaman itu, tapi ada pula sejarah yang mengatakan bahwa ada dua juta Muslim yang meninggal ketika itu, ” katanya. Ia melanjutkan, “Mereka mati bukan karena bom yang dijatuhkan dan mengenai banyak orang, tapi mereka meninggal karena perang tradisional menggunakan senjata yang langsung mengenai mereka satu persatu.” Bagi Qaradhawi, keberadaan pihak yang menentang atau membenci Islam adalah sebuah sunnatullah yang tak mungkin dirubah. “Allah menciptakan Muhammad dan Allah menciptakan Abu Jahal, Allah menciptakan Adam dan Allah menciptakan syaitan, Allah menciptakan orang beriman dan Allah menciptakan orang kafir. Jadi perseteruan ini memang akan selalu ada dan merupakan sunnatullah, ” ujarnya. Tapi pada zaman ini, sesungguhnya fitnah dan gempuran terhadap Umat Islam sangat berat. Ia menyebutkan bagaimana tragedi Palestina di bawah penjajahan Zionis yang telah memakan korban ratusan ribu Muslim hingga saat ini. Bagaimana pembantaian yang terjadi di Afghanistan, di Irak, dan sekarang di Somalia. Semuanya menandakan musuh-musuh Islam bersatu bila yang dihadapinya adalah Islam. “Apa yang kalian ketahui tentang peristiwa yang menimpa saudara-saudara Muslim kita di Irak? Di sana ratusan ribu kaum Muslim Sunni dibunuh, sebagaimana saya mendengarkan langsung dari utusan Irak yang bertemu saya beberapa waktu lalu. Semua saluran kita untuk membantu kaum Muslim Sunni di Irak diputus sehingga kita tidak bisa membantu menolong mereka dari ancaman kematian.” Menurut Qaradhawi, andai saja pemimpin Syiah Ali Khamenei mau mengatakan kepada para pengikutnya, “Hentikan pembunuhan atas Muslim Sunni…” niscaya pembunuhan itu akan selesai.”
Qaradhawi kemudian kembali menandaskan pentingnya Muslim Indonesia untuk bersatu dan saling bahu membahu untuk mengangkat martabat kaum Muslimin. “Bersatulah wahai Muslimin Indonesia, karena hanya Islamlah yang bisa menyatukan kita. Hanya Islam saja yang memiliki garis persatuan yang bisa mengikat kita. Hanya Islam yang membimbing kita pada shiratal mustaqim, jalan yang lurus, yang menghindarkan kita dari berbagai penyimpangan. (na-str)
TAMU ISTIMEWA ITU YUSUF QARADHAWI
Januari 10, 2007
Pekan ini menjadi waktu yang sangat istimewa bagi warga Indonesia. Seorang tamu istimewa, ulama terpandang, Syekh Yusuf Qaradhawi berkunjung. Tokoh yang buku-bukunya sangat populer di kalangan Muslim Indonesia ini akan bertemu para pemimpin pemerintahan Indonesia, ulama, tokoh ormas, juga masyarakat umum lewat khutbah Jumatnya di Masjid Istiqlal.
Hari ini, dijadwalkan ulama yang berkedudukan di Qatar tersebut dijadwalkan bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara. Setelah itu, Syekh Qaradhawi bertemu Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, dan Ketua DPR, Agung Laksono. Malam harinya, Syekh Qaradhawi akan menghadiri jamuan makan malam dengan para tokoh orpol Islam.
Keesokan harinya, penulis buku ‘Fatwa-fatwa Kontemporer’ ini mengunjungi Pesantren Darunnajah, Jakarta, dan Universitas Islam Negeri (UIN), Syarif Hidayatullah, Jakarta. Selanjutnya, Syekh Qaradhawi menghadiri acara makan malam dengan menteri agama dan para tokoh ormas lintasagama.
Pertemuan Syekh Qaradhawi dengan PP Muhammadiyah dan PBNU dijadwalkan berlangsung Kamis (11/1). Pada hari Jumatnya, ulama yang pernah dipenjara oleh pemerintah Mesir ini akan mengisi khutbah Jumat di Istiqlal dan sekaligus bertemu dengan para pimpinan Majelis Ulama Indonesia. Setelah bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla, Syekh Qaradhawi dijadwalkan kembali ke Qatar.
Kunjungan ini dilakukan Syekh Qaradhawi untuk memenuhi undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sempat berkunjung ke Qatar pertengahan tahun lalu. Dalam kunjungan itu, selain meminta nasihat, Yudhoyono juga mengundang Qaradhawi untuk hadir ke Indonesia. Undanan itu pun disambut sangat positif. ”Saya akan hadir tidak sebagai tamu, karena saya telah lama menjadi bagian dari bangsa Indonesia,” tutur dia waktu menerima undangan itu.
Ucapan itu telah lama menemukan bukti kebenarannya. Ulama yang lahir di Desa Shafth, Turab, Provinsi Manovia, Mesir, pada 1926 ini memang pemikirannya telah banyak dikenal di Indonesia. Sekitar 70 bukunya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Sudah lebih dari 125 judul buku dia tulis untuk menjawab berbagai persoalan terkini yang dihadapi umat. Tak hanya dikenal, fatwa-fatwa Qaradhawi juga mudah dicerna dan diterima berbagai lapisan umat.
Qaradhawi dikenal sebagai ulama yang selalu menampilkan Islam secara santun dan moderat. Hal ini membuat berbagai pemikirannya mampu menengahi persoalan-persoalan kontroversial yang kerap menghadirkan titik-titik ekstrem dalam pemikiran Islam. Pandangannya juga tidak terpatok pada satu madzhab pemikiran tertentu.
Pandangan yang seperti itu membuat umat Islam menjadi mudah dalam menjalankan agamanya. Pada hakikatnya, Islam memang agama yang memudahkan umat dalam menjalankan perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya. Hal inilah yang terus diterjemahkan Qaradhawi melalui berbagai fatwanya yang sangat mudah dicerna.
Tak hanya persoalan besar yang dibahas dalam buku-buku Qaradhawi. Hal-hal kecil yang kerap mengundang pertanyaan pun tak pernah lepas dari pemikirannya. Persoalan seperti jabat tangan pria-wanita, menonton televisi, hukum memotret, dan sebagainya, dibahas secara lugas dalam bukunya ‘Fatwa-fatwa Kontemporer’.
Sedang dalam buku ‘Halal Haram dalam Islam’, Qaradhawi banyak memberi penjelasan tentang kedua hukum tersebut. Selain dengan makanan, persoalan halal dan haram dalam buku tersebut juga dikaitkan dengan pakaian, rumah, perdagangan, dan sebagainya. Semuanya dibahas sangat rinci dengan pandangan yang menengahi.
Adalagi bukunya yang juga banyak dijadikan rujukan, yakni ‘Hukum-hukum Zakat’. Dalam buku ini, Qaradhawi memberi banyak penjelasan mengenai zakat profesi. Beberapa waktu lalu, zakat profesi sempat menjadi persoalan yang cukup dibicarakan keabsahannya. Dengan ruukan hadis yang sangat lengkap, penjelasannya soal zakat profesi ini menjadi sangat argumentatif. Persoalan zakat ini memang telah lama menjadi concern dia. Untuk mendapatkan gelar doktor pada 1972, dia menyusun disertasi berjudul ‘Zakat dan Dampaknya dalam Penanggulangan Kemiskinan’. Disertasi ini kemudian disempurnakan menjadi Fikih Zakat.
Selain dikenal moderat, ulama yang pernah aktif dalam pergerakan Ikhwanul Muslimin ini juga bersikap sangat tegas terhadap kesewenang-wenangan Barat terhadap dunia Islam. Dia ikut menyerukan untuk memboikot produk-produk AS, karena pemerintahan negara tersebut yang banyak berbuat sewenang-wenang terhadap dunia Islam.
Eksekusi hukuman gantung terhadap Saddam Hussein juga dikecamnya. Dalam khutbah yang dikutip Gulf Times, dia mengatakan eksekusi yang berlangsung bersamaan dengan perayaan Idul Adha tersebut sangat mengerikan dan sama sekali tidak Islami. ”Saya tidak pernah menjadi pendukung Partai Baath atau pendukung Saddam. Tapi saya tidak bisa terima cara yang ditempuh untuk mengeksekusi Saddam,” tutur ayah tujuh anak itu. Dia menilai, kematian tersebut telah membuat Saddam menang dalam merebut hati dan simpati umat manusia.
Sebagai ulama yang sangat moderat, dia juga membebaskan putra-putrinya dalam menempuh pendidikan. Salah seorang putrinya berhasil meraih doktor dalam bidang nuklir dari perguruan tinggi di Inggris. Putrinya yang lain juga meraih gelar doktor kimia dari kampus di Inggris. Ada juga anaknya yang menempuh pendidikan di AS. Ini menjadi bagian dari sikapnya yang tidak membedakan antara ilmu agama dan ilmu-ilmu umum. Dia menganggap pembedaan itu menjadi salah satu penghambat kemajuan dunia Islam. irf

