LEBIH DEKAT DENGAN “PERPUS”
Desember 8, 2006
Oleh: M. Djaenudin
Mahasiswa-mahasiswa itu mendadak terdiam. Suara cekikikan mereka pun menghilang setelah memasuki ruang perpustakaan. Mereka tak hanya sekedar diam tetapi mengubah perilaku atau tingkah pola ketika menyusuri ruang-ruang yang ada di perpustakaan. Seakan mereka berubah menjadi remaja-remaja yang manis dan sopan. Padahal sebelumnya mereka bisa mengekspresikan kebiasaanya secara bebas. Hebat bukan ruangan perpustakaan?
Sikap yang ditunjukkan mereka sebetulnya mencerminkan, bahwa mereka sadar betul sedang memasuki sebuah tempat penting dan di situ harus khusyuk. Apa itu? Perpustakaan.
Pemandangan itulah yang setiap hari kita saksikan ketika berada di sebuah perpustakaan khusus di bilangan jalan Jenderal Gatot Subroto 10 yaitu Perpustakaan PDII – LIPI Jakarta. Apa gerangan yang membuat mereka seperti “tersihir” menjadi remaja-remaja yang baik tatkala di ruangan perpustakaan?
Untuk lebih dekat dengan perpustakaan artikel ini akan membahas bagaimana bekal yang harus dimiliki dalam membangun sebuah perpustakaan.
Yang pertama adalah, kita tentu harus memiliki koleksi. Dalam teori ilmu perpustakaan, isi perut perpustakaan tak hanya buku tetapi anything abaout learning. Singkatnya sering disebut koleksi atau material. Secara umum koleksi perpustakaan dibagi dua yaitu: printed collection dan unprinted collection. Printed collection adalah koleksi yang tercetak seperti buku, majalah, makalah, hasil penelitian, brosur, peta, poster, leaflet dan lain-lain. Unprinted collection adalah koleksi yang dalam proses produksinya tidak melakukan kegiatan percetakan, misalnya: CD-ROM, CD, kaset, foto, microfilm, microfische, dan lain-lain. Jadi berhentilah berfikir bahwa koleksi perpustakaan hanya buku tok.
Selanjutnya yang perlu kita ketahui adalah proses mengumpulkan koleksi, yang disebut pengadaan. Berbagai cara dapat kita tempuh dalam mengadakan koleksi. Tapi tentu saja kita harus menyediakan anggaran untuk membeli buku. Selain membuat budget, kita juga bisa mencari jalan lain. Misalnya meminta donasi dari berbagai pihak seperti penerbit, lembaga pemerintah, LSM, dan lain-lain. Atau meminta hadiah buku-buku yang cocok untuk koleksi perpustakaan kita.
Mungkin ada yang lupa, bahwa jika mau membangun perpustakaan tentunya juga kita memerlukan ruangan. Ruangan perpustakaan itu tak harus satu gedung. Bagian ruangan dari sebuah gedung, rumah, atau tempat ibadah dapat juga dijadikan ruangan perpustakaan. Jadi sangat fleksibel bukan?
Kita lanjut, begitu usai mengumpulkan buku, kita harus mendata buku tersebut dengan memasukkannya ke sebuah buku induk. Buku ini mencatat nomor induk buku, judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, edisi, tanggal beli dan seterusnya.Syukur-syukur kita memiliki komputer. Dengan program Excel kita dapat mendatanya secara detail. Kalau tidak punya, kita dapat membuat di sebuah buku tebal tapi kuat. Dalam proses pendataan harus memuat nomor induk buku. Baik di buku induknya maupun di buku yang sedang kita data dengan memakai pensil. Sehingga setiap buku memiliki nomor induk sendiri.
Setelah itu setiap buku harus kita klasifikasi. Bagaimana sih mengklasifikasi buku? rumitkah? Cerita tentang klasifikasi memang lumayan rumit, tetapi kita tetap harus memegang prinsip, bahwa pokoknya mudah. Begini, ratusan tahun lalu banyak para ahli yang membagi ilmu perpustakaan, dalam istilah perpustakaan disebut subyek. Subyek tersebut dibagi sesuai dengan tingkatan pengetahuan dan kondisi masyarakat saat itu. Ada Colon classification, DDC, UDC dan lain-lain. Saat ini klasifikasi yang terkenal dan digunakan hampir di seluruh dunia adalah sistem DDC singkatan dari Dewey Decimal Classification. DDC ini dibuat oleh John Melvil Dewey tahun 1800-an. SUbyek dalam DDC dibagi sepuluh kategori. Dimulai dari angka 000 sampai 900. Berikut ini saya akan tuliskan pembagian umum dari DDC:
Angka 000 untuk General Science (Ilmu Umum), 100 Pscyology (Psikologi), 200 Religion (Agama), 300, Social Science (Ilmu Sosial), 400 Language (Bahasa), 500 Pure Science (Ilmu Murni), 600 Applied Science (Ilmu-Ilmu Terapan), 700 Art (seni), 800 Literature (Sastra), dan 900 History and Geography (Sejarah dan Geografi).
Setiap kategori pembagian masih dibagi lagi dalam sub-sub tertentu. Misalnya, kita ambil kelas 500. Kita sudah tahu, bahwa angka 500 itu adalah Pure Science atau Ilmu Murni. Ilmu murni itu terdiri dari apa saja? Nah Melvil Dewey membaginya lagi menjadi sepuluh kategori. Yaitu 500 untuk pure science secara umum, 510 untuk matematika, 520 untuk astronomi, 530 untuk fisika, 540 untuk kimia, 550 untuk geologi, 560 untuk paleontologi, 570 untuk biologi, 580 untuk botani, dan 790 untuk zoologi.
Dari pembagian ini masih terus dibagi menjadi persepuluhan lagi setiap kategorinya. Nah, sekrang tergantung kita, apakah mau memasukkan ke dalam klasifikasi yang detail mungkin atau sederhana saja. Jadi pembagian yang dilakukan DDC itu sangat fleksibel.
Wah, tentunya kita susah menghafalnya. Sebetulnya tidak harus dihafal. Yayasan DDC di Amerika telah membuat buku yang berisi tentang pembagian subyek. Buku ini merupakan edisi lengkap sebanyak empat buku yang berisi pembagian subyek secara detail dalam bahasa Inggris. Secara reguler DDC terus diperbaharui. DDC versi terakhir adalah edisi 22. Buku ini semacam “kitab suci” bagi mereka yang ingin bekerja sebagai librarian/pustakawan. Buku ini tergolong mahal sekali.
Nah untuk mengatasi mahalnya buku ini, maka pihak Perpustakaan Nasional mengeluarkan edisi ringkas dalam bahasa Indonesia. Buku tersebut dapat diperoleh dengan gratis atau difotokopi di Perpustakaan Nasional. Dalam buku DDC edisi ringkas dan edisi lengkapnya disediakan cara mengklasifikasi koleksi.
Setelah mengetahui gambaran ringkas tentang perpustakaan di atas, marilah kita mencoba membuat perpustakaan pribadi di rumah dengan mengikuti tips-tips tersebut. Yach… selamat mencoba, semoga berhasil.(jaen)
makasii tips nya. tapi saya masih punya kendala ini, kl menurut anda dalam mengoleksi buku,sebaenya membeli buku dlm sebulan itu berapa ya?? heheh… saya cuma bisa membeli 3 buku.
sebelumnya salam kenal,
menurut saya untuk membangun perpustakaan pribadi tidak ada target kita harus membeli berapa buku dalam sebelum karena itu tergantung kebutuhan. Jadi kalau 3 buku sebulan itu juga sudah bagus. Perlu diingat bahwa koleksi perp. bukan hanya buku. Makalah, artikel juga termasuk bisa menjadi sebuah koleksi perpustakaan.
sebelumnya salam kenal,
menurut saya untuk membangun perpustakaan pribadi tidak ada target kita harus membeli berapa buku dalam sebulan karena itu tergantung kebutuhan. Jadi kalau 3 buku sebulan itu juga sudah bagus. Perlu diingat bahwa koleksi perp. bukan hanya buku. Makalah, artikel juga termasuk bisa menjadi sebuah koleksi perpustakaan.
Ass.Wr.Wb
Mhon maaf sebelumnya,mungkin saya bukan memberikan komentar, tapi saya hanya ingin minta pendapat anda atau berbagi pengetahuan dengan anda.Kira2 menurut anda bagaimana peranan perpustakaan dalam minat baca,truz kira-kira apa yang mempengaruhi minat baca khususnya bagi seorang mahasiswa,truz kira2 faktor apa yang bisa mendukung meningkatkan minat baca khususnya dikalangan mahasiswa. Saya arap saya bisa mendapat informasinya karena saya sangat memperlukan data2 ini untuk bahan penelitianku. Terimakasih atas bantuannya.
Wasslam.
Salam kenal,
Terima kasih sebelumnya,
Saya hanya ingin menawarkan beberapa koleksi di perpustakaan kantor saya yang mungkin bisa menjadi referensi berkaitan dengan pertanyaan saudari, semoga bermanfaat dan bila koleksi di bawah ini berminat silakan hub. saya kembali.
Judul : Peranan perpustakaan dalam pembinaan minat baca dan menulis.
Sumber : Al-Maktabah : 3 (2) 2001: 142-148 Penulis : Rimbarawa, Kosam
Tahun Penerbitan : 2001
Judul : Peranan buku dan minat baca di perguruan tinggi.
Sumber : Wahana Informasi Perpustakaan Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Penulis : Suraja Tahun Penerbitan : 2002 Deskripsi Fisik : 6 (Mei) 2002: 4-8
Judul Laporan Penelitian : Faktor-faktor yang mempengaruhi minat baca di kalangan mahasiswa Universitas Diponegoro, Semarang : laporan hasil penelitian Penulis : Purnaweni, Hartuti
Penerbitan : Semarang: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro, 1996
Deskripsi Fisik : 73 hal., lamp.
Lokasi : lap Kode Panggil : 96/0753
Salam
jaen
Ass.Wr.Wb
Salam kenal sebelumnya. Saya melihat situs pak djaenudin baru-baru ini. Saya ingin menanyakan tentang minat baca mahasiswa di Indonesia dan faktor2 apa saja yang mempengaruhi minat baca mahasiswa saat ini? Saya membutuhkan informasi ini untuk bahan penelitian saya. Terimakasih pak sebelumnya.
Wass.Wr.Wb.
maaf pak, saya pustakawan sma, ingin menanyakan dimana dan bagaimana saya bisa mendapatkan buku ddc edisi bahasa indonesia dan berapa harganya. terima kasih.
Anda bisa menghubungi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan alamat:
Jl. Salemba Raya 28 Jakarta Pusat 10430
Telp. (021) 3156149, 3101411
Web. http://www.pnri.go.id
Ass, Mas Jaenudin, apa kabar? senang sekali membaca tulisannya,dalam kesempatan ini saya minta tolong dicarikan informasi/referensi kenapa kok sekarang banyak kecenderungan perpustakaan khusus beralih menggunakan DDC dari pada UDC? tk, salam juga buat rekan rekan disini,wass.
Bagi anda yang ingin membangun atau membenahi perpustakaan pribadi, kantor, sekolah kami siap membantu.Hubungi ! 081310026302
mas, mau tanya nih. saya pengurus perpustakaan di mataram NTB. gimana cara dapetin katalog DDC versi indonesia, klo di perpus nasional gimana caranya? sedangkan saya di daerah, apa bisa dikirim, apa betul gratis dan ke bagian apa di perpus nasional menghubunginya. terimakasih banyak sebelumnya atas jawabannya.
Ya betul anda langsung bisa menghubungi perpusnas, caranya bisa klik dulu:. http://www.pnri.go.id
Atau kirim surat ke:
Jl. Salemba Raya 28 Jakarta Pusat 10430
Telp. (021) 3156149, 3101411
Saya pustakawan di salah satu lembaga UIN Jakarta. Sekarang saya masih pake DDC edisi 20,saya mau nanya sekarang DDC yang terbaru sudah edisi yang ke berapa? Dan apa ada perbedaan yang urgent dengan DDC edisi sebelumnya? Trus, klo mau dapetinnya gimana, bisa ga didownload via internet?
DDC terakhir edisi 22
ingin pesan bisa lewat pdii lipi jl jend. gatot subroto 10 tel. 5733465
Hai semua
bismilllah en asslamu`alaikum
saya adalah seorang pecinta segala jenis profesi
dan saat ini saya di percaya sebagai asisten perpustakaan. untuk itu saya membutuhkan bimbingan teman – teman agar saya bisa jadi seorang profesional
Terutama buat penyedia blog ini alias pak Zainudin,saya berterima kasih atas tempatnya semoga bapak tidak keberatan untuk terus berjuang menghidupkan perpustakaan di indonesia
oke . terima kasih
wassalam
saya bingung nih,bagaimana cara memberi kode dibukunya(biasanya kan ada semacam stiker kecil tuch di bawah buku) isinya apa saja Ya???apa sama dengan katalognya????kalo bisa beri saya contohnya ya.terima kasih.
Ass, saya baru saja dapat buku dan vcd olah raga yang akan dijadikan koleksi perpustakaan di sekolah , saya masih bingung bagaimana cara mengkasifikasikannya,atau cara mrnuliskan data /identitas di buku itu, llumayan banyak bukunya.