Bencana dan Kemaksiatan

Oktober 3, 2009

Dalam mengarungi bahtera kehidupan ini, kita melihat bahwa manusia terbagi menjadi dua golongan;

Golongan pertama adalah manusia… lingkungan… masyarakat yang cinta kebaikan… gemar melakukan kebajikan… suka dalam menjalani kema’rufan…

Golongan kedua adalah manusia… lingkungan… masyarakat yang cinta kejelekan… gemar melakukan keburukan… suka dalam menjalani kemunkaran, maksiat dan dosa…

Yaa… demikianlah lingkungan di sekitar kita…

Ingat…! Allah Ta’ala telah memberikan peringatan kepada kita dengan tegas nan jelas… bahwa musibah akan terjadi karena kemaksiatan yang dilakukan, tidak hanya menimpa para pelaku saja tapi akan menyeluruh kepada masyarakat sekitarnya… Allah menyatakan :
“Dan takutlah kalian terhadap fitnah (musibah, petaka, bencana, siksa) yang benar-benar tidak hanya menimpa orang-orang dhalim di antara kalian secara khusus. Dan ketahuilah bahwasanya Allah Maha dahsyat siksa-Nya.” (Al-Anfal:25)
Baca entri selengkapnya »

Cahaya Hati

Oktober 3, 2009

Lirik: Opick

Allah Engkau Dekat
Penuh Kasih Sayang
Takkan Pernah Engkau Biarkan
HambaMU Menangis
Karna KemurahanMU
Karena Kasih SayangMu
Hanya Bila DiriMu
Ingin Nyatakan Cinta
Pada Jiwa-jiwa
Yang Rela Dia Kekasihmu
Kau yang Slalu Terjaga
yang Memberi segala
Allah Rohman, Allah Rohim
Allahu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi
Allah Rohman, Allah Rohim
Allahu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi
Disetiap Nafas Disegala Waktu
Semua Bersujud Memuji Memuja AsmaMu
Kau yang slalu Terjaga
Yang Memberi Segala…
Allah Rohman, Allah Rohim
Allahu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi
Allah Rohman, Allah Rohim
Allahu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi
Setiap Makhluk Bergantung PadaMu
dan Bersujud Semesta UntukMu
Setiap Wajah Mendamba CintaMu Cahyamu
Allah Rohman, Allah Rohim
Allahu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi
Allah Rohman, Allah Rohim
Allahu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi
Ya Allah Ya Romah Ya Allah 3x
Ya… Allah

Satu hal paling penting yang seringkali dilalaikan oleh banyak manusia adalah tentang hakikat dirinya sebagai seorang hamba Allah Swt.. Manusia acap kali mengabaikan atau bahkan sengaja melupakannya. Dan dari akar masalah inilah timbul berbagai tindakan dosa, maksiat, kejahatan, dan kerusakan dalam kehidupan. Manusia seperti ini hidup dalam kebebasan berbuat dan bereskpresi serta melakukan apapun yang dikehendaki hatinya. Hidup tanpa ada aturan yang jelas. Orang-orang yang seperti demikian telah hilang fungsi akal dan hatinya. Akalnya tidak lagi bisa membedakan antara yang baik dan buruk. Dan hatinya tidak lagi bisa membedakan antara yang benar dan salah.

Allah Swt. telah mengatur kehidupan manusia dalam al-Qur`an dan sunnah Rasulullah Saw.. Manusia yang menyadari dirinya sebagai seorang hamba akan selalu mengikuti petunjuk yang diturunkan Allah Swt. dan diajarkan Rasul Saw.. Hidupnya akan penuh dengan kebaikan dan nilai-nilai manfaat. Manusia seperti demikian adalah orang-orang yang Allah gambarkan sebagai ûlul albâb, orang-orang yang berakal. Sehingga nampak jelaslah adanya perbedaan yang mencolok antara orang-orang yang menjalankan fungsi akal dan hatinya. Dan adanya perbedaan antara orang-orang yang hatinya hidup dengan orang-orang yang hatinya sakit atau telah mati. Baca entri selengkapnya »

Takabur

Mei 12, 2009

1. PENGERTIAN TAKABBUR

Rasulullah SAW mendefinisikan “takabbur” sebagai sikap “menolak kebenaran dan merendahkan orang lain”.

Pengertian itu Nabi sampaikan kepada orang yang mempertanyakan sikap salah seorang sahabat yang suka memakai baju dan sendal bagus. Sabda Nabi : Sesungguhnya Allh itu indah dan mencintai keindahan. Takabbur adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain”. HR. Muslim.

2. BAHAYA TAKABBUR

Takabbur sangat berbahaya bagi manusia. Ia merupakan kesalahan pertama yang dilakukan makhluk Allah (iblis) di dunia ini, yang menyebabkannya diusir dari surga. Pada kenyataannya takabbur itu menyebabkan hal-hal berikut ini :

1. Jauh dari kebenaran. Firman Allah :

“ Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku” 7:146

2. Terkunci mati hatinya. Firman Allah :

“Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang” 40:35

3. Mengalami kegagalan dan kebinasaan. Firman Allah :

“..dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala” 14:35
Baca entri selengkapnya »

Hakikat Hidup

Mei 12, 2009

Berbicara masalah hakekat hidup sebenarnya membutuhkan rincian yang sangat panjang dan terinci. Namun secara ringkas, hakikat hidup bisa terungkap dari pernyataan Ali bin Abi Thalib. Menurutnya, awal kehidupan adalah tangisan, pertengahannya adalah ujian dan ujungnya adalah kefanaan. Ketika anda lahir anda menangis, dan tangisan itu akan menjadi warna kehidupan. Saat anda sedih dan juga bahagia terkadang ditandai dengan tangisan.
Baca entri selengkapnya »

src=”http://jaen2006.files.wordpress.com/2009/05/perpust.jpg” alt=”perpust” title=”perpust” width=”134″ height=”79″ class=”alignleft size-full wp-image-266″ />Geeorge Makdisi menyebutan bahwa ada 6 istilah yang digunakan secara terpadu untuk menggambarkan perpustakan. Tiga pertama adalah bayth (kamar/ruang), khizanah (lemari), dan dar (rumah), sedangkan tiga kedua adalah hikmah (kebijakan), ilm (ilmu) dan kutub (buku-koleksi).

Ini cukup beralasan, dengan keenam istilah ini maka dalam peradaban muslim dikenal bayth al hikmah, dar al hikmah, bayth al kutub dan yang semacamnya. Perpustakaan terbesar dalam dunia Islam adalah bayth al hikmah yang didirikan harun al Rasyid pada 830 M. Disinilah, perpustakaan, lembaga riset dan biro penerjemahan digabungkan. Adalah Al Kindi (807-973M), filosof Islam pertama yang menerjemahkan karya Aristoteles ke bahasa Arab merupakan orang yang aktif mengelola perpustakaaan ini. Selain beliau ada Musa Al Khawarizm, sang penemu al jabar pun bergelut dengan bayth al hikmah. Baca entri selengkapnya »

( Diceritakan oleh Imam Naisaburi r.a )

Ada seorang lelaki yang merayu-rayu seorang wanita agar mau melakukan zina dengannya. Segala jurus tipu daya ia lakukan untuk meruntuhkan keteguhan iman sang wanita. Memang, lelaki itu ganteng sekali, ditambah lagi ia sangat kaya dikampungnya. Tentu saja tidak sedikit wanita yang menaruh hati padanya. Bagaimana dengan wanita yang dirayunya itu ?

Wanita tersebut sebetulnya sudah bersuami. Ia adalah seorang istri yang taat kepada suaminya. Suaminya sendiri adalah seorang yang taat pula. Perihal rayuan lelaki itu ia adukan kepada suaminya.

“Wahai suamiku, lelaki kaya yang tinggal disebelah sana itu seringkali menggoda aku. Ia tinggal masih sekampung dengan kita. Tiap kali ia berpapasan denganku, atau kebetulan saja bertemu dengannya, pasti saja ia merayu-rayu aku agar mau berbuat zina dengannya. Ia terus-menerus melakukan hal itu padaku. Apa yang harus aku perbuat, suamiku ?” Sang suami menanggapi istrinya dengan tenang-tenang saja. ” Katakan kepada laki-laki itu bahwa engkau akan mau menuruti godaannya, yaitu berzina dengannya. Cuma, dia mesti memenuhi satu persyaratan dahulu”. Baca entri selengkapnya »

Sebuah Renungan

April 14, 2009

Assalamu’alaikum wr wb,

Sahabat sekalian,

Allah berfirman dalam Surah Annisa ayat 59, “Ya ayyuhal ladzina amanu athi’ullah wa athi’urrasul wa ulil amri minkum

Artinya:

“Hai orang-orang yanh beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, dan para pemimpin kamu”

Sementara ulama’ tafsir berpendapat bahwa taat kepada Allah dan taat kepada Rasulullah saw itu bersifat *mutlaq*: sami’na wa atha’na (aku dengar dan aku taat). Itulah sebabnya di dalam ayat tadi, tepatnya di awal kata “Allah” dan “Rasul” ada kata “athi’” (yang berarti “taatlah”). Sementara itu, di ayat yang sama, tidak ada kata “athi’” di awal term “ulil amri” (pemimpin). Ini ditafsirkan bahwa ketaatan kepada para pemimpin adalah *bersyarat*: taat selama para pemimpin itu masih mengikuti Allah dan Rasul-Nya dan selama mereka taat mengerjakan ibadah mahdhah (ibadah ritual), wa bil khusus: shalat. Baca entri selengkapnya »

 Kota Gaza mulai berdetak, pertanda kehidupan bersambung. Toko-toko dibuka kembali, ada transaksi di pasar-pasar demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan internasional yang mulai masuk dari perbatasan semoga mengurangi penderitaan warga Gaza yang digempur Israel selama tiga pekan. Warga dunia bersyukur melihat kondisi terbaru ini, terkait dengan kesepakatan gencatan senjata kedua pihak (Hamas-Israel) hingga penarikan pasukan Israel dari Kota Gaza secara berangsur. Kita berharap tidak ada lagi korban berjatuhan dan gedung-gedung hancur. Majelis Umum PBB telah menerbitkan Resolusi 181 Tahun 1947 dan resolusi-resolusi lainnya, yaitu Resolusi 242 (1967), 338 (1973), 1397 (2002), dan Resolusi 1960 (2009). Berikut adalah naskah Perjanjian Camp David (1978), Perjanjian Oslo I (1993), Oslo II (1995), Road Map to Peace (2002), Deklarasi Mekkah (2006), dan Annapolis (2007). Baca entri selengkapnya »

Merayakan Hari Kemenangan

September 26, 2008

Waah, besok hari lebaran, kita rayain hari kemenangan….”, kata seseorang dipinggir jalan raya. Padahal dia pada saat itu merokok disaat orang lain berpuasa, padahal dia pada pagi harinya masih menyantap makan pagi disaat orang lain mulai kehausan. Baca entri selengkapnya »