CIRI-CIRI MENDAPAT HIDAYAH
Juli 18, 2008
Beberapa waktu lalu ada seorang saudara saya bertanya tentang “Hidayah”, setelah ia menyaksikan beberapa video dan kisah-kisah muallaf tentang seberapa beratnya perjuangan serta kegigihan mereka mencari dan berusaha mengenal Islam dan bersyahadatain, sementara ia merasa bahwa dirinya dan saya adalah ‘Islam keturunan’ yang tidak mendapat ‘hidayah’, dan ia sangat menginginkan hidayah.
Ok, apa sih hidayah itu?.. Baca entri selengkapnya »
Memaknai Usia
April 29, 2008
”Belum hilang jejak telapak kaki orang-orang yang mengantarnya ke kubur, seorang hamba (yang telah habis usianya) akan ditanya mengenai empat hal, yaitu hal usianya ke mana dihabiskannya, hal tubuhnya untuk apa digunakannya, hal ilmunya seberapa yang diamalkannya, serta hal hartanya dari mana diperolehnya dan untuk apa dibelanjakannya.” (HR Tirmidzi).
Karunia Allah yang paling berharga yang diberikan kepada manusia adalah usia. Kekayaan dan kekuatan manusia tidak berarti apa-apa jika usia sudah tiada. Menurut Ar Razi, jika hilangnya masa dipahami sebagai hilangnya modal, sedangkan modal manusia adalah usia yang dimilikinya, manusia pun selalu mengalami kerugian. Sebab, setiap saat, dari waktu ke waktu, usia yang menjadi modal utamanya terus berkurang.
Tidak diragukan lagi, jika usia itu digunakan manusia untuk bermaksiat, ia benar-benar mengalami kerugian. Bukan hanya tidak mendapatkan kompensasi apa pun dari modalnya yang hilang, namun lebih dari itu. Apa yang dilakukan dapat membahayakan dan mencelakakan dirinya. Begitu juga jika usianya dihabiskan untuk mengerjakan perkara-perkara yang mubah, ia tetap dikatakan merugi sebab usia sebagai modalnya habis tanpa meninggalkan dan menghasilkan apa pun bagi dirinya.
Untuk itu, usia haruslah dimanfaatkan sebaik-baiknya. Suatu hari, seorang murid bertanya kepada mursyidnya, ”Apa makna usia?” Jawabannya adalah sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah SAW, ”Apabila hari ini amal pekerjaanmu masih sama dengan hari kemarin, berarti kamu merugi. Bila lebih jelek daripada kemarin, terkutuk namanya. Bila lebih bagus, barulah termasuk beruntung.Nah, apakah usiamu yang setiap saat berkurang telah digantikan oleh hal-hal yang lebih baik atau sebaliknya? Di situlah makna usiamu.”
Ada dua hal penting mengapa usia harus mendapat perhatian serius. Pertama, Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban atas usia yang Allah karuniakan. Kedua, usia adalah masa yang menentukan baik buruknya manusia. At Tirmidzi meriwayatkan bahwa ada seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, ”Siapa manusia terbaik?” Beliau bersabda, ”Manusia yang usianya panjang dan dihabiskan untuk kebaikan.” Ia bertanya lagi, ”Siapa manusia terburuk?” Beliau bersabda, ”Manusia yang usianya panjang, namun dihabiskan untuk keburukan.” Wallahu a’lam bish-shawab.
(Muhammad Bajuri )
“N D E S O”
April 26, 2008
oleh : Ika S. Creech *)
Deso (baca ndeso) itulah sebutan untuk orang yang norak, kampungan, udik, shock culture, Countrified dan sejenisnya. Ketika mengalami atau merasakan sesuatu yang baru dan sangat mengagumkan, maka ia merasa takjub dan sangat senang, sehingga ingin terus menikmati dan tidak ingin lepas, kalau perlu yang lebih dari itu. Kemudian ia menganggap hanya dia atau hanya segelintir orang yang baru merasakan dan mengalaminya. Maka ia mulai atraktif, memamerkan dan sekaligus mengajak orang lain untuk turut merasakan dan menikmatinya, dengan harapan orang yang diajak juga sama terkagum-kagum sama seperti dia. Lebih dari itu ia berharap agar orang lain juga mendukung terhadap langkah-langkah untuk menikmatinya terus-menerus. Hal ini biasa, seperti saya juga sering mengalami hal demikian, tetapi kita terus berupaya untuk terus belajar dari sejarah, pengalaman orang lain, serta belajar bagaimana caranya tidak jadi orang norak, kampungan alias deso.
Semua kampus di Jepang penuh dengan sepeda, tak terkecuali dekan atau bahkan Rektorpun ada yang naik sepeda datang ke kampus. Sementara si Pemilik perusahaan Honda tinggal di sebuah apartemen yang sederhana. Ketika beberapa pengusaha ingin memberi pinjaman kepada pemerintah Indonesia mereka menjemput pejabat Indonesia di Narita. Dari Tokyo naik kendaraan umum, sementara yang akan dijemput, pejabat Indonesia naik mobil dinas Kedutaan yaitu mercy.
Baca entri selengkapnya »
22 Tanda Iman Anda Sedang Lemah
Maret 6, 2008
Oleh: Mochamad Bugi
dakwatuna.com - Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan iman sedang lemah. Setidaknya ada 22 tanda yang dijabarkan dalam artikel ini. Tanda-tanda tersebut adalah: 1. Ketika Anda sedang melakukan kedurhakaan atau dosa. Hati-hatilah! Sebab, perbuatan dosa jika dilakukan berkali-kali akan menjadi kebiasaan. Jika sudah menjadi kebiasaan, maka segala keburukan dosa akanhilang dari penglihatan Anda. Akibatnya, Anda akan berani melakukan perbuatan durhaka dan dosa secara terang-terangan. Ketahuilah, Rasululllah saw. pernah berkata, “Setiap umatku mendapatkan perindungan afiat kecuali orang-orang yang terang-terangan. Dan, sesungguhnya termasuk perbuatan terang-terangan jika seseirang melakukansuatu perbuatan pada malam hari, kemudian dia berada pada pagi hari padahal Allah telah menutupinya, namun dia berkata, ‘Hai fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begini,’ padahal sebelum ituRabb-nya telah menutupi, namun kemudian dia menyibak sendiri apa yang telah ditutupi Allah dari dirinya.” (Bukhari, 10/486) Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada pezina yang di saat berzina dalamkeadaan beriman. Tidak ada pencuri yang si saat mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.” (Bukhari, hadits nomor 2295 dan Muslim, hadits nomor 86) 2. Ketika hati Anda terasa begitu keras dan kaku. Sampai-sampai menyaksikan orang mati terkujur kaku pun tidak bisa menasihati dan memperlunak hati Anda. Bahkan, ketika ikut mengangkat si mayit dan
menguruknya dengan tanah. Hati-hatilah! Jangan sampai Anda masuk ke dalam ayat ini, “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.” (Al-Baqarah:74)
Artikel lengkap silakan klik:
Penelitian Terbaru, Menyingkap Rahasia Kentut
Februari 29, 2008
Buang angin, kentut, atau yang dalam istilah ilmiahnya disebut
flatulence, flatulency, flatus, adalah ciptaan Allah, yang sudah pasti bukanlah peristiwa biasa. Anda dapat membuktikannya dengan mencari tulisan ilmiah seputar kentut di mesin pencari pustaka ilmiah di internet, misalnya di scholar.google. com dengan mengetikkan kata kunci flatulence intestine. Yang akan Anda dapatkan adalah tidak kurang dari 4800 rujukan ilmiah yang membahas atau mengandung rujukan tentang
kentut dari tahun 2000 hingga sekarang!
Tidak sampai di situ saja. Rujukan ilmiah tersebut diterbitkan oleh
beragam jurnal ilmiah dari berbagai disiplin, dari ilmu gizi, kedokteran, hingga kesehatan dan pengobatan. Sudah pasti ini bermakna pula peneliti dan para ilmuwan yang berkecimpung di bidang penelitian kentut juga berasal dari beragam disiplin ilmu.
Fisika di balik kentut
Keluarnya angin dari anus itu sendiri juga merupakan peristiwa yang memperlihatkan kebesaran Sang Pencipta. Di dalam saluran pencernaan makanan, terutama di dalam usus, terdapat berbagai zat berwujud padat, cair, gas, serta dengan tingkat kepadatan dan keenceran beragam. Hebatnya, angin kentut yang berbentuk gas bisa mengalir ke arah bawah, dan menerobos cairan dan padatan di dalam usus, untuk kemudian keluar
meninggalkan dubur.
Ini bukan peristiwa yang tidak aneh. Mengapa? Anda bisa mencoba mencampur zat padat, zat cair dan gas di dalam tabung atau gelas yang memiliki katup pengeluaran di bagian dasarnya. Lalu Anda berikan tekanan pada campuran tersebut, bisakah Anda memastikan bahwa gas tersebut bergerak ke arah bawah dan bahwa yang keluar dari katup pengeluaran tersebut hanya gas saja?
Biasanya gas atau gelembung udara bergerak menuju ke atas karena lebih ringan, dan sulit mengeluarkan gas tanpa mencegah keluarnya cairan atau padatannya melalui katup tersebut. Tapi peristiwa kentut terjadi melalui cara di luar kebiasaan itu berkat sempurnanya ciptaan Allah pada otot cincin yang membuka dan menutup lubang anus itu.
Otot lingkar pada dubur ini mampu merasakan keberadaan gas kentut dan mengatur pengeluarannya sedemikian rupa sehingga hanya gas saja, dan bukan padatan dan cairan, yang keluar dari anus. Bayangkan seandainya otot ini tidak mampu memilah dan mencegah keluarnya cairan dan padatan dari usus besar kita di saat kita buang angin di tempat terbuka.
Sangat diragukan jika ada alat buatan manusia yang mampu melakukan kerja seperti lubang anus yang luar biasa itu. Otot-otot dan jaringan terkait di seputar anus adalah organ ciptaan Allah yang Mahahebat, yang mampu melakukan kerja pelepasan gas kentut sekitar 10 kali per hari dengan sempurna, selama puluhan tahun usia manusia.
Kimia gas kentut
Di dalam usus besar, sekitar 70% gas berasal dari udara yang tertelan melalui mulut kita. Ketika makan, orang pada saat yang sama menelan ke dalam perutnya sekitar 2-3 cc udara. Misalnya, jika kita makan apel, udara tambahan yang ikut tertelan ke dalam tubuh kita adalah sekitar 20 cc. Begitu pula dengan minum. Kurang lebih 17 cc udara memasuki saluran pencernaan makanan saat seseorang meminum 10 cc air.
Gas selebihnya yang terdapat pada usus adalah gas asli buatan “dalam negeri”, alias muncul dari dalam usus itu sendiri dan bukan dari luar tubuh. Gas ini dihasilkan melalui aktifitas penguraian oleh mikroba di dalam saluran pencernaan kita.
Bagaimana gas-gas itu terbentuk? Tidak semua makanan yang kita telan dicerna sempurna dan diserap keseluruhannya di dalam usus halus. Sebagian makanan berserat atau zat tepung yang tak tercerna sempurna ini, misalnya kacang-kacangan, kemudian dirombak atau diuraikan oleh mikroba yang menghuni saluran pencernaan kita. Penguraian ini di antaranya menghasilkan zat-zat berwujud gas seperti metana dan hidrogen sulfida, serta gas-gas yang mengandung unsur belerang lainnya.
Gas kentut adalah campuran beragam gas. Kentut sebagian besarnya terdiri atas gas oksigen, nitrogen, karbon dioksida dan metana yang kesemuanya ini bukan penyebab bau tidak sedap. Yang memunculkan aroma tidak sedap pada kentut adalah gas-gas yang mengandung belerang. Di antaranya adalah hidrogen sulfida (bau telur busuk), methanethiol (bau sayur membusuk). Namun ada pula dimetil sulfida yang memiliki bau manis.
Kreatif karena kentut
Ternyata kentut memiliki nilai komersial. Sebut saja Josef Pujol,
warga Prancis kelahiran Marseilles tahun 1857. Ia memiliki kelebihan mampu dengan sengaja mengendalikan otot-otot perutnya. Dengannya, ia dapat dengan mudah menyedot 2 liter udara ke dalam usus besarnya melalui anus, dan meniupkan kembali ke luar anus. Dengan kata lain, ia mampu membuat “kentut buatan”.
Berbekal bakat ini, ia memasuki dunia pentas hiburan. Sebelum pentas, ia “mencuci usus besarnya” agar tidak menimbulkan bau tak sedap. Suara buang anginnya hanya memiliki 4 tangga nada: do, mi, sol dan do lagi.
Pentas profesionalnya berawal di tahun1887. Karirnya mulai menanjak ketika ia naik panggung di gedung musik Moulin Rouge di Paris pada tahun1892. Dalam pentasnya, terkadang ia memasang selang pada anusnya yang kemudian disambungkan ke berbagai alat musik tiup untuk bermain musik.
Selain sangat terkenal, ia juga mendapatkan penghasilan 20.000 frank per minggu, dua setengah kali lebih banyak dibandingkan artis kondang kala itu, Sarah Bernhardt. Ketenarannya ini bahkan sempat mendorong Raja Belgia datang diam-diam untuk melihat Josef Pujol.
Penyaring kentut
Kini telah tersedia produk di pasaran yang berfungsi menghilangkan bau kentut yang tidak sedap. FLAT-D adalah salah satu nama produk berbentuk kain persegi panjang, yang mudah dilipat dan dibawa. Kain ini digunakan dengan cara menghamparkan di atas kursi kerja, atau kursi kantor. Selain dapat dicuci dan digunakan ulang, kain ini mengandung karbon teraktifasi.
Ketika seseorang buang angin dalam keadaan duduk di atas kursi kerja yang tertutup kain FLAT-D, kain ajaib ini menyerap aroma tidak sedap kentut tersebut. Penyaring kentut ini diproduksi pula dalam bentuk pembalut yang dapat direkatkan pada celana dalam, sehingga lebih praktis.
Selain FLAT-D, ada pula produk serupa bernama Under-Ease yang
dikeluarkan oleh perusahaan Under-Tec Corp. Pakaian dalam yang sudah mendapatkan hak paten ini adalah hasil kerja keras penelitian pasangan suami istri Buck and Arlene Weimer. Produk mereka sempat menjadi buah bibir di media massa AS di awal tahun 2000-an.
Demikianlah, tulisan singkat ini tidak mungkin dapat menampung seluruh hasil-hasil temuan ilmiah dan inovasi teknologi seputar kentut, gas yang seringkali dicemooh orang. Namun, sebagai salah satu ciptaan Allah, ternyata kentut membuktikan bahwa tiada sesuatu yang Allah ciptakan, melainkan menjadi bukti keagungan dan keluasan ilmu Allah, Pencipta tanpa tara. Dialah yang menciptakan segala sesuatu dengan tujuan yang benar, sebagaimana firman-Nya, yang artinya:
(yaitu) orang-orang yang mengingat ALLAH sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penCIPTAAN langit dan bumi (seraya berkata): Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan SIA-SIA Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Ali `Imran, 3:191)
(Penulis: Abdul Halim – Februari 200
Sumber: www.mitrafm. com
Pustaka:
1. Dr. Karl. Be Gone with the Wind.
http://www.abc. net.au/spark/ smelly/begon…
2. S. Kurbel, B. Kurbel, A. V?ev. 2006. Intestinal gases and
flatulence: Possible causes of occurrence. Medical Hypotheses, Volume
67, Issue 2, Pages 235-239
3. F. Azpiroz, J. Malagelada. 2005. Abdominal Bloating.
Gastroenterology, Volume 129, Issue 3, Pages 1060-1078
4. Flat-D innovations, Inc. http://www.flat- d.com/
5. Under Ease. http://www.under- tec.com/store. php
Sumber: www.mitrafm. com
Misi Keluarga Muslim
Desember 28, 2007
Oleh: Mochamad Bugi
Seperti apakah bentuk keluarga kita? Maklum, ada yang mengatakan rumahku surgaku. Tapi, tak sedikit mengatakan rumah gue kayak neraka. Atau, hambar saja. Tak ada rasa bahwa kita punya keluarga. Apa pun bentuk keluarga kita itu adalah hasil dari perpaduan tiga faktor pembentuknya. Ketiga faktor itu adalah paradigma yang kita miliki tentang keluarga, kompetensi seluruh anggota keluarga kita dalam membangun keluarga, dan macam apa aktivitas yang ada dalam keluarga kita.
Kalau dalam paradigma kita bahwa keluarga bahagia adalah yang bergelimangan harta, maka motivasi kita dalam berkeluarga adalah mengkapitasisasi kekayaan. Maka, kita akan mencari istri atau suami anak tunggal dari calon mertua yang kaya. Pusat perhatian kita dalam berkeluarga adalah menambah kekayaan. Bagi paradigma berkeluarga seorang muslim berasal dari motivasi bahwa berkeluarga adalah untuk beribadah kepada Allah, menjaga kesucian diri, dan merealisasikan amal bahwa berkeluarga adalah bagian dari sebuah gerakan menegakkan hukum-hukum Allah di muka bumi. Sehingga, pusat perhatiannya dalam berkeluarga adalah meningkatkan kualitas ruhiyah, fikriyah, nafsiyah (emosi kejiwaan), jasadiyah, dan sosialisasi setiap anggota keluarganya.
Karena itu, membangun keluarga sakinah mawadah wa rahmah (samara) adalah sasaran yang ingin dicapai seorang muslim dalam membentuk berkeluarga. Dalam keluarga yang samara itulah kita akan melahirkan pribadi islami untuk saat ini dan masa depan.
Jadi, sangat penting bagi seorang muslim membangun kompetensi untuk membangun keluarga. Apa itu kompetensi berkeluarga? Kompetensi berumah tangga adalah segala pengetahuan, keterampilan, dan sikap dasar yang harus dimiliki agar seseorang dapat berhasil membangun rumah tangga yang kokoh yang menjadi basis penegakkan nilai-nilai Islam di masyarakat. Maka tak heran jika Rasulullah saw. menyuruh kita untuk pandai-pandai memilih pasangan hidup. Jangan asal pilih. Baca entri selengkapnya »
KARUNIA ALLAH
Desember 28, 2007
Bila ada seseorang yang tiba-tiba memberikan mobil mewah kepada Anda, kemudian Anda mengucapkan terima kasih dan memeluk sang pemberi sampai meneteskan air mata. Apakah artinya Anda sudah bersyukur? Sebagian Anda menjawab ‘ya’, itu sudah bersyukur. Pertanyaan lanjutan saya, setelah satu tahun mobil itu tidak pernah Anda gunakan, apakah Anda termasuk orang yang bersyukur? Pasti jawabannya tidak.
Begitu pula Allah SWT, Tuhan Sang Pemberi, telah memberikan kepada kita lebih dari mobil mewah. Dia berikan kepada kita penglihatan, pendengaran, hati, ginjal, jantung, paru-paru, kulit yang membungkus tubuh, otak, tangan, dan kaki tanpa kita harus membayar.
Kita belum bisa dikatakan bersyukur bila di akhir tahun ini hanya berucap Alhamdulillah atas semua karunia dan anugerah yang telah Allah SWT berikan dan kemudian menangis tersedu-sedu.Kita bisa dikatakan bersyukur bila kita mampu memanfaatkan semua pemberian Allah itu secara optimal. Prestasi dan unjuk kinerja harus kita selalu torehkan setiap saat. Apabila dalam satu bulan kita menorehkan satu prestasi maka seharusnya selama satu tahun kita sudah mampu menunjukkan 12 prestasi.
Kita harus selalu merenung, ”Andai Sang Pemberi mencabut nyawa kita dan kemudian bertanya, prestasi terbaik apa yang sudah kita lakukan dengan semua karunia dan anugerah yang telah Dia berikan?” Maka seharusnya kita harus mampu menunjukkan berbagai prestasi yang sudah kita lakukan.Kita harus membuktikan prestasi yang diraih karena kita menggunakan penglihatan, pendengaran, tangan, kaki, otak, dan semua panca indera kita. Prestasi itu, harus seimbang dengan nilai yang telah diberikan Allah kepada kita. Berapa nilai (harga) mata Anda? Pendengaran Anda? Tangan dan kaki Anda? Otak Anda?
Nah sekarang pertanyaannya, apa prestasi yang sudah Anda hasilkan sebanding atau paling tidak mendekati harganya?Apa yang perlu dilakukan di akhir tahun? Menurut saya, di sela liburan keluarga, perlu masing-masing anggota keluarga yang sudah dewasa mempresentasikan ‘prestasi-prestasi’ dan manfaat yang akan diberikan kepada orang lain di tahun yang akan datang. Dengan cara ini, biaya yang Anda habiskan untuk liburan, hasilnya akan sebanding. Karena itu harus ada suatu komitmen tentang prestasi dan manfaat yang bisa Anda berikan dalam kehidupan Anda. ( Jamil Azzaini )
Penyakit Umat
September 19, 2007
Oleh : Mulyana
Rasulullah adalah seorang pemimpin dan teladan terbaik yang sangat mencintai dan menyayangi umat yang dipimpinnya. Kecintaan dan kasih sayang beliau kepada umatnya ditunjukkan dalam setiap gerak langkah kehidupannya. Bahkan, ketika menghadapi sakaratul maut yang dahsyat pun, beliau masih mengkhawatirkan umatnya dengan berkata, ”Umatku, umatku, umatku ….” Salah satu wujud kesayangan dan kecintaan Rasulullah kepada umatnya adalah pesan beliau dalam sabdanya, ”Hal-hal yang paling aku khawatirkan melanda umatku ialah besar perut, banyak tidur, pemalas, dan lemah keyakinan.” (HR Daruquthni dari Jabir). Hadis di atas merupakan kekhawatiran Rasulullah akan penyakit-penyakit yang dapat menjangkiti umatnya dan menyebabkan umat ini menjadi umat yang kalah dan tidak memiliki kehormatan. Penyakit-penyakit tersebut sejatinya menjadi perhatian dan kewaspadaan kita sebagai umat Islam.
1. Besar perut.
Besar perut artinya lebih mementingkan urusan perut dan keduniawian. Orang yang terjangkit penyakit seperti ini tidak segan-segan menghalalkan segala cara untuk memperoleh apa yang diinginkannya. Dan, jika umat telah terjangkit penyakit ini, niscaya akan hilanglah kehormatan umat dan akan mengundang datangnya azab yang dahsyat. Untuk itu, Allah memberikan petunjuk beharga bagi kita bahwa kesenangan dan kehidupan dunia adalah sementara dan tidak kekal. Akhiratlah tempat yang paling kekal. Allah SWT berfirman, ”Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka, tidakkah kamu memahaminya?’‘ (QS 6:32).
2. Banyak tidur.
Penyakit ini menyebabkan orang kehilangan produktivitasnya dalam bekerja. Selain itu, bahaya yang paling utama adalah orang-orang tersebut dapat meninggalkan kewajibannya dalam beribadah. Padahal, Rasulullah, para sahabat, dan orang-orang saleh selalu mencontohkan untuk menyedikitkan tidur dan meraih keutamaan ibadah pada sepertiga malam terakhir. Firman Allah SWT, ”Hai orang yang berselimut, bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lbh dari seperdua itu. Dan bacalah Alquran itu dengan perlahan-lahan.” (QS 73:1-4).
3. Malas.
Malas menyebabkan seseorang kehilangan kreativitasnya dan membuang-buang waktu secara percuma. Jika umat terjangkit penyakit ini, maka kehancuran dan kemunduran umat Islam adalah keniscayaan.
4. Lemah keyakinan.
Penyakit ini menyebabkan seseorang tidak memiliki pendirian yang tetap. Jika umat terjangkit penyakit ini, maka umat akan sangat mudah diprovokasi dan diadu domba oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Uraian di atas menjelaskan betapa bahayanya penyakit-penyakit tersebut bagi kelangsungan dan kejayaan umat Islam di masa mendatang. Karenanya, mari semua komponen umat untuk saling mengingatkan agar semuanya terhindar dari penyakit-penyakit yang dikhawatirkan Rasulullah. Wallahu a’lam.
Kiat Menahan Amarah
September 3, 2007
Assalamu`alaykum
Sebentar lagi ramadhan.. menahan amarah menjadi sangat penting dalam menjalankan ibadah puasa. Semoga kiat-kiat dari Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam berikut ini dalam membantu kita.
1. Berusaha untuk diam ketika akan marah, Rasulullah shallallahu
`alaihi wasallam bersabda, Jika engkau marah, maka diamlah. Jika
engkau marah, maka diamlah.(Musnad Imam Ahmad 1/283-365. Hadits ini hasan lighairihi*) .
2. Berlindung kepada Allah dari syetan yang terkutuk. Sulaiman Ibnu
Sard meriwayatkan, pernah dua orang saling mencerca satu sama lainnya di hadapan Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam. Sementara itu, kami sedang duduk di sisinya. Salah seorang dari mereka menghina yang lainnya dengan marah, hingga merah mukanya. Maka Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda, Aku mengetahui suatu kalimat, jika diucapkan olehnya (laki-laki yang merah mukanya, Red), maka akan hilang kemarahannya. Hendaklah dia berkata: A’udzubillahi minasy syaithanir rajim (artinya, aku berlindung kepada Allah dari syetan yang terkutuk). ( Shahih AI Bukhari, hadits no. 6115. Dan Shahih Muslim, hadits no. 2610.)
3. Jika sedang marah, berusahalah untuk duduk. Jika ternyata masih marah, maka hendaklah berbaring. Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda, Jika salah seorang kalian marah dan dia dalam keadaan berdiri, maka hendaklah duduk. Jika masih belum reda marahnya, maka hendaklah berbaring.( Musnad Imam Ahmad 5/152. Al Haitsami berkata, “Para perawinya perawi shahih.” Majma’ Az Zawaid, 8/70.)
4. Berwudhu, sebab wudhu dapat memadamkan kemarahan. Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda, Sesungguhnya, kemarahan itu berasal dari syetan. Dan syetan tercipta dari api. Dan sesungguhnya, api itu dapat dipadamkan dengan air Jika salah seorang diantara kalian marah, maka berwudhulah. (Musnad Imam Ahmad, 4/226, Sunan Abu Daud, hadits no. 4784. Hadis ini hasan. Lihatlah Jami’ Al Ushul, tahqiq Al Arna’uth, 8/439.)
Wallahul-musta` an
Untuk Kita Renungkan
Agustus 28, 2007
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah, Maha Pengasih dan Maha Pengampun.
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Rasulullah SAW bersabda, “Jika kamu membaca 2 kalimat syahadah dengan sekali keyakinan saja, Syurga akan menanti kamu”.
Rasulullah SAW bersabda, “Seorang wanita yang membuka auratnya atau bahkan mengenakan pakaian yang ketat, tidak akan mencium wanginya syurga selama lebih dari 500 tahun.
Rasulullah SAW bersabda, “Debu yang menempel pada diri seorang lelaki ketika keluar di jalan Allah, tidak hanya api tapi asap neraka diharamkan untuk seluruh bahagian tubuhnya”.
Rasulullah SAW bersabda, “Aku mengutuk 3 jenis orang :
1. Orang yang tidak menjaga orangtua mereka ketika tua,
2.Orang yang tidak mengambil hikmah dari bulan Ramadhan yang diberkahi, dan
3. Orang yang tidak mengucapkan ‘Sallallahu- ‘Alaihi-Wa- Aalihi Wasallam’ ketika namaku disebutkan”.
Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang cerdas adalah orang yang selalu memikirkan dan mempersiapkan kematian”.
“Heran ya.. Betapa mudahnya orang mengabaikan Allah.. Dan mereka terheran-heran bagaimana dunia menjadi hancur”.
“Mengapa ya.. Kita percaya apa yang tertulis di Qur’an.. Tapi mempersoalkan yang tertulis di dalamnya”.
“Anehnya.. Bagaimana setiap orang ingin masuk syurga yang disediakan,
tetapi..mereka tidak mempercayai, berfikir, berkata, atau melakukan apapun yang tercantum di Qur’an”.
“Bagaimana orang bisa berkata ‘Aku percaya Kepada Allah’..tapi masih mengikuti syaitan (…yang juga percaya kepada Allah)”.
“Lucu ya..kita bisa mengirimkan ribuan ‘lelucon’ melalui email dan mereka menyebar seperti api.. Tapi ketika kamu mulai mengirim pesan tentang Allah, orang - akan berfikir 2 kali untuk menyebarkannya. .”.
“Bagaimana orang begitu berbondong-bondong setiap hari Jum’at mengingat Allah..tetapi jadi muslim yang tak terlihat disisa minggunya”.
“Bagaimana ketika Anda meneruskan pesan ini, anda tidak akan mengirim kepada beberapa orang yang ada di dalam daftar alamat anda karena anda tidak begitu yakin apa agama mereka, atau apa yang mereka akan fikirkan tentang anda atas kiriman anda kepada mereka”.
“Memang mengherankan. . Bagaiman kita bisa lebih bimbang akan apa yang orang pikirkan tentang kita..daripada apa yang Allah fikirkan tentang kita”.
Apakah Anda akan mengirim pesan ini kepada orang yang anda sayangi atau tidak?
Selama 60 detik kedepan, hentikan apapun yang anda kerjakan, dan ambil kesempatan ini. (hanya memerlukan 1 menit) yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut : “Panjatkan do’a untuk seluruh kaum muslim yang mengirimkan Anda pesan ini. Lalu, kirim pesan ini kepada teman2 muslim yang Anda ketahui. Dalam beberapa detik, ramai muslim yang akan berdoa untuk Anda dan Anda akan meramaikan lagi muslim yang akan berdoa untuk sesama muslim. Lalu, berhenti dan fikirkan dan muliakan kekuatan Allah pada hidup Anda, untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh-Nya”.
Allah berfirman, “jika kamu malu terhadap-Ku, Aku akan malu terhadapmu”.